Benarkah Wanita Lebih Banyak Kehilangan Harapan Hidup Pasca Alami Serangan Jantung?

- Jurnalis

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi serangan jantung (suara.com)

Ilustrasi serangan jantung (suara.com)

 

1TULAH.COM – Penelitian dari institut Karolinska dan Rumah Sakit Danderyd mengungkap bahwa wanita mengalami kehilangan harapan hidup yang lebih besar daripada pria setelah serangan jantung, terutama jika mereka mengalami gangguan fungsi jantung.

Studi ini melibatkan 335.000 penyintas serangan jantung dan membandingkannya dengan 1,6 juta orang tanpa infark miokard.

Menurut penulis pertama, Christian Reitan, wanita dan individu muda yang mengalami serangan jantung kehilangan lebih banyak harapan hidup dibandingkan dengan kelompok lain.

Baca Juga :  Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Sebagai contoh, seorang wanita berusia 50 tahun dengan gangguan fungsi jantung bisa kehilangan rata-rata 11 tahun harapan hidup, sementara seorang pria berusia 80 tahun dengan fungsi jantung normal hanya kehilangan sekitar 5 bulan.

Penurunan harapan hidup ini tidak hanya disebabkan oleh serangan jantung itu sendiri, tetapi juga oleh faktor-faktor lain seperti kondisi sosial ekonomi, penyakit lain seperti hipertensi dan diabetes, serta perbedaan dalam pendidikan dan pendapatan.

Baca Juga :  Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Namun, jika pasien dapat mempertahankan fungsi jantungnya, perbedaan gender dalam harapan hidup ini menghilang.

Temuan ini penting untuk memahami dampak serangan jantung pada harapan hidup, mengidentifikasi kelompok yang berisiko tinggi, dan meningkatkan perencanaan perawatan di masa mendatang.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Berita Terbaru

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Haykal Kamil Pilih Batalkan Pekerjaan Demi Keselamatan. Instagram @
haykalkamil

Entertainment

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Haykal Kamil Tingkatkan Kewaspadaan

Senin, 7 Sep 2026 - 16:14 WIB

Plt Sekda Seruyan, dr. Bacrun Abbas, bersama OPD terkait saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di Ruang Rapat Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan, Senin (7/9).

Seruyan

Indeks Perkembangan Harga di Seruyan Berstatus Naik

Senin, 7 Sep 2026 - 15:58 WIB