Sikap Diam ASEAN Beri Ruang China Lakukan Bullying di Laut China Selatan: Pakar Peringatkan Dampak Negatif

- Jurnalis

Jumat, 26 Juli 2024 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi berjudul “China and Maritime Security in the South China Sea: Indonesian and Philippine Perspectives,” yang diselenggarakan bersama oleh Paramadina Public Policy Institute (PPPI) dan Forum Sinologi Indonesia (FSI).

Diskusi berjudul “China and Maritime Security in the South China Sea: Indonesian and Philippine Perspectives,” yang diselenggarakan bersama oleh Paramadina Public Policy Institute (PPPI) dan Forum Sinologi Indonesia (FSI).

1TULAH.COM-Sikap diam yang ditunjukkan oleh negara-negara ASEAN dalam menghadapi klaim sepihak dan tindakan intimidasi China di Laut China Selatan telah memberikan ruang bagi Beijing untuk melakukan tindakan “bullying” yang lebih intensif. Para ahli memperingatkan bahwa jika situasi ini dibiarkan berlarut-larut, maka stabilitas dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik akan semakin terancam. Diskusi terbaru menyoroti pentingnya kerja sama regional yang efektif untuk mengatasi tantangan ini.

Laut China Selatan, dengan kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah, telah menjadi pusat perebutan pengaruh di kawasan Asia Tenggara. Klaim sepihak China atas hampir seluruh wilayah laut tersebut telah memicu ketegangan dengan negara-negara tetangga seperti Filipina, Vietnam, dan Malaysia. Tindakan-tindakan agresif China, seperti pembangunan pulau buatan, militerisasi wilayah, dan gangguan terhadap aktivitas nelayan negara-negara ASEAN, semakin mengintensifkan konflik.
Dampak Negatif dari Sikap Diam ASEAN
Sikap diam yang ditunjukkan oleh sebagian besar negara ASEAN dalam menghadapi agresivitas China telah menimbulkan sejumlah dampak negatif:
Penguatan Dominasi China: Dengan tidak adanya perlawanan yang berarti, China semakin leluasa memperkuat kehadiran militernya di Laut China Selatan dan memaksakan kehendaknya pada negara-negara tetangga.
Terkikisnya Hukum Internasional: Tindakan-tindakan China yang melanggar hukum internasional, seperti Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS), semakin mengikis tatanan hukum internasional yang selama ini menjadi dasar hubungan antarnegara.
Meningkatnya Ketidakpastian: Ketidakpastian hukum dan keamanan di Laut China Selatan menghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.
Mengancam Stabilitas Regional: Eskalasi konflik di Laut China Selatan dapat memicu perlombaan senjata dan konflik bersenjata yang lebih besar, mengancam stabilitas dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
Pentingnya Kerja Sama Regional
Untuk mengatasi tantangan ini, negara-negara ASEAN perlu memperkuat kerja sama regional. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
Meningkatkan Koordinasi: Negara-negara ASEAN perlu meningkatkan koordinasi dalam menyikapi tindakan-tindakan provokatif China.
Memperkuat Kapasitas Pertahanan: Peningkatan kapasitas pertahanan masing-masing negara ASEAN akan menjadi penangkal yang efektif terhadap ancaman militer China.
Mencari Dukungan Internasional: ASEAN perlu melibatkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa untuk memberikan dukungan diplomatik dan militer.
Memperkuat Diplomasi: Diplomasi yang tegas dan konsisten diperlukan untuk menyampaikan pesan yang jelas kepada China bahwa tindakan-tindakan agresifnya tidak akan ditoleransi.
Sikap diam ASEAN dalam menghadapi agresivitas China di Laut China Selatan telah memberikan konsekuensi yang serius bagi stabilitas dan keamanan kawasan. Untuk mengatasi tantangan ini, negara-negara ASEAN perlu bersatu dan mengambil tindakan yang lebih tegas. Kerja sama regional yang kuat, didukung oleh kapasitas pertahanan yang memadai dan diplomasi yang efektif, adalah kunci untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan negara-negara ASEAN di Laut China Selatan. (Sumber:Suara.com)

Baca Juga :  Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali

Berita Terkait

Aturan Distribusi Daging Kurban Sesuai Syariat agar Sah dan Tepat Sasaran
Poin Sama dengan Borneo FC, Persib Bandung Juara Super League 2025/2026 Unggul Head-to-Head
Polisi Amankan Tiga Pelaku Penipuan Modus Hipnotis di Kelapa Gading
KPK Periksa Para Pejabat Pemkab Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi
KPK Segera Jadwalkan Pemeriksaan Pengusaha Rokok M Suryo Kasus Suap
Terjebak Kepuasan Instan: Sisi Gelap Paylater dan Tekanan Tren Medsos bagi Gen Z
Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi
Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:26 WIB

Aturan Distribusi Daging Kurban Sesuai Syariat agar Sah dan Tepat Sasaran

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:16 WIB

Poin Sama dengan Borneo FC, Persib Bandung Juara Super League 2025/2026 Unggul Head-to-Head

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:48 WIB

Polisi Amankan Tiga Pelaku Penipuan Modus Hipnotis di Kelapa Gading

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:46 WIB

KPK Periksa Para Pejabat Pemkab Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:23 WIB

KPK Segera Jadwalkan Pemeriksaan Pengusaha Rokok M Suryo Kasus Suap

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:50 WIB

Terjebak Kepuasan Instan: Sisi Gelap Paylater dan Tekanan Tren Medsos bagi Gen Z

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIB

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:01 WIB

Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali

Berita Terbaru