RS Marzoeki Mahdi Layani Penderita Gangguan Mental Akibat Judi Online

- Jurnalis

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi judi online  (sumber: suara.com)

Ilustrasi judi online (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Kecanduan judi online memiliki dampak signifikan pada kesehatan mental seseorang. Mereka yang terjebak dalam kecanduan ini perlu segera mendapatkan bantuan dari profesional kejiwaan untuk mencegah dampak negatif yang lebih parah pada kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

Dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ, Direktur Utama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional (PKJN) RS Marzoeki Mahdi, menyatakan bahwa perawatan untuk gangguan kecanduan judi dapat dilakukan, tergantung pada kemauan pasien untuk menjalani perawatan tersebut.

Saat ini, PKJN RS Marzoeki Mahdi telah membuka Klinik Adiksi Perilaku untuk menangani individu dengan masalah kecanduan judi.

Baca Juga :  KPK Bakal Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Selain perjudian, klinik ini juga menangani berbagai jenis kecanduan perilaku non-zat seperti kecanduan bermain gim, seks, pornografi, dan belanja.

Pembukaan klinik ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh PKJN RS Marzoeki Mahdi mengenai perilaku adiksi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi judi online dan perilaku terkait, serta merumuskan model terapi untuk orang dengan gangguan judi online di Indonesia.

Hasil penelitian tersebut akan digunakan untuk mengembangkan layanan dan membuka poliklinik adiksi perilaku di PKJN RS Marzoeki Mahdi.

Program pemulihan adiksi yang dapat diikuti oleh pasien meliputi konseling individu, konseling keluarga atau pasangan, terapi perilaku kognitif (CBT), wawancara motivasional (MI), dan bantuan mandiri.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali

Selama tahun 2024, terdapat 19 kunjungan pasien ke poli psikiatri terkait masalah judi online. Pasien ini terdiri dari 5 orang berusia 17-24 tahun, 6 orang berusia 25-28 tahun, 5 orang berusia 31-42 tahun, dan 3 orang berusia 52-56 tahun.

Semua pasien ini adalah laki-laki. Pada bulan Februari ada 2 kunjungan, Maret ada 4 kunjungan, April ada 1 kunjungan, Mei ada 9 kunjungan, dan Juni terdapat 3 kunjungan pasien.

Penulis : Laili Rukhmina

Berita Terkait

Polisi Amankan Tiga Pelaku Penipuan Modus Hipnotis di Kelapa Gading
KPK Periksa Para Pejabat Pemkab Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi
KPK Segera Jadwalkan Pemeriksaan Pengusaha Rokok M Suryo Kasus Suap
Terjebak Kepuasan Instan: Sisi Gelap Paylater dan Tekanan Tren Medsos bagi Gen Z
Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi
Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali
KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap
Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:48 WIB

Polisi Amankan Tiga Pelaku Penipuan Modus Hipnotis di Kelapa Gading

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:46 WIB

KPK Periksa Para Pejabat Pemkab Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:23 WIB

KPK Segera Jadwalkan Pemeriksaan Pengusaha Rokok M Suryo Kasus Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIB

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:01 WIB

Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:59 WIB

KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:07 WIB

Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:59 WIB

DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial

Berita Terbaru