Dirut SafeNet Sebut Laki-laki Juga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Medsos: Paling Banyak di MiChat

- Jurnalis

Minggu, 8 Desember 2024 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kekerasan. (sumber: suara.com)

Ilustrasi kekerasan. (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Kasus kekerasan seksual berbasis gender (KSBG) online tak hanya menyebabkan perempuan yang menjadi korban, namun juga laki-laki. Catatan SafeNet dalam 5-6 tahun terakhir, tercatat terdapat lebih dari 1.500 kasus KSBG online.

Direktur eksekutif SafeNet Nenden S Arum mengungkapkan jika dari ribuan kasus itu, kekerasan seksual di ranah online itu salah satunya banyak terjadi di media sosial MiChat. Pada aplikasi itu lah banyak laki-laki yang juga menjadi korban KSBG online.

“Tiga besar kasus yang berhubungan dengan di MiChat. Itu yang bikin banyak Lk juga jadi korban. Biasanya diajak video call sex, gak sadar direkam, kemudian itu dijadikan bahan sex corruption atau memeras kalau gak dibayar. Kalau gak dikasih uang akan disebarkan ke publik,” kata Nenden dalam diskusi 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan bersama UNiTE di Jakarta, Minggu (8/12/2024).

Baca Juga :  Angka Kemiskinan Turun tapi Biaya Hidup Melonjak, Mengapa Ekonomi Terasa Makin Sulit?

Sayangnya, SafeNet melihat jika aplikasi MiChat belum menjadi perhatian pemerintah dalam menangani kasus KSBG online. Menurut Nenden, hal tersebut terjadi sebab penggunaan MiChat yang tak terlalu umum dibandingkan platform lain.

“Memang platform yang gak kedengeran, kayak dating apps, michat, itu sebenarnya jadi sarang kasus kekerasan tapi belum banyak tersentuh. Komnas Perempuan juga perlu ngobrol dengan kementerian atau lembaga lain bahwa ada aplikasi lain yang butuh perhatian,” katanya.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite untuk Orang Kaya, Targetkan Kuartil 9 dan 10

Nenden menekankan jika pemerintah harus punya upaya lebih solutif dalam menangani kasus kekerasan berbasis online itu. Ia menekankan, jangan sampai pemerintah hanya mengandalkan blokir dan sensor, padahal sebenarnya tindakan tersebut tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah.

“Biasanya solusinya blokir. Padahal bukan itu solusinya. Memang tetap harus bahan diskusi. Tapi juga memastikan perspektif pemerintah tidak melulu hanya soal blokir, sensor. Memang itu paling gampang tapi tidak menjadi solusi,” tambah dia.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Soroti Hak Pesangon dan PHK, KSPI Desak Pemerintah Cabut PP Turunan UU Cipta Kerja
Pemkab Murung Raya Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Bersama KPK
Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Skandal Korupsi PT TPL Tbk, Negara Rugi Rp2 Triliun
Tingkatkan Rasa Bangga Berbusana Lokal, DWP Sekretariat DPRD Kalteng Edukasi Anggota lewat Museum Batik
Bahlil dan Purbaya Bertemu Bahas Subsidi BBM Tepat Sasaran
Ahmad Sahroni Minta Provokator Hoaks di Medsos Ditindak Tegas
Salju Abadi Indonesia Kian Memudar: Gletser Puncak Jaya Papua Tersisa 2 Persen, Diprediksi Punah Total 2026
Dakwaan Kasus Kuota Haji: JPU KPK Ungkap Pengaturan Kuota Tambahan ‘Satu Pintu’ Lewat Bos Maktour
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Soroti Hak Pesangon dan PHK, KSPI Desak Pemerintah Cabut PP Turunan UU Cipta Kerja

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Skandal Korupsi PT TPL Tbk, Negara Rugi Rp2 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Tingkatkan Rasa Bangga Berbusana Lokal, DWP Sekretariat DPRD Kalteng Edukasi Anggota lewat Museum Batik

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Bahlil dan Purbaya Bertemu Bahas Subsidi BBM Tepat Sasaran

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Ahmad Sahroni Minta Provokator Hoaks di Medsos Ditindak Tegas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:35 WIB

Salju Abadi Indonesia Kian Memudar: Gletser Puncak Jaya Papua Tersisa 2 Persen, Diprediksi Punah Total 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Dakwaan Kasus Kuota Haji: JPU KPK Ungkap Pengaturan Kuota Tambahan ‘Satu Pintu’ Lewat Bos Maktour

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Bukan Lagi Soal Kompetisi: Kolaborasi Lintas Media Jadi Kunci Eksistensi Pers Daerah

Berita Terbaru