Terburu-buru? Yuk, Belajar Santai Jalani Hidup ala Pakar Psikosomatik

- Jurnalis

Rabu, 10 Juli 2024 - 05:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi santai. (pexels.com/Maksim Goncharenok)

Ilustrasi santai. (pexels.com/Maksim Goncharenok)

1TULAH.COM-Di era modern yang serba cepat ini, tak jarang kita merasa terjebak dalam kesibukan tanpa henti. Pikiran dipenuhi kecemasan dan rasa gelisah untuk menyelesaikan tumpukan pekerjaan. Bahkan, saat satu tugas selesai, bayang-bayang tanggung jawab lain sudah menghantui.

Pernahkah Anda mengalaminya? Jika ya, Anda tidak sendiri. Fenomena ini, menurut dr. Andri, SpKJ, pakar psikosomatik dari RS EMC Alam Sutera, banyak dialami masyarakat modern yang terjebak dalam jerat kesibukan.

Kabar baiknya, dr. Andri hadir untuk membawa pencerahan. Beliau menekankan pentingnya belajar santai menjalani hidup, sebuah kunci untuk meraih ketenangan dan kebahagiaan di tengah hiruk pikuk dunia.

Fenomena ini, menurut dr. Andri, SpKJ, pakar psikosomatik dari RS EMC Alam Sutera, kerap dirasakan masyarakat modern yang serba terburu-buru. Hal ini mendorongnya untuk mengingatkan pentingnya belajar santai menjalani hidup.

Pentingnya Belajar Santai

“Jika kita terus-menerus merasa terburu-buru, ini juga bisa menjadi masalah. Kita harus belajar mengatur ritme kita. Seperti orang yang ingin lari maraton, mereka tidak boleh langsung berlari cepat di awal, tapi harus pelan-pelan dulu. Orang yang berlatih maraton juga perlu waktu latihan yang lama,” ungkap dr. Andri dikutip dari  Suara.com.

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Ia menekankan pentingnya belajar santai untuk mengatur ritme kehidupan. Mengutip buku To Rest, dr. Andri menceritakan bagaimana pakar biologi Charles Darwin hanya bekerja selama 90 menit yang dibagi menjadi 3 sesi, alias 4,5 jam dalam sehari. Waktu luangnya diisi dengan berbagai aktivitas lain seperti berjalan, tidur siang, dan berjemur.

Meskipun hanya bekerja sebentar, Darwin mampu menulis karya besar “Origin of Species” yang mengubah cara pandang kita tentang ilmu pengetahuan dan evolusi manusia.

“Mengapa bisa demikian? Dalam buku tersebut dikatakan bahwa Darwin benar-benar fokus selama bekerja. Ia membaca jurnal, meneliti, menulis, dan membahas surat dengan konsentrasi penuh. Saat waktunya santai, ia benar-benar beristirahat. Pada masa itu, tidak ada ponsel, jadi lebih mudah untuk benar-benar santai. Namun, sekarang kita sering dihubungi melalui telepon, SMS, WhatsApp, Telegram, bahkan DM di media sosial,” terangnya lagi.

Tips Melepas Diri dari Rasa Buru-buru

Berikut beberapa tips dari dr. Andri untuk membantu Anda terlepas dari rasa buru-buru:

  • Hindari Membandingkan Diri dengan Orang Lain: Banyak orang terjebak dalam pemikiran bahwa tujuan hidup harus diraih sesegera mungkin karena melihat orang lain sudah lebih dulu mendapatkannya. Hal ini justru dapat menghambat pencapaian Anda. Sebaiknya, fokuslah pada kemajuan diri sendiri dibandingkan orang lain.
  • Atur Ritme Kehidupan: Ibarat balap mobil, tidak perlu selalu menginjak gas untuk melaju, tapi ada kalanya perlu mengerem dan berbelok. Dalam hidup, kita perlu belajar mengatur ritme: gas, rem, gas, rem. Ada saatnya bekerja keras, dan saatnya santai.
  • Gunakan Waktu Luang dengan Baik: Saat waktu santai, lakukanlah aktivitas yang Anda sukai dan benar-benar menenangkan pikiran.
Baca Juga :  Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Kesimpulan

Belajar santai menjalani hidup bukan berarti bermalas-malasan. Ini adalah tentang mengatur ritme kehidupan agar Anda dapat bekerja dengan fokus dan maksimal, serta menikmati waktu luang dengan penuh kesadaran. Dengan menerapkan tips-tips di atas, Anda dapat terhindar dari rasa cemas dan gelisah, serta menjalani hidup dengan lebih bahagia dan seimbang.

Ingatlah: Penting untuk memiliki waktu istirahat dan bersantai agar Anda dapat mengisi ulang energi dan kembali fokus pada tujuan Anda. (Sumber:Suara.com)

 

 

Berita Terkait

Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga
Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia
Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota
TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat
DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Rupiah Menguat ke Level Rp17.550 per Dolar AS, Pasar Nanti Data Kepercayaan Konsumen
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Dua Anggota DPRD Kota Bengkulu
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 09:54 WIB

Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga

Kamis, 10 September 2026 - 08:26 WIB

Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WIB

Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota

Rabu, 9 September 2026 - 18:36 WIB

TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 16:02 WIB

DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Rabu, 9 September 2026 - 09:49 WIB

Rupiah Menguat ke Level Rp17.550 per Dolar AS, Pasar Nanti Data Kepercayaan Konsumen

Selasa, 8 September 2026 - 22:22 WIB

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Dua Anggota DPRD Kota Bengkulu

Berita Terbaru