Hari Bumi 2024, Bumi Semakin Tua; Yuk! Kurangi Jejak Karbon

- Jurnalis

Senin, 22 April 2024 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bumi (Freepik/frepik)

Ilustrasi bumi (Freepik/frepik)

1TULAH.COM-Bumi sudah semakin tua. Umat manusia kerap kali mengeluhkan kondisi yang terjadi saat ini di muka bumi. Apakah kamu merasa jika bumi kini semakin panas? Apakah kamu juga merasakan jika iklim cepat sekali berubah-ubah? Tentu saja ada alasan dan penjelasan logis dari semua fenomena alam yang terjadi.  Salah satu hal yang sangat mempengaruhi kondisi bumitempat kita tinggal adalah jejak karbon.

Jejak karbon menjadi penyumbang terbesar terjadinya kerusakan alam di muka bumi. Untuk itu mulai dari sekarang kita harus mulai mengurangi jejak karbon yang bisa mengancam keselamatan bumi.

Lalu apa sebenarnya jejak karbon itu? Bagaimana jejak karbon bisa mempengaruhi kondisi bumi? Bagaimana cara mengurangi jejak karbon tersebut?

Informasi mengenai jejak karbon serta seberapa besar pengaruhnya bagi keberlangsungan hidup manusia akan dijelaskan dalam artikel ini.

Apa Itu Jejak Karbon?

Mengutip Merriam Webster, jejak karbon atau carbon footprint merupakan jumlah gas rumah kaca dan khususnya karbon dioksida yang dihasilkan oleh sesuatu (seperti aktivitas seseorang atau produksi dan transportasi suatu produk) selama periode tertentu.

Sedangkan menurut situs Kementerian ESDM, jejak karbon adalah jumlah karbon atau gas emisi yang dihasilkan dari berbagai macam kegiatan atau aktivitas manusia dalam kurun waktu tertentu.

Negara Penyumbang EmisiKarbon Dioksida Terbesar di Dunia

Beberapa negara ikut bertanggungjawab sebagai penyumbang jejak emisi karbon yang mempengaruhi perubahan iklim dan juga pemanasan global di bumi.

Berdasarkan data yang dirilis Global Carbon Atlas pada 2022 lalu, setidaknya ada 10 negara penghasil CO2 atau karbon dioksida terbesar di dunia.

Indonesia bahkan menjadi salah satu negara dari 10 negara penyumbang emisi jejak karbon terbesar dan berada di urutan 6 dengan total 729 juta ton karbon dioksida.

Pada urutan pertama, ada negara Cina dengan total 11,397 miliar ton karbon dioksida, lalu disusul dengan negara Amerika diurutan kedua dengan total 5,057 miliar ton karbon dioksida.

Sementara Korea Selatan bertengger di urutan ke-10 dengan 601 juta ton karbon dioksida.

NegaraPenyumbang Emisi Karbon DioksidaTerbesar di dunia

Dengan demikian Indonesia dikatakan sangat berperan besar dengan banyaknya jejak karbon yang dihasilkan setiap harinya. Melihat kenyataan tersebut tentu saja sebagai bangsa yang bermoral kita merasa miris karena biar bagaimanapun kita semua harus ikut bertanggungjawab untuk menjaga bumi kita.

Baca Juga :  Kelakar Presiden Prabowo di Nganjuk: Senggol Jumhur Hidayat yang Sering Masuk Penjara Kini Jadi Menteri

Aktivitas yang Dapat Menimbulkan Jejak Karbon

Beberapa aktivitas sehari-hari yang tampaknya terlihat sepele, namun rupanya ikut menjadi penyumbang terbesar dalam menghasilkan jejak karbon yang berdampak besar bagi keselamatan bumi kita.

Mengutip dari websiteKementerian ESDM,terdapat tiga aktivitas manusia yang dapat menimbulkan jejak karbon.

  1. Menggunakan Kendaraan yang Menggunakan Bahan Bakar Bensin, Solar, atau Gas

Hal sepele yang kerap dilakukan manusia dalam aktivitas sehari-hari yang tanpa sadar menyumbang jejak karbon salah satunya adalah menggunakan kendaraan berbahan bakar bensir dan solar.

Membeli keperluan di minimarket yang jaraknya bisa ditempuh dengan hanya berjalan kaki tidak jarang malas dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Padahal secara tidak sadar hal tersebut bisa menyumbang emisi karbon yang tidak baik bagi kesehatan bumi kita.

  1. Tidak Bijak Menggunakan Energi Listrik dan Air

Sebagai umat manusia kita memang tidak lepas dengan aktivitas yang membutuhkan energy listrik dan air. Masalahnya,tidak sedikit orang yang kurang bijak dalam memanfaatkan kedua Energy tersebut.

Salah satu contoh sederhana yang sering luput adalah mematikan aliran listrik yang sudah tidak digunakan, seperti lupa mencabut charger hp, lupa mematikan keran air, dan lupa mematikan televisi adalah beberapa contoh pemborosan energi yang sering dilakukan masyarakat yang tanpa sadar mencederai keselamatan bumi kita.

  1. Konsumsi Makanan

Siapa sangka jika daging sapi ternyata menjadi salah satu penyumbang jejak karbon terbesar yang ada di dunia. Dalam proses pengolahan daging sapi, banyak sekali jumlah bensin dan solar yang dibutuhkan.

Belum lagi jika dagingnya harus didatangkan dari luar negeri, maka jejak karbon semakin bertambah karena proses distribusinya makin panjang.

Apa Dampak dari Jejak Karbon bagi Bumi?

Mengutip dari Kementerian ESDM,terdapat beberapa dampak jejak karbon, di antaranya:

  1. Perubahan Iklim

Salah satu hal yang paling berdampak besar dengan adanya jejak karbon adalah perubahan iklim. Berdasarkan laporan dari The Lancet Countdown on Health & ClimateChange menunjukkan setidaknya terdapat 306 kejadian bencana akibat cuaca ekstrem tiap tahunnya mulai daritahun 2007- 2016, dan jumlahnya semakin meningkat 46% sejak tahun 2000.

  1. Es diKutub Mencair

Pemanasan global yang disebabkan oleh semakin tingginya jejak karbon berakibat semakin menipisnya lapisan es di kutub. Hal tersebut menyebabkan terjadinya kenaikan permukaan air laut.

Baca Juga :  Heriyus Tekankan Sportivitas dan Semangat Juang Kontingen FBIM

Berdasarkan data yang dikutip dari Environmental Protection Agency (EPA) daritahun ke tahun luas kutub es semakin lama semakin mengecil.

Luas Es Laut Arktik Rata-RataBulananMaret dan September, 1979–2023

Luas Es Laut Arktik Rata-Rata Bulanan Maret dan September, 1979–2023 (epa.gov)

Bahkan pada September 2023 lalu, luas kutub es merupakan yang terkecil kelima yang pernah tercatat. Luasnya sekitar 789.000 mil persegi yang mana lebih kecil dari rata-rata historis tahun

1981–2010 pada bulan tersebut.

  1. Berkurangnya Sumber Air Bersih

Tingginya jejak karbon maka mengakibatkan naiknya permukaan air laut. Tentu saja haltersebut mempengaruhi jumlah ketersediaan air bersih. Environmental Protection Agency (EPA) telah memprediksi bahwa perubahan iklim dapat menyebabkan berkurangnya sumber air bersih.

Cara Mengurangi jejak Karbon

Mengutip dari globalgiving.org, berikut ada beberapa cara mengurangi jejak karbon yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Hemat menggunakan air

Mencabut aliran listrik yang tidak digunakan

Beralih ke lampu LED yang bisa menghemat hingga 90% biaya energi

Gunakan baterai yang bisa diisi ulang

Menanam tanaman

Perbanyak jalan kaki atau bersepeda

Membawa kantung belanja

Membeli pakaian atau barang bekas yang masih layak pakai

Membawa tumbler

Membawa sedotan, dan alat makan sendiri

Menanam sayur di rumah

Mengurangi konsumsi daging

Bisakah Kita Menghitung Jejak Karbon?

Berkat kecanggihan teknologi dan penemuan para ahli.Ada cara yang bisa dilakukan untuk

menghitung jejak karbon yang kita hasilkan sehari-hari.

Dengan adanya metode yang bisa dilakukan untuk menghitung jejak karbon yang dihasilkan,

diharapkan kita bisa mengurangi dan mengatur emisi karbon yang kita hasilkan.

Kamu bisa mengukur jejak karbon dengan menghitungnya melalui kalkulator jejak karbon yang bisa kamu akses di situs carbonfootprint.com. Melalui situs tersebut, kamu bisa menyesuaikan negara, serta waktu estimasi penggunaan emisi yang kamu lakukan selama beberapa waktu tertentu.

Semoga dengan adanya informasi mengenai jejak karbon yang sangat berpengaruh bagi keberlangsungan hidup umat manusia di bumi, kita semua bisa lebih waspada dan menghargai setiap aktivitas yang bisa memberikan dampak langsung bagi keselamatan bumi ini.

Selamat HariBumi 22April 2024!Bersama YoursayEarthDay mari kita jaga bumi kita agar tetap nyaman ditinggali oleh generasi-generasi selanjutnya yang akan datang! (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

SPPG Murung Raya Diharapkan Tingkatkan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Anggota DPRD Kalteng Ferry Khaidir Kawal Aspirasi Infrastruktur hingga Pertanian di Kotim
Rupiah Hari Ini Rp17.597, Pengamat Ramamal Pekan Depan Bisa Tembus Rp17.930!
Oknum Kasatnarkoba Polres Kukar Ditangkap Terkait Liquid Narkoba, Kapolda Kaltim: Tidak Ada Toleransi!
Sindir Stabilitas Rupiah, Prabowo Lempar Candaan ke Titiek Soeharto hingga Absen Ketum Kadin
Sindikat Narkoba di Gang Langgar Samarinda Terungkap oleh Bareskrim Polri
Kasus Dugaan Narkoba di B Fashion Hotel Jakarta Diungkap Bareskrim
Kontradiksi Film Pesta Babi! Pemerintah Pusat Izinkan, Aparat di Daerah Malah Bubarkan?

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:43 WIB

SPPG Murung Raya Diharapkan Tingkatkan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:43 WIB

Anggota DPRD Kalteng Ferry Khaidir Kawal Aspirasi Infrastruktur hingga Pertanian di Kotim

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:40 WIB

Rupiah Hari Ini Rp17.597, Pengamat Ramamal Pekan Depan Bisa Tembus Rp17.930!

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Sindir Stabilitas Rupiah, Prabowo Lempar Candaan ke Titiek Soeharto hingga Absen Ketum Kadin

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:51 WIB

Sindikat Narkoba di Gang Langgar Samarinda Terungkap oleh Bareskrim Polri

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:59 WIB

Kasus Dugaan Narkoba di B Fashion Hotel Jakarta Diungkap Bareskrim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:36 WIB

Kontradiksi Film Pesta Babi! Pemerintah Pusat Izinkan, Aparat di Daerah Malah Bubarkan?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:07 WIB

Kelakar Presiden Prabowo di Nganjuk: Senggol Jumhur Hidayat yang Sering Masuk Penjara Kini Jadi Menteri

Berita Terbaru