2 Wanita di Brasil Meninggal Gegara Virus Oropouche, Apa Gejalanya?

- Jurnalis

Jumat, 26 Juli 2024 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1TULAH.COM – Brasil baru-baru ini melaporkan kasus kematian pertama di dunia yang disebabkan oleh virus Oropouche. Dua wanita dari negara bagian Bahia di Timur Laut Brasil menjadi korban pertama virus ini.

Kementerian Kesehatan Brasil menyatakan bahwa kedua wanita tersebut berusia di bawah 30 tahun dan tidak memiliki riwayat penyakit penyerta.

Mereka mengalami gejala yang mirip dengan demam berdarah dengue (DBD) yang parah, seperti demam, nyeri otot, sendi kaku, sakit kepala, muntah, mual, menggigil, atau sensitif terhadap cahaya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengungkapkan bahwa gejala infeksi virus Oropouche biasanya muncul antara empat hingga delapan hari setelah terinfeksi dan berlangsung selama tiga hingga enam hari.

Baca Juga :  Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Menurut Kementerian Kesehatan Brasil, sebanyak 7.236 kasus infeksi Oropouche telah tercatat pada tahun 2024, dengan sebagian besar kasus dilaporkan di negara bagian Amazonas dan Rondonia.

Infeksi yang parah dapat menyebabkan komplikasi berbahaya seperti meningitis. Virus Oropouche pertama kali diisolasi di Brasil pada tahun 1960.

Sebagian besar kasus dilaporkan di wilayah Amazon Brasil, namun wabah dan kasus terisolasi juga telah dilaporkan di negara-negara lain di Amerika Latin.

Baca Juga :  Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) telah mengeluarkan peringatan epidemiologi tentang peningkatan kasus virus Oropouche yang dilaporkan di lima negara, yaitu Brasil, Bolivia, Peru, Kuba, dan Kolombia.

PAHO menyatakan bahwa mereka telah berdiskusi dengan para ahli tentang peningkatan kasus ini, potensi penularan vertikal, dan upaya untuk mendukung negara-negara yang terkena dampak dalam memperkuat pengawasan epidemiologi.

Virus Oropouche (OROV) adalah arbovirus dan anggota famili Peribunyaviridae. Virus ini pertama kali terdeteksi pada tahun 1955 di dekat Sungai Oropouche di Trinidad

Penulis : Laili Rukhmina

Berita Terkait

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Berita Terbaru

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Haykal Kamil Pilih Batalkan Pekerjaan Demi Keselamatan. Instagram @
haykalkamil

Entertainment

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Haykal Kamil Tingkatkan Kewaspadaan

Senin, 7 Sep 2026 - 16:14 WIB

Plt Sekda Seruyan, dr. Bacrun Abbas, bersama OPD terkait saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di Ruang Rapat Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan, Senin (7/9).

Seruyan

Indeks Perkembangan Harga di Seruyan Berstatus Naik

Senin, 7 Sep 2026 - 15:58 WIB