Erick Thohir Soroti Sukses Jepang, Tekankan Pentingnya Pembinaan Usia Dini di Indonesia

- Jurnalis

Minggu, 17 November 2024 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ajakan semua pihak introspeksi pasca kekalahan 0-4 dari Jepang juga menyasar Shin Tae-yong selaku pelatih. (pssi.org)

Ajakan semua pihak introspeksi pasca kekalahan 0-4 dari Jepang juga menyasar Shin Tae-yong selaku pelatih. (pssi.org)

1TULAH.COM-Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kembali menyoroti pentingnya pembinaan usia dini dalam sepak bola Indonesia. Dalam sebuah pernyataan, Erick mengapresiasi keberhasilan Timnas Jepang yang saat ini berada di peringkat 15 FIFA.

Menurutnya, kesuksesan Jepang tidak lepas dari sistem pembinaan usia dini yang konsisten dan terstruktur.

“Saya mengenal Yuto sebagai pemain yang selalu bekerja keras, konsisten dan disiplin dalam menjaga kondisi. Saya menyampaikan kepada Yuto, Jepang bisa solid dan berada di peringkat FIFA ke-15 karena membangun Timnas dan kompetisi usia dini,” ujar Erick.

Erick menegaskan bahwa pembinaan usia dini merupakan kunci utama untuk membangun tim nasional yang kuat dan berprestasi. Dengan membangun fondasi yang kuat sejak usia dini, Indonesia diharapkan dapat melahirkan generasi emas pemain sepak bola yang mampu bersaing di level internasional.

Baca Juga :  Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun "Singa Podium" Meninggal Dunia

“Pembinaan usia dini sangat penting untuk memastikan ketersediaan pemain berkualitas di semua kategori tim nasional, baik U-17, U-20, U-23, maupun tim senior,” tambah Erick.

Naturalisasi Bukan Solusi Jangka Panjang

Lebih lanjut, Erick juga menyoroti pentingnya fokus pada pengembangan pemain lokal. Ia menilai bahwa naturalisasi pemain asing hanya merupakan solusi jangka pendek.

“Kita tidak bisa terus-menerus mengandalkan naturalisasi. Pembinaan usia dini adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan hasil yang lebih baik di masa depan,” tegas Erick.

Senada dengan Erick, anggota komite eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, juga menegaskan pentingnya pembinaan pemain muda. Menurutnya, proses naturalisasi pemain yang dilakukan saat ini hanya merupakan solusi jangka pendek hingga menengah.

“Dalam jangka panjang, fokus tetap pada pembinaan usia dini,” ujar Arya.

Baca Juga :  HUT ke-75 Presiden Prabowo Subianto: Ucapan Berkelas Istri Gubernur Kaltim & Kalteng Disorot, Unggahan Setkab Banjir Sindiran

Tantangan dan Peluang

Pembinaan usia dini di Indonesia memang masih menghadapi banyak tantangan, seperti kurangnya fasilitas, pelatih berkualitas, dan kompetisi yang berkelanjutan. Namun, dengan komitmen yang kuat dari pemerintah, PSSI, dan seluruh stakeholder sepak bola, tantangan ini dapat diatasi.

Di sisi lain, pembinaan usia dini juga membuka peluang besar bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Dengan melahirkan generasi pemain muda yang berkualitas, Indonesia berpotensi menjadi kekuatan baru di kancah sepak bola Asia bahkan dunia.

Pembinaan usia dini merupakan kunci utama untuk meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia. Dengan meniru kesuksesan Jepang, Indonesia diharapkan dapat membangun tim nasional yang solid dan kompetitif di tingkat internasional. Komitmen dan kerja sama dari semua pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan cita-cita tersebut. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun
Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng
Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Berita Terbaru

Berita

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:30 WIB