1TULAH.COM – Seorang hakim federal telah menjatuhkan hukuman empat bulan penjara kepada mantan CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao, karena pelanggaran hukum pencucian uang AS. Sidang yang berlangsung pada 30 April di Pengadilan Distrik AS untuk Wilayah Barat Washington memutuskan hukuman tersebut bagi Zhao. Meskipun jaksa merekomendasikan hukuman tiga tahun, hakim memutuskan hukuman yang lebih ringan setelah mempertimbangkan bahwa tidak ada bukti bahwa Zhao “pernah diberitahu” tentang aktivitas ilegal tertentu di Binance.
Jaksa menyatakan bahwa hukuman penjara diperlukan untuk mencerminkan seriusnya pelanggaran yang dilakukan, dan hukuman masa percobaan tidak akan memberikan insentif yang tepat bagi pelanggaran serius seperti ini. Sebelum dijatuhi hukuman, Zhao meminta maaf atas tindakannya dan mengakui tanggung jawab atas kegagalan Binance dalam mengimplementasikan program Anti-Pencucian Uang yang efektif.
Sebelumnya, Zhao telah mengundurkan diri sebagai CEO Binance dan mengaku bersalah atas tuduhan pidana sebagai bagian dari penyelesaian dengan otoritas AS. Binance setuju untuk membayar 4,3 miliar dolar AS untuk “tindakan penegakan peraturan sipil,” meskipun kesepakatan tersebut tidak memengaruhi gugatan perdata yang sedang berlangsung dengan Binance, Binance.US, dan CZ yang diajukan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS.
Setelah pengunduran dirinya sebagai CEO pada November, Zhao mengumumkan rencananya untuk menjauh dari media sosial dan belum memberikan komentar publik tentang kasus pidana tersebut. Pada Maret, dia meluncurkan Giggle Academy, proyek pendidikan terkait kripto dan blockchain untuk anak muda. Richard Teng, mantan kepala pasar regional Binance, mengambil alih sebagai CEO setelah kepergian Zhao.
Kasus ini merupakan salah satu dari beberapa kasus hukum yang melibatkan tokoh utama dalam ruang kripto. Kasus pidana mantan CEO Celsius, Alex Mashinsky, dijadwalkan untuk dimulai pada Januari 2025 di Amerika Serikat.
Penulis : Laili R


![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)





![Pesepak bola Timnas Indonesia Marselino Ferdinan (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Mozambik Valter Antonio Dauce Nhacussa (kanan) dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/ranking-fifa-225x129.jpg)
![Pengendara mengisi bensin untuk kendaraannya di SPBU Pertamina, kawasan Palmerah, Jakarta, Jumat (8/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/spbu-pal-225x129.jpg)







![Pesepak bola Timnas Indonesia Marselino Ferdinan (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Mozambik Valter Antonio Dauce Nhacussa (kanan) dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/ranking-fifa-360x200.jpg)





![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


