Ketahui Alasan Mata Kuning pada Anak-anak dan Dewasa

- Jurnalis

Kamis, 9 Mei 2024 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1TULAH.COM – Kelainan pada sklera atau bagian putih mata yang berwarna kuning dapat disebabkan oleh beberapa penyakit, yang umumnya dikenal sebagai penyakit kuning. Namun, ada juga faktor lain yang dapat memengaruhi warna mata tanpa mengubah strukturnya.

Penyakit kuning terjadi ketika kadar bilirubin dalam darah meningkat. Bilirubin adalah zat limbah berwarna kuning yang dihasilkan oleh pemecahan sel darah merah dan ditemukan dalam cairan empedu yang diproduksi oleh hati. Kadar bilirubin yang tinggi dapat menyebabkan kulit dan mata terlihat kuning. Penyebab penyakit kuning bisa bervariasi, tergantung pada usia individu, baik itu orang dewasa, anak-anak, atau bayi baru lahir.

Baca Juga :  Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Pada bayi baru lahir, mata kuning sering kali merupakan gejala penyakit kuning. Ini terjadi karena hati bayi masih belum sepenuhnya matang, sehingga bilirubin dapat menumpuk lebih cepat daripada kemampuan hati bayi untuk memecahnya. Selain mata kuning, gejala lain yang perlu diwaspadai oleh orang tua termasuk masalah makan atau minum ASI, kelelahan, sensitivitas atau mudah marah, dan demam. Sebagian besar kasus penyakit kuning pada bayi baru lahir tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya seiring bertambahnya usia, namun tetap penting untuk rutin memeriksakan bayi ke dokter anak untuk mendeteksi dini masalah yang lebih serius.

Baca Juga :  Tren "One Outfit, Multiple Activity": Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Pada orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar, mata kuning sering kali merupakan tanda masalah yang lebih serius. Beberapa penyebab penyakit kuning pada kelompok ini antara lain adalah penyakit hati, penyumbatan saluran empedu, peradangan atau infeksi pada hati, anemia hemolitik, malaria, pankreatitis, kanker tertentu seperti kanker hati dan pankreas, penggunaan obat tertentu, serta sirosis hati. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab yang tepat dan mendapatkan penanganan medis yang sesuai.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Berita Terbaru