Kenali Perbedaan Flu Singapura dengan Sariawan dan Cacar

- Jurnalis

Senin, 15 April 2024 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ibu merawat anak sakit.[Pexels.com/markproduction]

Ilustrasi ibu merawat anak sakit.[Pexels.com/markproduction]

1TULAH.COM – Flu Singapura, atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD), sering disamakan dengan sariawan karena keduanya dapat menyebabkan lesi di mulut. Namun, perbedaan antara flu Singapura dengan sariawan dan cacar air dapat diidentifikasi berdasarkan beberapa faktor.

1. Lokasi Lesi:
– Flu Singapura: Lesi dan bintik-bintik dapat muncul di sekitar mulut bagian luar, bibir, telapak kaki, dan tangan.
– Sariawan: Lesi hanya muncul di dalam mulut.
– Cacar Air: Lesi baru muncul di badan, dan bintik-bintik merahnya biasanya di tepi kulit.

Baca Juga :  Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

2. Bekas Lesi:
– Flu Singapura: Lesi pada kulit biasanya hilang tanpa meninggalkan bekas.
– Cacar Air: Lesi bisa meninggalkan bekas di kulit.

3. Kekambuhan:
– Flu Singapura: Tidak memberikan kekebalan terhadap penyakit ini; seseorang dapat terinfeksi kembali jika daya tahan tubuhnya menurun.
– Cacar Air: Setelah terkena, tubuh dapat membentuk kekebalan sehingga jarang terkena lagi di masa mendatang.

4. Penularan:
– Flu Singapura: Penularannya tinggi, terutama pada anak-anak di bawah 6 tahun.
– Cacar Air: Penularannya juga tinggi, tetapi cenderung jarang terjadi pada orang dewasa yang telah terkena sebelumnya.

Baca Juga :  Tren "One Outfit, Multiple Activity": Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

5. Durasi Infeksi:
– Flu Singapura: Masa infeksius selama 3-5 hari, dengan gejala biasanya mereda dalam 7 hari.
– Cacar Air: Durasi infeksi biasanya lebih lama daripada flu Singapura.

Meskipun flu Singapura tergolong sebagai penyakit ringan, kepekaan dan tindakan cepat dari orang tua sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Anak yang terinfeksi sebaiknya diisolasi di rumah dan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Berita Terbaru