Pemkab Barsel Serius Kembangkan SDM Pendidikan, Latih Kepemimpinan dan Kurikulum Merdeka

- Jurnalis

Kamis, 1 Agustus 2024 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Kalteng, I Ketut Sukajaya didampingi Kabid Pembinaan dan Ketenangan Disdik Kabupaten Barsel, Isnah Cholison (tengah) saat berfoto bersama guru-guru peserta pelatihan kepemimpinan, bertempat di Aula Kantor Bappeda, Rabu (31/7/2024). Foto. Alifansyah/1tulah.com

Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Kalteng, I Ketut Sukajaya didampingi Kabid Pembinaan dan Ketenangan Disdik Kabupaten Barsel, Isnah Cholison (tengah) saat berfoto bersama guru-guru peserta pelatihan kepemimpinan, bertempat di Aula Kantor Bappeda, Rabu (31/7/2024). Foto. Alifansyah/1tulah.com

1tulah.com, BUNTOK-Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), menggelar pelatihan kepemimpinan dan implementasi Kurikulum Merdeka bagi Kepala Sekolah (Kepsek) dan para guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah setempat, yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda, (Rabu 31/7/2024).

Kepala Disdik Kabupaten Barsel, Syahdani melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Ketenagaan, Isnah Cholison menyampaikan, dalam penerapan kurikulum merdeka pelatihan kepemimpinan sangat penting dan berperan krusial guna meningkatkan kualitas pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal bagi Kepsek dan para guru SMP di Kabupaten Barsel.

Dengan tujuan, lanjutnya, untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan Kepsek serta para guru SMP dalam melaksanakan kurikulum merdeka belajar, sehingga pendidikan di Kabupaten Barsel dapat menjadi lebih baik dan maju lagi dimasa depan.

Baca Juga :  Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

“Kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 120 orang yang terdiri dari Kepsek dan guru-guru SMP se Kabupaten Barsel,” terangnya.

Ia menyampaikan, dalam kurikulum merdeka belajar, baik Kepsek maupun guru memiliki peran penting untuk memastikan keberhasilan implementasi dan pengembangan kurikulum merdeka dalam dunia pendidikan sekarang, untuk itu pelatihan kepemimpinan tersebut sangat bagus dan bermanfaat bagi Kepsek serta para guru guna mewujudkan pendidikan lebih baik lagi.

“Kita berharap dengan pelatihan ini, seluruh peserta dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, agar dapat menerapkan sistem kepemimpinan sesuai dengan apa yang didapat selama pelatihan ini,” ujar Isnah Cholison.

Sementara, Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Tengah, I Ketut Sukajaya menuturkan, pelatihan tersebut merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Balai Guru Penggerak dan Disdik Kabupaten Barsel untuk meningkatkan kompetensi, mengembangkan dan memberdayakan guru-guru, Kepsek serta pengawas sekolah dalam penerapan dan implementasi kurikulum merdeka belajar.

Baca Juga :  Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru

“Sehingga kita dapat mewujudkan murid-murid yang memiliki kompetensi dan karakter yang baik dimasa depan,” tuturnya.

Ia mengatakan, dengan pelatihan kepemimpinan tersebut, Kepsek dan guru SMP dapat mencapai hasil yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengelolaan sekolah, serta dapat memberikan keterampilan yang dibutuhkan untuk memimpin dengan efektif, dimana implementasi kurikulum merdeka memastikan pembelajaran yang relevan dan berpusat pada siswa, yang membantu dalam komunikasi yang jelas dan persuasif.

“Kita berharap apa yang kita lakukan ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang baik dan optimal bagi peserta didik,” kata I Ketut Sukajaya. (Alifansyah)

 

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru