Imparsial Sebut Rezim Prabowo Bercorak Militerisme

- Jurnalis

Sabtu, 9 November 2024 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memberi arahan kepada para menteri, wakil menteri, kepala badan/lembaga hingga utusan khusus Presiden saat menjalani retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/10/2024). [Handout/Tim Media Prabowo]

Presiden Prabowo Subianto memberi arahan kepada para menteri, wakil menteri, kepala badan/lembaga hingga utusan khusus Presiden saat menjalani retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/10/2024). [Handout/Tim Media Prabowo]

1TULAH.COM-Peneliti senior Imparsial, Bhatara Ibnu Reza menyoroti kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai masih terikat dengan dunia  kemiliterannya. Bhatara menyebut kalau Prabowo hanya memiliki satu hal yang dibanggakan dalam kariernya, yakni militerisme.

Hal tersebut yang ditengarai menjadi penyebab Prabowo lakukan pendekatan militeristik dalam menjalankan pemerintahannya. Salah satunya yang terlihat saat ‘mendidik’ jajaran kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Cara serupa kemudian dicontoh oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk mengadakan Rakornas Kepala Daerah di tempat yang sama.

“Apa yang bisa dia banggakan? Cuma itu yang bisa dia banggakan. Buat dia hidup sebagai militer, dia ingin menunjukkan bahwa saya militer sejati, saya mulai dari bawah, meskipun secara politik di lingkungan militer juga pada saat dia naik jadi Brigjen, teman-temannya masih Letkol, karena ada Soeharto, dia menantunya,” ujar Bhatara saat dihubungi Suara.com Jumat (8/11/2024).

Baca Juga :  Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Simbol-simbol militerisme yang diperlihatkan Prabowo, hingga memberikan seragam loreng kepada jajaran kabinetnya, menurut Bhatara, menjadi sinyal yang jelas kembalinya militerisme dalam pemerintahan sipil.

“Masyarakat sipil dan organisasi non-pemerintah perlu membaca simbol-simbol ini. Dengan memilih Akmil sebagai tempat pelatihan, Prabowo tampaknya melihat tempat itu sebagai kawah candradimuka, lambang ideal pemimpin bangsa,” katanya.

Lebih jauh, Bhatara mengungkapkan bahwa langkah-langkah Prabowo dalam membawa kembali unsur militer ke pemerintahan sebenarnya sudah terlihat sejak era Presiden Jokowi. Seperti Undang-Undang Pengelolaan Sumber Daya Manusia yang sebenarnya membuka jalan terhadap kebijakan wajib militer.

Baca Juga :  Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten

Ia mengingatkan bahwa upaya untuk menghadirkan wajib militer dan pembentukan milisi sipil seperti masa Orde Baru bisa merusak demokrasi dan hak sipil.

“Dulu di Timor Timur, Aceh, dan Papua pernah dibentuk milisi-milisi seperti ini. Apakah kita ingin mengulangi kesalahan lama?” tegas Bhatara.

Dengan pendekatan yang dianggap menghidupkan simbol-simbol militerisme ini, Bhatara mengingatkan agar publik terus waspada.  “Kekuasaan itu harus diwaspadai dan dicurigai,” pungkasnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara
Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI
Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16
Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:48 WIB

Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Berita Terbaru