Pasca Pandemi Covid-19, Penyakit Autoimun Semakin Meningkat

- Jurnalis

Kamis, 9 Mei 2024 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi vaksin covid-19. Indonesia Belum Pakai Vaksin Covid-19 Halal, MUI Desak DPR Panggil Kemenkes. (Pexels)

Ilustrasi vaksin covid-19. Indonesia Belum Pakai Vaksin Covid-19 Halal, MUI Desak DPR Panggil Kemenkes. (Pexels)

1TULAH.COM – Penyakit autoimun memang sering kali terjadi tanpa disadari dan bisa mempengaruhi siapa pun, tanpa memandang usia atau jenis kelamin. Steven Sumantri, seorang ahli alergi imunologi dari RS Siloam Lippo Village Tangerang, menyoroti peningkatan dramatis dalam kasus-kasus tersebut, terutama pasca pandemi COVID-19. Hal ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan autoimun perlu mendapat perhatian lebih.

Kasus autoimun saat ini bahkan disebut sebagai “silent pandemic”, karena seringkali tidak disadari oleh masyarakat luas. Penyakit-penyakit seperti lupus, arthritis rheumatoid, psoriasis, dan lainnya adalah contoh dari kelompok penyakit kompleks ini, di mana sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang sel-sel sehat.

Baca Juga :  Tren "One Outfit, Multiple Activity": Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Faktor penyebab penyakit autoimun bervariasi, termasuk faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup. Contohnya, polusi udara dan air di daerah industri dapat menjadi pemicu penyakit autoimun. Gejala-gejala seperti lemas, kelelahan kronis, nyeri otot, dan lainnya perlu diwaspadai, terutama jika terjadi secara berulang dalam jangka waktu yang lama.

Baca Juga :  Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Untuk mencegahnya, penting untuk menjaga gaya hidup sehat dengan olahraga teratur, istirahat cukup, dan konsumsi makanan bergizi termasuk buah dan sayur. Jika gejala persisten, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Pengobatan untuk penyakit autoimun bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakitnya, mulai dari obat antiinflamasi hingga terapi biologis.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Berita Terbaru