Meski diduga Terlibat Kasus Korupsi, Langkah Bobby Nasution di Pilgub Sumut Dinilai Mulus

- Jurnalis

Jumat, 30 Agustus 2024 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Medan, Bobby Nasution.(ist)

Wali Kota Medan, Bobby Nasution.(ist)

1TULAH.COM – Wali Kota Medan Bobby Nasution diperkirakan akan tetap melenggang mulus di Pilkada Sumatera Utara 2024 sebagai bakal Calon Gubernur. Nama menantu Presiden Jokowi tersebut sempat disebut dalam sidang kasus korupsi tambang di Halmahera yang menyeret mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba.

Pengamat politik dari Universitas Soedirman, Indaru Setyo Nurprojo, menilai jika kasus itu tak akan signifikan memengaruhi perolehan suara Bobby di Pilkada Sumut. Salah satu faktornya juga sebab status Bobby sebagai menantu RI 1 yang dapat jadi dibantu dalam menyediakan alat untuk mengeruk suara masyarakat.

“Alat-alat untuk memenangkan. Jadi keterlibatan-keterlibatan alat, maaf ya, amparat, lembaga-lembaga tertentu untuk mendukung pemenangan, itu sudah disiapkan. Jadi hal-hal itu sudah diantisipasi untuk kemudian berproses dalam proses pemilihan nanti,” kata Indaru saat dihubungi Suara.com, Jumat (30/8/2024).

Baca Juga :  MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Daripada kasus korupsi tambang yang menimpa Bobby, menurut Indaru, hal-hal lain seperti menyinggung etnis, ras, suku, serta pelecehan seksual yang sebenarnya lebih fatal bisa memengaruhi hasil Pilkada.

“Tapi selama hanya di level permukaan, mereka sudah penyiapkan lama untuk jejaring-jejaring sampai ke level pengamanan suara, pengamanan massa, dan sebagainya,” jelasnya.

Diketahui jika sejumlah pihak sudah membuat laporan ke KPK terkait dugaan keterlibatan Bobby pada izin tambang di Maluku Utara. Tetapi, sampai saat ini memang tak ada tindak lanjut mengenai penyelidikan dari dugaan tersebut.

Indaru menduga jika hal seperti itu juga termasuk ‘alat negara’ yang sengaja disiapkan agar posisi Bobby tetap aman di Pilkada 2024.

“Terkondisikan semua alat ya, semua alat negara, semua alat yang mendukung soal itu. Dengan isu KIM dan sebagainya. Bagaimanapun, karena nanti penentu (pimpinan) KPK partai-partai dari KIM juga. Pokoknya kondisi politik kita itu sudah pada kondisi-kondisi seperti itu. Jadi, boleh dibilang kalau sampai jaringan istana kalah, itu menarik. Kalau menang, ya sudah pasti menang,” tuturnya.

Baca Juga :  KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Bobby Nasution diduga terlibat dalam kasus suap izin usaha pertambangan (IUP) di Maluku Utara. Bobby diduga terlibat dalam pemberian suap kepada mantan Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba dalam mengurus IUP di Halmahera.

Nama Bobby dan istrinya, Kahiyang Ayu, juga sudah disebut dalam persidangan Abdul Ghani. Dalam sidang kasus suap tersebut, muncul istilah ‘Blok Medan’ yang selalu digunakan oleh Abdul Ghani saat mengurus IUP. Kode ‘Blok Medan’ merujuk terhadap pengurusan IUP untuk perusahaan yang diduga milik Bobby.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun
Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng
Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Berita Terbaru

Berita

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:30 WIB