Qou Vadis Hari Pendidikan Nasional; Investasi dalam Dunia Pendidikan Kunci Kualitas Pendidikan

- Jurnalis

Minggu, 28 April 2024 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para murid sekolah dasar mengikuti hari pertama sekolah di Banda Aceh, Aceh, 17 Juli 2023. (Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP

Para murid sekolah dasar mengikuti hari pertama sekolah di Banda Aceh, Aceh, 17 Juli 2023. (Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP

1TULAH.COM-Dunia Pendidikan Nasional sedang mengalami proses transformasi. Hal ini dengan semakin gencarnya sosialiasi kurikulum merdeka (Kurkum) yang digagas Mas Menteri Nadiem Makarim.

Dalam rangka momentum Hari Pandidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, maka perlu dipetakan ke arah mana pendidikan nasional akan bergerak.

Qou Vadis dalam dunia pendidikan nasional ini menjadi strategis jika dihubungkan dengan investasi atau anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah untuk memajukan dunia pendidikan.

Investasi dan arah kebijakan yang komprehensif, tidak satu arah, dinilai merupakan kunci perbaikan kualitas pendidikan.  Inilah laporan pertama dari Serial Hari Pendidikan Indonesia.

Pendidikan adalah dasar bagi sebuah masyarakat agar bisa berfungsi dengan baik, menciptakan warga yang hidup dalam harmoni, berpartisipasi dalam politik dan menyumbang pada ekonomi.

Apa lagi ketika dunia dihadapkan pada perubahan sosial, teknologi dan ekonomi yang sangat cepat, pendidikan penting untuk membangun ketahanan sebuah negara.

Pendidikan yang berkualitas menjadi landasan harmonisasi kehidupan masyarakat, partisipasi dalam politik, dan tentunya peningkatan laju ekonomi.

Ironisnya tidak semua negara memberikan prioritas pada dunia pendidikan. Anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan seringkali harus bersaing dengan bidang lain, seperti pertahanan dan keamanan.

Kebijakan pendidikan pun kerap berganti. Akibatnya, ketika dihadapkan pada persoalan-persoalan yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti pandemi COVID-19, perubahan iklim, inflasi tinggi atau perang, warga terkena dampaknya secara cepat.

Berbicara dalam diskusi tentang kemunduran investasi pendidikan yang digelar oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington DC, pekan lalu, CEO Global Partnership for Education Laura Frigenti memaparkan hasil menarik dari kajian oleh Australia Institute for Economic and Peace.

Fringenti menjelaskan kajian itu meninjau ekonometrik korelasi antara investasi dan tahun-tahun stabilitas.

“Anda saksikan negara-negara yang melakukan investasi besar dalam pendidikan, saya beri contoh Finlandia, negara yang berada dalam situasi geo politik sangat sulit tetapi memutuskan pasca Perang Dunia Kedua untuk tetap melakukan investasi besar sehingga mereka menikmati kurun waktu stabilitas yang lama,” kata Fringenti.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kalteng Ferry Khaidir Kawal Aspirasi Infrastruktur hingga Pertanian di Kotim

Global Partnership for Education adalah sebuah cabang kajian di CSIS,Fringenti menyebut Jepang sebagai contoh lain yang menjadi bukti keampuhan investasi dalam pendidikan. Namun banyak penyusun kebijakan tidak menyadari kaitan ini.

“Sehingga investasi untuk pendidikan menurun secara konstan sayangnya. Jadi, itu alasan mengapa sangat penting untuk mengusahakan perhatian yang terfokus seperti sinar laser pada naratif ini,” jelas Fringenti.

Ia menambahkan bahwa ada persepsi yang salah bahwa sarana pendidikan yang buruk di suatu negara merupakan masalah yang harus diselesaikan sendiri oleh negara yang bersangkutan. Ini karena investasi pendidikan di manapun di dunia memberi manfaat yang berdampak global.

Kesenjangan Investasi Pendidikan

Senada dengan ini Dawn Liberi, seorang pakar pembangunan internasional di CSIS mengatakan ada bukti statistik yang tak terbantahkan bahwa investasi dalam pendidikan menghasilkan dividen luar biasa.

Bahkan hal ini memiliki korelasi erat dengan perdamaian, keamanan, pencapaian kesetaraan dan pemberantasan kemiskinan. “Jadi unsur struktural dari sebuah masyarakat sering mendikte apa yang terjadi dengan investasi dan keluaran pendidikan,” kata Liberi.

Liberi menjelaskan investasi pendidikan di dunia berkisar $5 triliun. Dari jumlah investasi tersebut, sekitar 63 persen dikucurkan untuk pendidikan 10 persen siswa yang kaya di dunia.

Hanya 8 persen dari uang itu digunakan untuk mendidik 75 persen siswa yang berasal dari keluarga miskin dan di negara berkembang, tuturnya.

“Perhatikan kesenjangan itu! Apa akibatnya, kira-kira sekitar $8.000 untuk per kapita per tahun untuk siswa di negara kaya, $50 per tahun untuk siswa di negara miskin, jadi $1 per minggu per siswa. Jadi jelas sekali, disparitas dalam hal investasi sangat besa,” imbuhnya.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Cara Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Sesuai Syariat

Lalu bagaimana dengan kondisi pendidikan di Indonesia? Ketua Yayasan Cahaya Guru dan pengamat pendidikan di Indonesia, Henny Supolo Sitepu, menyampaikan keprihatinannya dengan penyusunan kebijakan yang satu arah dan senantiasa berubah.

“Intinya adalah dalam kebijakan pendidikan saat ini kami tidak mendapat satu ketetapan apa yang menjadi prioritas karena terlalu banyak yang diinginkan. Pada saat yang sama partisipasi bermakna dari para pegiat pendidikan itu tidak didapatkan sehingga kebijakan-kebijakan sering membingungkan,” kata Henny.

Saat ini, Indonesia dihadapkan pada masalah-masalah serius terkait pendidikan, seperti misalnya perkawinan anak yang kerap memaksa anak – terutama anak perempuan – tidak menyelesaikan pendidikan dasar mereka. Selain itu pihak berwenang justru lebih tertarik pada isu artifisial seperti keharusan mengenakan seragam, atau bahkan mengenakan pakaian daerah.

Henny menilai situasi ini tercipta akibat penyusun kebijakan yang memandang arena pendidikan ini dari sebuah menara gading.

“Tetapi mengapa tidak menukik ke dalam masalah lain yang kita hadapi sangat jelas yaitu menemani para guru untuk betul-betul mengembangkan potensi yang mereka miliki, untuk betul-betul memperlihatkan, memberikan inspirasi bahwa di sekitar mereka ada potensi lain yang bisa digunakan, dan dengan potensi-potensi tersebut memperbaiki apa yang ada lingkungannya,” ujarnya.

Itulah sebabnya ia mendorong masyarakat sipil menjadi ujung tombak untuk mendorong dunia pendidikan.

Yayasan Cahaya Guru misalnya menyediakan sesi pelatihan untuk guru, dan menanamkan nilai-nilai seperti kebhinekaan, nasionalisme, dan kemanusiaan di diri masing-masing pengajar.

Sementara itu pada tingkat internasional, pakar pendidikan di CSIS menyerukan agar diciptakan minat lebih besar dan melibatkan konstituen pendidikan yang lebih luas sehingga kebutuhan pendidikan diikut sertakan dalam diskusi kebijakan dan keputusan terkait penciptaan perdamaian, penyertaan perempuan, dan ketahanan bangsa. (Sumber:voaindonesia.com)

 

 

Berita Terkait

SPPG Murung Raya Diharapkan Tingkatkan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Anggota DPRD Kalteng Ferry Khaidir Kawal Aspirasi Infrastruktur hingga Pertanian di Kotim
Rupiah Hari Ini Rp17.597, Pengamat Ramamal Pekan Depan Bisa Tembus Rp17.930!
Oknum Kasatnarkoba Polres Kukar Ditangkap Terkait Liquid Narkoba, Kapolda Kaltim: Tidak Ada Toleransi!
Sindir Stabilitas Rupiah, Prabowo Lempar Candaan ke Titiek Soeharto hingga Absen Ketum Kadin
Sindikat Narkoba di Gang Langgar Samarinda Terungkap oleh Bareskrim Polri
Kasus Dugaan Narkoba di B Fashion Hotel Jakarta Diungkap Bareskrim
Kontradiksi Film Pesta Babi! Pemerintah Pusat Izinkan, Aparat di Daerah Malah Bubarkan?
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:43 WIB

SPPG Murung Raya Diharapkan Tingkatkan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:43 WIB

Anggota DPRD Kalteng Ferry Khaidir Kawal Aspirasi Infrastruktur hingga Pertanian di Kotim

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:40 WIB

Rupiah Hari Ini Rp17.597, Pengamat Ramamal Pekan Depan Bisa Tembus Rp17.930!

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Sindir Stabilitas Rupiah, Prabowo Lempar Candaan ke Titiek Soeharto hingga Absen Ketum Kadin

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:51 WIB

Sindikat Narkoba di Gang Langgar Samarinda Terungkap oleh Bareskrim Polri

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:59 WIB

Kasus Dugaan Narkoba di B Fashion Hotel Jakarta Diungkap Bareskrim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:36 WIB

Kontradiksi Film Pesta Babi! Pemerintah Pusat Izinkan, Aparat di Daerah Malah Bubarkan?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:07 WIB

Kelakar Presiden Prabowo di Nganjuk: Senggol Jumhur Hidayat yang Sering Masuk Penjara Kini Jadi Menteri

Berita Terbaru