Puasa Bisa Membantu Mengurangi Penyakit Asam Lambung, Ini Penjelasannya

- Jurnalis

Rabu, 13 Maret 2024 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi maag (sumber: suara.com)

Ilustrasi maag (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Dr. Muhammad Firhat Idrus, seorang Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM), menjelaskan bahwa puasa dapat membantu mengurangi kejadian dan keparahan penyakit yang terkait dengan asam lambung seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan maag.

Menurut dr. Firhat, puasa membantu mengurangi kejadian atau keparahan GERD karena mengatur tubuh untuk makan pada waktu yang sama setiap harinya, yaitu saat sahur dan berbuka puasa. Ini membantu menormalkan pola makan seseorang yang sebelumnya mungkin tidak teratur, yang bisa menjadi pemicu penyakit lambung.

Dia menjelaskan bahwa kambuhnya penyakit lambung saat berpuasa biasanya disebabkan oleh jenis makanan dan cara makan yang tidak baik saat sahur maupun berbuka. Misalnya, makanan tinggi lemak seperti makanan yang digoreng, bersantan, gajih, atau jeroan dapat meningkatkan produksi asam lambung dan membuat kerongkongan lebih relaks, yang pada akhirnya menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Selain itu, makanan pedas, minuman bersifat asam seperti jeruk, anggur, dan minuman bersoda, serta konsumsi kopi, juga dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Firhat juga menyoroti pola makan “balas dendam” yang berlebihan dalam waktu yang sama saat sahur atau berbuka, yang juga dapat memengaruhi timbulnya penyakit yang berkaitan dengan asam lambung.

Oleh karena itu, ia menganjurkan kepada penderita penyakit yang terkait dengan asam lambung untuk tetap memperhatikan jenis makanan dan cara makan yang baik saat berpuasa, agar penyakit lambung tidak mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 04:30 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Berita Terbaru