Kisah Menarik Susi Pudjiastuti Dirikan Susi Air Walau Hanya Lulusan Paket C

- Jurnalis

Senin, 4 Maret 2024 - 06:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Sumber: suara.com)

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Sosok Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini kembali menjadi sorotan usai anaknya Nadine Kaiser dikabarkan akan segera menikah. Kabar tentang dirinya dan keluarganya pun turut menjadi buruan warganet.

Termasuk cerita menarik terkait latar belakang pendidikan Susi Pudjiastuti. Terungkap jika Susi Pudjiastuti agak dipaksa oleh Anies Baswedan untuk mengikuti ujian untuk mendapatkan sertifikat Kejar Paket C.

Walaupun telah menjabat sebagai menteri, pendidikan formal terakhir Susi hanya mencapai tingkat SMP. Ia dikenal telah lulus dari SMP Negeri 1 Pangandaran dan sempat melanjutkan ke SMA Negeri 1 Yogyakarta sebelum berhenti di kelas XI.

Tetapi, dalam perkembangannya, beberapa tahun kemudian, Susi berhasil mendapatkan ijazah yang setara dengan lulusan SMA, yakni melalui program Paket C. Anies, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, diduga meminta Susi untuk mengikuti ujian itu sebagai bagian dari promosi program tersebut.

Baca Juga :  Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Terlepas dari hal itu, Susi Pudjiastuti juga diketahui merupakan seorang pendiri dan pemilik Susi Air. Lalu, bagaimana cerita Susi Pudjiastuti yang hanya lulusan Paket C mendirikan maskapan itu?

Seperti yang diketahui, Susi Air, sebuah maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia, dikelola oleh PT ASI Pujiastuti Aviation. Maskapai ini terkenal sebab melayani daerah-daerah yang belum terjangkau oleh maskapai besar lainnya.

Cerita sukses Susi Air tidak lepas dari peran Susi Pudjiastuti. Ia merupakan inspirasi bagi banyak orang dengan kisah hidupnya yang berhasil menjadikannya sebagai pengusaha sukses di bidang perikanan dan penerbangan.

Mulanya, Susi bermimpi memiliki pesawat untuk mengirimkan ikan dari Pangandaran ke Jakarta. Walau bukan dari keluarga kaya, ia, yang bahkan tidak lulus SMA, percaya jika pendidikan formal bukanlah segalanya.
Dengan tekad dan kerja kerasnya, Susi berhasil membangun pabrik pengolahan ikan yang berkualitas untuk ekspor dan memiliki armada pesawat.

Baca Juga :  Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres 27/2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Digital

Susi Air pertama kali terbang pada tahun 2004 usai mendapatkan pendanaan dari Bank Mandiri. Walau sempat terhambat oleh bencana tsunami di Aceh pada tahun yang sama, Susi tetap mengoperasikan pesawatnya untuk membantu korban. Keputusannya itu, meski berisiko merugi, berbuah manis saat lembaga swadaya masyarakat asing menyewa pesawatnya untuk membawa bantuan ke Aceh, yang kemudian digunakan untuk membayar cicilan bank.

Walaupun fokusnya pada penerbangan perintis, Susi Air terus mengembangkan bisnisnya. Pada tahun 2011, mereka tercatat sudah memiliki 50 pesawat dan 80 pilot. Susi Pudjiastuti merupakan contoh wanita Indonesia yang gigih dan patut ditiru karena kesuksesannya yang memberi manfaat bagi banyak orang

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

KPK Atur Ulang Jadwal Pemeriksaan Nia Kania dalam Kasus Bank BJB
Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami
Dampak Karhutla Bagi Satwa Liar: Kemenhut Tangani 290 Satwa, Termasuk 96 Orangutan Kalimantan
Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar
Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:18 WIB

KPK Atur Ulang Jadwal Pemeriksaan Nia Kania dalam Kasus Bank BJB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen

Berita Terbaru