Jangan Main-Main! BKN Keluarkan Sistem Pengawasan Baru, Siap Intai PNS-PPPK Langgar Netralitas di Pilkada 2024

- Jurnalis

Jumat, 20 September 2024 - 06:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan perannya dalam pengawasan dan penegakan netralitas ASN PNS maupun PPPK menjelang perhelatan Pilkada serentak 2024 akan datang. Foto: Menpan.go.id

Ilustrasi - Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan perannya dalam pengawasan dan penegakan netralitas ASN PNS maupun PPPK menjelang perhelatan Pilkada serentak 2024 akan datang. Foto: Menpan.go.id

1tulah.com, JAKARTA – Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan perannya dalam pengawasan dan penegakan netralitas ASN PNS maupun PPPK menjelang perhelatan Pilkada serentak 2024 akan datang.

Plt Kepala BKN, Haryomo Dwi Putranto, mengatakan untuk mengawal netralitas PNS dan PPPK, BKN sudah membangun Sistem Berbagi Terintegrasi (SBT).

Tujuan SBT dia bilang agar mempermudah pengawasan dan penegakan yang memastikan netralitas ASN PNS dan terlaksana sebagai bentuk konkret implementasi Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) Manajemen ASN.

Dipastikan juga dalam mengawal pengawalan netralitas PNS dan PPPK ini, Haryomo menjelaskan, BKN berkolaborasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk mendorong pelaksanaan penegakan pelanggaran netralitas ASN.

“PNS dan PPPK yang melanggar netralitas diberikan sanksi secara berjenjang, mulai dari peringatan, teguran, hingga pemblokiran pada SIASN dalam hal PPK belum atau tidak menindaklanjuti rekomendasi, dan memastikan pelanggaran netralitas yang wajib ditindaklanjuti dengan mekanisme penjatuhan disiplin dilakukan menggunakan aplikasi I’DIS,” jelas Haryomo dalam pernyataan resminya, seperti dilansir dari jpnn.com, Jumat (20/9/2024).

Baca Juga :  Tantangan Terbuka IRGC untuk Donald Trump: Selat Hormuz Akan Jadi Medan Perang Mematikan bagi Pasukan AS

Demi mengoptimalkan peran tersebut, Haryomo juga menjelaskan BKN memiliki Kantor Regional dan Unit Pelayanan Teknis (UPT) tersebar di seluruh Indonesia yang menjadi penguat pengawasan dan pengendalian netralitas.

Hal itu ditambah dibentuknya Satgas Netralitas dalam melaksanakan tugasnya menggunakan SBT, di mana Sistem Informasi tersebut terintegrasi satu sama lain yang menyajikan data temuan, aduan atau pelanggaran NSPK Manajemen ASN.

Sehingga adanya keterpaduan dan akurasi data yang dapat dimanfaatkan oleh instansi terkait sebagai bahan untuk menentukan kebijakan dalam waktu yang cepat, akurat, dan real time.

Sistem pengawasan bersama dengan SBT ini digunakan secara terintegrasi antara BKN dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Selanjutnya dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sesuai kewenangannya masing-masing.

“Hal ini bertujuan untuk memenuhi prinsip penyelenggaraan pemilihan umum yang objektif, transparan, akuntabel, terintegrasi dan memenuhi persamaan data hasil penanganan pelanggaran,“ kata Haryomo.

Lebih lanjut dia bilang, manfaat pengawasan bersama dengan SBT merupakan bentuk sinergitas seluruh Satgas Netralitas, proses penanganan pelanggaran efektif, efisien, dan cepat, data pelanggaran netralitas valid dan update, serta penanganan dugaan pelanggaran netralitas sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Yerusalem Mencekam! Ledakan Hebat Pecah Saat Rudal Iran Terobos Pertahanan Udara Israel

Tidak hanya itu, Haryomo mengungkapkan bahwa BKN juga membangun sistem Integrated Mutasi (I-Mut), di mana semua mutasi yang dilakukan oleh PPK baik pusat maupun daerah harus melalui sistem I-Mut.

Sistem ini dibangun untuk memonitor adanya mutasi yang dilakukan oleh PPK termasuk berlaku juga bagi gubernur, bupati, dan wali kota definitif.

Misalnya, keputusan yang menguntungkan pegawai dapat secara otomatis tertolak oleh sistem integrasi jika adanya syarat-syarat yang dilanggar/tidak terpenuhi dan sebaliknya.

“Jika para pejabat yang akan melakukan demosi terhadap para ASN yang tidak mendukung karena tidak ikut berjasa dalam mengampanyekan kandidat akan diamati dan ter-cover oleh sistem yang diinvestigasi oleh BKN bila ada mutasi yang melanggar peraturan BKN yang berlaku,” tutup Haryomo.

Editor: Aprie

Berita Terkait

Yerusalem Mencekam! Ledakan Hebat Pecah Saat Rudal Iran Terobos Pertahanan Udara Israel
Iran Sebut Israel Ketakutan, Akses Media Lokal dan Internasional Kini Dibatasi Ketat!
Tantangan Terbuka IRGC untuk Donald Trump: Selat Hormuz Akan Jadi Medan Perang Mematikan bagi Pasukan AS
Geger Militer Israel Panggil 70.000 Pasukan Cadangan, Netizen Kaitkan dengan Hadis Kemunculan Dajjal
Kondisi Timur Tengah Memanas! Ali Khamenei Tewas, Rudal Iran Sasar Fasilitas AS
Vatikan Pilih Jalur PBB, Tolak Undangan Donald Trump Bergabung Board of Peace Gaza
esan Menohok Prabowo di HUT ke-18 Partai Gerindra: Jangan Berani Sentuh Uang Rakyat!
Skenario Besar Jokowi: Besarkan PSI demi Posisi Tawar Gibran di Pilpres 2029 dan 2034

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:57 WIB

Yerusalem Mencekam! Ledakan Hebat Pecah Saat Rudal Iran Terobos Pertahanan Udara Israel

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:15 WIB

Iran Sebut Israel Ketakutan, Akses Media Lokal dan Internasional Kini Dibatasi Ketat!

Minggu, 8 Maret 2026 - 09:59 WIB

Tantangan Terbuka IRGC untuk Donald Trump: Selat Hormuz Akan Jadi Medan Perang Mematikan bagi Pasukan AS

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:40 WIB

Geger Militer Israel Panggil 70.000 Pasukan Cadangan, Netizen Kaitkan dengan Hadis Kemunculan Dajjal

Minggu, 1 Maret 2026 - 12:42 WIB

Kondisi Timur Tengah Memanas! Ali Khamenei Tewas, Rudal Iran Sasar Fasilitas AS

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:02 WIB

Vatikan Pilih Jalur PBB, Tolak Undangan Donald Trump Bergabung Board of Peace Gaza

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:34 WIB

esan Menohok Prabowo di HUT ke-18 Partai Gerindra: Jangan Berani Sentuh Uang Rakyat!

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:12 WIB

Skenario Besar Jokowi: Besarkan PSI demi Posisi Tawar Gibran di Pilpres 2029 dan 2034

Berita Terbaru