Menkes Targetkan 900 Ribu Kasus Baru Dapat Terdeteksi Usai Kemenenkes RI Dapat Sumbangan Rontgen TB

- Jurnalis

Senin, 5 Agustus 2024 - 05:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkes RI Budi Gunadi Sadikin. Foto : suara.com

Menkes RI Budi Gunadi Sadikin. Foto : suara.com

1TULAH.COM – Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI menekankan jika setiap provinsi harus memiliki alat skrining tuberkulosis (TB) Portable X-Ray. Alat tersebut dinilai dapat lebih cepat mengobservasi penyakit TBC.

Budi menyampaikan jika Kemenkes akan mendistribusikan portable X-Ray ke daerah-daerah dengan kasus TB yang tinggi. Salah satu daerah yang menjadi prioritas yakni Kota Bandung.

“Butuhnya untuk nasional, kami merasa masing-masing provinsi harus punya 2 alat portable X-Ray, tapi saat ini kami mau prioritaskan ke provinsi-provinsi yang tinggi kasus TBC-nya,” kata Budi dalam keterangannya, Minggu (4/8/2024).

Portable X-Ray itu merupakan bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA). Saat ini yang tersedia di Indonesia ada sebanyak 25 unit, tersebar di 15 kabupaten/kota di 8 provinsi prioritas percepatan eliminasi TBC 2030.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal

Alat tersebut nantinya akan didistribusikan ke wilayah prioritas dengan jumlah kasus TB tinggi seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Maluku.

Usai peluncuran di Bandung, Budi meminta agar wilayah lain yang sudah mendapatkan Portable X-Ray dapat segera memulai kegiatan Active Case Finding bulan ini juga.

Alat itu juga dapat menjadi solusi dalam pemeriksaan TB pada anak. Karena, kata Budi, TB secara fisik tak dapat diobservasi serta anak-anak juga tak dapat dipaksa mengeluarkan dahaknya. Sehingga pemeriksaannya perlu dengan rontgen, termasuk dengan alat Portable X-Ray.

Baca Juga :  Skandal Suap Pengadaan Smart Board & Chromebook Muara Enim senilai Rp62,86 Miliar: Terungkapnya Kongkalikong di Jakarta

Secara data, Indonesia menempati posisi kedua kasus TB terbanyak di dunia setelah India yang berada di urutan pertama. Jumlah kasus baru mencapai 1.060.000 dan 134.000 kematian setiap tahunnya, atau setara dengan 15 kematian akibat TB setiap jam.

“Itu sebabnya kenapa pemerintah sekarang, sejak pandemi Covid-19, TBC ditangani secara agresif melakukan program surveilans untuk menemukan di mana saja,” tegas Budi.

Dengan bantuan alat tersebut, Budi berharap ada 900 ribu kasus TB bisa ditemukan tahun ini.

“Karena kalau kasus TBC ditemukan, bisa langsung diobati, cukup 4 sampai 6 bulan bisa sembuh. Pasien TB tidak akan menularkan kalau sudah dikasih obat, sehingga diharapkan makin lama makin sedikit kasusnya,” ujarnya.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru