1TULAH.COM – Setelah melakukan analisis forensik terhadap serangan yang terjadi pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS), Menkopolhukam Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa sumber masalah telah ditemukan.
Pernyataan ini disampaikan setelah rapat koordinasi mengenai penggantian PDNS 2 pada Senin (1/7/2024).
“Dari hasil forensik, kami sudah bisa mengetahui siapa user yang menggunakan password dan menyebabkan masalah serius ini,” kata Hadi.
Ia menjelaskan bahwa penegakan hukum terkait serangan tersebut akan dilakukan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Oleh sebab itu, penegakan hukum oleh BSSN dan aparat akan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambahnya.
Hadi juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan password dan menyatakan bahwa BSSN akan melakukan pemantauan lebih lanjut.
Dalam kesempatan tersebut, Hadi memastikan bahwa layanan publik akan kembali normal pada bulan ini. Rapat tersebut juga membahas tentang strategi backup data secara berlapis.
Sistem backup ini akan mencakup cold site di Batam, yang dapat berfungsi sebagai hot site untuk layanan strategis.
Selain itu, tenant akan diwajibkan melakukan backup, dan pemilik data center juga harus memiliki cadangan data.
Backup tambahan juga akan disediakan dalam bentuk cloud cadangan yang bersifat zonasi. Data-data umum dan statistik akan disimpan di cloud ini.
“Kami juga akan melakukan backup dengan cloud cadangan yang bersifat zonasi. Jadi nanti data-data umum dan statistik akan disimpan di cloud,” jelas Hadi.
Penulis : Dedy Hermawan

![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)



















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



