Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2023 Melambat,Terpengaruh Ekonomi Global

- Jurnalis

Rabu, 7 Februari 2024 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023 tumbuh 5,05 persen.

ILUSTRASI - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023 tumbuh 5,05 persen.

1TULAH.COM-Kondisi perekonomian dunia yang tidak baik-baik saja dalam setahun belakangan ini, ternyata berimbas pada ekonomi nasional. Pada tahun 2023 lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan daripada tahun 2022.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023  tumbuh sebesar 5,05 persen, lebih rendah dibandingkan dengan capaian tahun 2022 sebesar 5,31 persen.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia A. Widyasanti menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2023 mencapai 5,04 persen. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan mencapai 5,05 persen.

Kendati demikian, pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan dengan pada tahun 2022 yang mencapai 5,31 persen. “Di tengah perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas ekspor unggulan, ekonomi Indonesia tetap tumbuh solid sebesar 5,05 secara c-to-c (baca: sepanjang tahun 2023),” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/2/2024).

Amalia menambahkan pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 13,96 persen. Sementara itu dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicatat oleh konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga sebesar 9,83 persen.

Baca Juga :  Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Selain itu, ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi spasial juga terus menguat. Tiga kelompok provinsi yang mempunyai pertumbuhan tertinggi yaitu Maluku dan Papua, Sulawesi, dan Kalimantan. Namun demikian, struktur ekonomi Indonesia secara spasial masih terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera.

“Kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB tahun 2023 sebesar 57,05 persen dan diikuti Pulau Sumatera sebesar 22,01 persen,” tambahnya.

BPS juga memperkirakan ekonomi global akan tetap tumbuh meskipun melambat. Ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi negara-negara mitra dagang Indonesia yang lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di antaranya, Amerika Serikat tumbuh dari 1,9 persen pada 2022 menjadi 2,5 persen pada 2023, China dari 3,0 persen menjadi 5,2 persen, dan Jepang dari 1,0 persen menjadi 2,0 persen. Hal ini mengindikasikan permintaan barang ekspor masih kuat dalam menopang pertumbuhan ekonomi di negara-negara tersebut sepanjang 2023.

Baca Juga :  Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Kondisi global masih pengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eka Puspitawati mengatakan perekonomian global yang masih sulit berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia, karena transaksi-transaksi perdagangan masih menunggu kondisi global membaik dan stabilitas politik di Indonesia.

“Jangka pendek, walaupun ada sedikit pertumbuhan pada awal tahun 2024 karena pemilu, namun pelaku pasar masih wait and see melihat peluang bisnis di Indonesia,” ujar Eka, Senin (5/2/2024).

Eka juga menyoroti penegakan hukum dalam pemberantasan praktik-praktik pinjaman online ilegal yang tidak meningkatkan perputaran uang di dalam negeri, tetapi malah menguranginya.

Penyebabnya adalah karena kegiatan online ilegal tersebut berada di luar negeri seperti Thailand, Vietnam, dan daerah di perbatasan negara tersebut.

Kendati demikian, Eka memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2024 masih berkisar di angka lima persen selama pemerintahan yang baru nantinya masih bisa dipercaya publik. (Sumber:voaindonesia.com)

 

 

Berita Terkait

Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak
Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi
Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal
Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang
Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 10:34 WIB

Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan

Minggu, 6 September 2026 - 10:22 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak

Sabtu, 5 September 2026 - 12:15 WIB

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 12:09 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WIB

Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:41 WIB

Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Berita Terbaru

Raisa dan Mathis Molinie Kian Disorot, Foto Bareng Picu Dugaan Hubungan Spesial. Instagram @raisa6690

Entertainment

Raisa Pamer Foto Bersama Mathis Molinie, Rumor Asmara Makin Panas

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:29 WIB