Gunung Semeru Alami Erupsi Hampir 2 Menit

- Jurnalis

Minggu, 8 September 2024 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tepat 1 tahun berlalu, Gunung Api Semeru kembali erupsi tadi pagi. (Foto: tangkap layar twitter @BNPB_Indonesia)

Tepat 1 tahun berlalu, Gunung Api Semeru kembali erupsi tadi pagi. (Foto: tangkap layar twitter @BNPB_Indonesia)

1TULAH.COM – Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi selama 106 detik pada Minggu pukul 12.57 WIB.

“Erupsi terjadi pada Minggu, 8 September 2024, pukul 12.57 WIB, namun visual letusan tidak terlihat karena tertutup kabut,” kata Ghufron Alwi, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang.

Erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm, dan status Gunung Semeru tetap pada level II atau waspada.

Baca Juga :  Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Selama 24 jam pada Sabtu (7/9), tercatat Gunung Semeru mengalami 94 gempa letusan dengan amplitudo 12-25 mm, 10 gempa guguran dengan amplitudo 2-10 mm, 13 gempa embusan, 1 gempa tektonik lokal, dan 5 gempa tektonik jauh.

PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) memberikan rekomendasi terkait status waspada tersebut, yaitu warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 8 km dari puncak.

Baca Juga :  Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat

Di luar jarak tersebut, warga juga dilarang beraktivitas di sepanjang 500 meter tepi sungai, karena berpotensi terkena awan panas dan lahar hingga 13 km dari puncak.

Masyarakat juga harus menghindari radius 3 km dari kawah Semeru untuk menghindari lontaran batu pijar, serta mewaspadai awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Sejak 1 Januari hingga 8 September 2024 pukul 13.00 WIB, tercatat Gunung Semeru mengalami 1.187 letusan.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB