Ingin Hadir Dalam Misa Suci Sri Paus Fransiskus? Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

- Jurnalis

Sabtu, 31 Agustus 2024 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bapa Suci Sri Paus Fransiskus (Sumber : suara.com)

Bapa Suci Sri Paus Fransiskus (Sumber : suara.com)

1TULAH.COM – Dalam cuitan Papal Journey 2024 ke Indonesia pada 4-6 September, pimpinan tertinggi Takhta Suci Vatikan yang juga Imam Katolik tertinggi dunia, Bapa Suci Sri Paus Fransiskus yang akan memimpin proses Misa Suci.

Berlangsung pada hari Kamis (5/9/2024), kegiatan ibadah para pemeluk agama Khatolik ini digelar di kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, mulai pukul 17.00 WIB.

Pada hari Sabtu (31/8/2024), Panitia Perjalanan Bapa Suci Fransiskus memberikan pernyataan tata cara umat yang ingin berpartisipasi dalam Misa Suci.

Pengumuman ini menegaskan bahwa peraturan sebagaimana yang dipaparkan dalam konferensi pers di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada Rabu (28/8/2024).

Disebutkan, “Terkhusus perayaan Misa Suci di GBK, umat yang dapat mengikuti misa adalah umat yang telah memiliki tiket gelang.”

Sementara itu umat yang tidak memiliki tiket gelang tidak dibolehkan masuk ke dalam area stadion GBK.

“Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban acara yang akan berlangsung,” demikian lanjutan bunyi pernyataan tadi.

“Diharapkan umat dapat hadir dengan mempersiapkan kelengkapan persyaratan sehingga dapat mengikuti Misa Suci dengan nyaman dan aman,” jelas Panitia Perjalanan Bapa Suci Fransiskus.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan

lalu bagaimana dengan umat yang tidak memiliki gelang tiket?

Mereka dapat mengikuti perayaan Misa Suci secara online lewat live streaming di kanal media sosial Komsos KWI dan sejumlah kanal media sosial televisi nasional. Juga dapat menyaksikannya lewat tayangan televisi yang akan disiarkan di beberapa televisi nasional.

“Selain televisi, siaran Misa Suci juga akan dilakukan melalui jaringan Radio Republik Indonesia (RRI),” lanjut Panitia Perjalanan Bapa Suci Fransiskus.

Beberapa lingkungan Katolik menggelar acara Misa secara Daring bersama Sri Paus Fransiskus di gereja masing-masing.

Antara lain di Gereja Katolik Santa Bernadet Pinang, Tangerang.

Selain itu menyaksikan bersama misa secara langsung juga akan ada Komuni Kudus. Komuni Kudus dalam umat Katolik adalah roti dan anggur yang sudah dikonsekrasi dan dibagikan dalam misa.

Sebagai catatan, perjalanan apostolik Sri Paus Fransiskus menuju ke Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste dan Singapura berlangsung selama 2-13 September 2024.

Kota-kota yang didatangi adalah Jakarta, Port Moresby, Vanimo, dan Singapore City.

Indonesia sendiri yang akan menjadi negara pertama dalam rangkaian kunjungan Paus Fransiskus ke kawasan Asia Pasifik ini.

Baca Juga :  Benarkah "Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi"? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Dalam empat hari kunjungan (3-6/9/2024), Bapa Suci Paus Fransiskus akan disambut oleh Presiden RI Joko Widodo dalam upacara selamat datang di wilayah Istana Merdeka.

Dilanjutkan pertemuan dengan kalangan pemerintahan, masyarakat sipil, dan korps diplomatik di aula Istana Negara.

Di sini, Presiden Joko Widodo dan Paus Fransiskus akan memberikan pidato mereka masing-masing.

Dalam rencana agenda lainnya yang sudah dikonfirmasi adalah pertemuan dengan para uskup, imam, diakon, pelaku hidup bakti, seminaris dan katekis di Gereja Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga.

Setelah itu, pertemuan dengan kaum muda scholas di Grha Pemuda, pertemuan antaragama di Masjid Istiqlal dan pelaksanaan Misa Suci di GBK.

Selanjutnya Bapa Suci Paus Fransiskus akan membawakan Homili dalam Misa Suci GBK Senayan. Acara keagamaan ini akan dihadiri sebanyak 80 ribu umat lebih, menurut keterangan Konferensi Waligereja Indonesia.

Homili adalah pewartaan Sabda Allah yang bertolak dari Kitab Suci dan memberi penjelasan perihal isi bacaan Kitab Suci dalam Liturgi Sabda.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Berita Terkait

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru
Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Berita Terbaru