Modus Baru TPPO Menyasar Generasi Z dan Perempuan: Waspada!

- Jurnalis

Kamis, 11 Juli 2024 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan WNI korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) diselamatkan Kepolisian Thailand dan KBRI Bangkok dari lokasi-lokasi perjudian di perbatasan Thailand-Myanmar (foto: ilustrasi).

Puluhan WNI korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) diselamatkan Kepolisian Thailand dan KBRI Bangkok dari lokasi-lokasi perjudian di perbatasan Thailand-Myanmar (foto: ilustrasi).

1TULAH.COM-Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kini semakin marak dan modus operandi para pelakunya pun terus berkembang. Generasi Z yang melek digital namun belum memiliki pekerjaan dan perempuan menjadi sasaran utama para pelaku TPPO.

Kasus ribuan mahasiswa Indonesia yang menjadi korban TPPO pada bulan Mei lalu masih menjadi ingatan pahit. Sebanyak 1.047 mahasiswa dari 33 kampus di seluruh Indonesia tergiur janji dua perusahaan rekrutmen yang masuk kampus untuk mensosialisasikan program magang Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM).

Mereka diiming-imingi gaji tinggi dan pengalaman kerja di luar negeri, namun kenyataannya terjerumus ke dalam skema perdagangan manusia.

Modus baru TPPO ini memanfaatkan keterbukaan informasi di era digital dan keinginan generasi Z untuk mendapatkan pengalaman kerja internasional.

Para pelaku TPPO menargetkan mereka melalui media sosial, platform lowongan pekerjaan online, dan bahkan dengan mendatangi kampus secara langsung.

Perempuan juga menjadi sasaran empuk karena seringkali dianggap lebih mudah dimanipulasi dan dieksploitasi. Mereka diiming-imingi pekerjaan dengan gaji tinggi, namun kenyataannya terjebak dalam jeratan perdagangan seks, kerja paksa, atau pernikahan paksa.

Berbicara dalam diskusi publik “Menuntut Hak atas Pemulihan Bagi Korban TPPO” Rabu lalu (3/7/2024), Sekjen Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) Gina Sabrina mengatakan jika semula korban TPPO adalah warga miskin dan berpendidikan rendah, kasus “Ferienjob” membuka mata banyak kalangan.

“Terakhir, kasus praktik pemagangan di Jerman, FerienJob, kalau masih ingat itu salah satu modus yang mematahkan analisa deretan kasus TPPO selama ini. Ferienjob mengeksploitasi mahasiswa bermodus magang, namun bekerja tidak sesuai keahlian pendidikan yang dimiliki. Menjerat semua kalangan akademisi perguruan tinggi. Kita perlu mewaspadai taktik dan strategi jaringan TPPO agar bisa diungkap dan diberantas.”

Baca Juga :  KPK Usut Dugaan Pengumpulan Uang THR di RSUD Cilacap

Yang lebih menyedihkan, kata Gina, 95% korban adalah perempuan.Dari 982 aduan dan 1.361 tersangka pelaku yang ditangkap, diketahui bahwa korban TPPO didominasi oleh mereka yang hanya mengenyam pendidikan hingga SD (33%), SMP (33%), SMA (11%), dan tidak menyelesaikan pendidikan (22%).

Migrant Care: Pelaku Mulai Merambah ke Pendidikan Tinggi

Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo mengatakan situasi minimnya lapangan kerja, terutama pasca perebakan luas Covid-19, telah dimanfaatkan oleh sindikat perdagangan orang untuk menjerat korban. Pelaku kini mulai merambah ke pendidikan tinggi yang sangat segera ingin bekerja dan mudah diiming-imingi.

“Kita koar-koar soal teknologi digital, Gen Z, dan lainnya. Data BPS melansir ada 9 juta Gen Z menganggur. Ini fakta soal bonus demografi yang justru menjadi ironi. Kalau selama ini korban TPPO itu miskin, dari pedesaan, pendidikan rendah; kini korban berasal dari perkotaan, secara ekonomi bukan miskin, educated, lulusan sarjana dari kampus, dan lainnya. Ini ironi!,” tukasnya.

Mereka-mereka yang berpendidikan ini merasa tidak mungkin dapat tertipu, apalagi ketika mendapat informasi soal bekerja di luar negeri, tambah Wahyu.

“Sektor digital yang kemudian menjadi iming-iming mereka untuk bisa kerja ke luar negeri, ternyata justru digunakan untuk kejahatan. Mereka dipaksa melakukan scamming online atau judi online.”

Baca Juga :  Sindir Stabilitas Rupiah, Prabowo Lempar Candaan ke Titiek Soeharto hingga Absen Ketum Kadin

Mabes Polri telah membentuk dan mengaktifkan Satgas TPPO Polri pada Juni 2023, yang sejauh ini telah berhasil mengungkapkan ratusan kasus dan menyeret para pelaku ke muka hukum. Tetapi fokus penanganan hukum masih pada kedua hal itu, belum ada upaya untuk memulihkan kondisi korban dan memberikan kompensasi.

Satgas TPPO Polri, Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) dan organisasi masyarakat sipil masih mencari mekanisme terbaik untuk menggabungkan upaya memberantas TPPO dan menyeret pelaku, sambil memenuhi hak korban untuk mendapatkan restitusi dan kompensasi lewat perubahan kebijakan dan penanganan. Ini merupakan pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan untuk menuntaskan masalah TPPO.

Beberapa tips untuk menghindari TPPO:

  • Waspadalah terhadap tawaran kerja yang tidak masuk akal, seperti gaji tinggi tanpa pengalaman atau kualifikasi yang memadai.
  • Lakukan riset mendalam tentang perusahaan atau organisasi yang menawarkan pekerjaan.
  • Jangan mudah tergiur dengan iming-imingi yang berlebihan.
  • Selalu beritahu keluarga atau orang terdekat tentang rencana Anda untuk bekerja di luar negeri.
  • Gunakan platform lowongan pekerjaan terpercaya dan pastikan Anda mengetahui detail pekerjaannya dengan jelas.
  • Pelajari tentang hak-hak Anda sebagai pekerja migran dan bagaimana cara menuntut jika Anda merasa dieksploitasi.

Mari bersama-sama kita lawan TPPO dengan meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan. (Sumber:voaindonesia.com)

Berita Terkait

Polisi Amankan Tiga Pelaku Penipuan Modus Hipnotis di Kelapa Gading
KPK Periksa Para Pejabat Pemkab Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi
KPK Segera Jadwalkan Pemeriksaan Pengusaha Rokok M Suryo Kasus Suap
Terjebak Kepuasan Instan: Sisi Gelap Paylater dan Tekanan Tren Medsos bagi Gen Z
Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi
Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali
KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap
Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:48 WIB

Polisi Amankan Tiga Pelaku Penipuan Modus Hipnotis di Kelapa Gading

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:46 WIB

KPK Periksa Para Pejabat Pemkab Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:23 WIB

KPK Segera Jadwalkan Pemeriksaan Pengusaha Rokok M Suryo Kasus Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIB

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:01 WIB

Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:59 WIB

KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:07 WIB

Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:59 WIB

DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial

Berita Terbaru