1TULAH.COM – Penelitian dari institut Karolinska dan Rumah Sakit Danderyd mengungkap bahwa wanita mengalami kehilangan harapan hidup yang lebih besar daripada pria setelah serangan jantung, terutama jika mereka mengalami gangguan fungsi jantung.
Studi ini melibatkan 335.000 penyintas serangan jantung dan membandingkannya dengan 1,6 juta orang tanpa infark miokard.
Menurut penulis pertama, Christian Reitan, wanita dan individu muda yang mengalami serangan jantung kehilangan lebih banyak harapan hidup dibandingkan dengan kelompok lain.
Sebagai contoh, seorang wanita berusia 50 tahun dengan gangguan fungsi jantung bisa kehilangan rata-rata 11 tahun harapan hidup, sementara seorang pria berusia 80 tahun dengan fungsi jantung normal hanya kehilangan sekitar 5 bulan.
Penurunan harapan hidup ini tidak hanya disebabkan oleh serangan jantung itu sendiri, tetapi juga oleh faktor-faktor lain seperti kondisi sosial ekonomi, penyakit lain seperti hipertensi dan diabetes, serta perbedaan dalam pendidikan dan pendapatan.
Namun, jika pasien dapat mempertahankan fungsi jantungnya, perbedaan gender dalam harapan hidup ini menghilang.
Temuan ini penting untuk memahami dampak serangan jantung pada harapan hidup, mengidentifikasi kelompok yang berisiko tinggi, dan meningkatkan perencanaan perawatan di masa mendatang.
Penulis : Dedy Hermawan

![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)


















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



