dr Tompi Ungkap Fakta Ini Usai Prabowo-Ganjar Bahas Soal Stunting dan Gizi Buruk

- Jurnalis

Senin, 5 Februari 2024 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Capres nomor urut dua, Prabowo Subianto (kiri) beradu gagasan dengan Capres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo (kanan) saat debat Capres-Cawapres kelima di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024) (sumber: suara.com)

Capres nomor urut dua, Prabowo Subianto (kiri) beradu gagasan dengan Capres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo (kanan) saat debat Capres-Cawapres kelima di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024) (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Dalam perhelatan debat kelima Pilpres 2024, Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo saling lempar pertanyaan terkait masalah Stunting dan Gizi Buruk di Indonesia.

Hal tersebut nampaknya menjadi sorotan dari penyanyi Tompi yang juga merupakan seorang dokter. Melalui cuitan di akun X-nya, ia sedikit memberikan bocoran terkait persoalan kasus stunting.

Menurut dr Tompi, untuk kasus stunting itu harus adanya langkah yang dimaksudkan untuk membuat keadaan menjadi lebih baik.

Hal tersebut dilakukan tidak hanya dengan langkah pada fase kehamilan, namun juga saat berjalannya tumbuh kembang anak.

“Stunting itu proses yg kronik. Harus di intervensi gak hanya pada fase kehamilan, juga saat masa tumbuh kembang,” tulis dr Tompi dikutip Senin (5/2/2024).

Sedangkan, untuk kasus gizi buruk itu masuk ke dalam kategori problem akut. dr Tompi mengatakan hal tersebut tentu berbeda cara untuk mengatasi dengan persoalan stunting.

“Kalau gizi buruk itu problem akut. Takaran yang di ukur juga beda, Stunting ; Tinggi badan, Gizi buruk ; BB,” tambahnya.

Cuitan dr Tompi terkait penanganan masalah stunting dan gizi buruk yang didebatkan Capres 02 dan Capres 03 (sumber: X @dr_tompi)

Cuitan dr Tompi di akun X itu pun menuai berbagai macam komentar dari warganet.

“Tapi kunci nya makan gratis kan dok?,” tulis akun @exim****.

“Program 02 emang sesuai kebutuhan dan Kondisi bangsa,” tulis akun @hera****.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Saran Teknis, Prof. Suparji Sebut Rekomendasi Konsultan Chromebook Fatal secara Hukum

Sebelumnya harus diketahui, Ganjar Pranowo diduga tampak sewot ketika mendapatkan koreksi dari Prabowo Subianto, terkait masalah stunting dan gizi buruk di Indonesia.

Momen tersev=but berawal ketika Prabowo mengajukan pertanyaan kepada Ganjar terkait setuju atau tidak mengenai gagasan makan bergizi untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Lalu, Prabowo juga mengatakan jika programnya itu untuk mengatasi masalah Stunting dan cara menghilangkan kemiskinan ekstrem.

“Apakah setuju dengan gagasan saya untuk memberi makan bergizi untuk seluruh masyarakat Indonesia, untuk mengatasi masalah stunting dan menghilangkan kemiskinan eksteam, dan mengurangi angka kematian ibu saat melahirkan?,” kata Prabowo pada debat kelima Pilpres 2024, Minggu (4/2/2024).

Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Ganjar Pranowo. Dengan tegas ia menolak salah satu program Prabowo-Gibran yang berkaitan dengan pemberian makan gratis untuk masyarakat.

“Kalau ngasih makannya untuk anak-anak mencegah stunting saya sangat tidak setuju. Stunting itu ditangani sejak bayi masih dalam kandungan, ibunya harus diberi gizi baik,” jawabnya.

Menurutnya, cara mengatasi stunting itu harus memperhatikan ibu hamil, mulai dari kandungan sudah diberikan gizi baik.

“Kalau bapak kasih gizi untuk ibu hamil sejak kandungan itu saya setuju, baru hamil periksa gizi, insya ALlah itu akan melahirkan bayi-bayi yang sehat dan kuat. Kalau itu kurang gizi, baru bapak kasih gizi,” kata Ganjar.

Baca Juga :  Oknum Polisi Viral Merokok Saat Berkendara, Polda Kalsel Turun Tangan

Kemudian, hal tersebut ditanggapi kembali oleh Prabowo. Menurutnya, pertanyaan yang dilontarkan tersebut sama dengan jawaban Ganjar.

“Sebetulnya gagasan kita persis itu (Jawaban Ganjar), jadi kita beri program ibu yang sedang hamil, kita beri gizi ibu yang sedang hamil,” imbuhnya.

“Memang stunting itu karena kurang gizi, karena ibu kurang gizi makanya stunting, itu terjadi di seluruh bagian Indonesia, yang saya temukan anak-anak 10 tahun badannya seperti umur 4 tahun,” sambungnya.

Sebab, jika program tersebut dapat berjalan, maka akan mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia.

“Ini juga mengurangi kemiskinan banyak sekali rakyat kita penghasilannya hanya 1 juta perbulan, maka kalau tidak dibantu anak-anaknya akan semakin sulit,” sahutnya.

Akan tetapi, dalam momen ini Ganjar diduga tampak sewot kepada Prabowo lantaran telah mengkoreksi pertanyaan sendiri.

“Jadi maksudnya bapak mengkoreksi pertanyaan bapak ke saya? karena beliau mengkoreksi, saya ingatkan lagi pertanyaannya, kalau bapak mau mencegah stunting, perhatikan proses mulai dari mereka remaja,”

“Kemudian bapak harus data perempuan Indonesia itu sebagian besar anemia, perhatikan itu dulu, kalau itu sudah dan menikah perhatikan usianya, 19 tahun usia hari ini menjadi ukuran dimana mereka akan sehat secara fisik, dan cek dokter maka itu akan terjaga gizi, pendapat saya,” sambungnya.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Pelarian Berakhir di Wonogiri! Polresta Pati Tangkap Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Tersangka Pencabulan Puluhan Santriwati
Bukan Sekadar Kerjasama, Pakar Sebut Ada Upaya Kontrol Informasi Top-Down melalui Homeless Media
Kronologi Kecelakaan Bus ALS di Muratara: Berawal Hindari Lubang Hingga Tabrak Truk Tangki, 16 Orang Tewas di TKP
Indonesia Walk For Peace 2026: Perjalanan Spiritual 50 Biksu dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak 2570 BE
Pemkab Murung Raya Bahas Strategi Padi, Kopi, dan Kakao dalam Coffee Morning
76% Dosen Digaji di Bawah UMR, UU Guru dan Dosen Digugat!
Oknum Polisi Viral Merokok Saat Berkendara, Polda Kalsel Turun Tangan
KPK Usut Penukaran Uang Asing Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:50 WIB

Pelarian Berakhir di Wonogiri! Polresta Pati Tangkap Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Tersangka Pencabulan Puluhan Santriwati

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:51 WIB

Bukan Sekadar Kerjasama, Pakar Sebut Ada Upaya Kontrol Informasi Top-Down melalui Homeless Media

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:18 WIB

Kronologi Kecelakaan Bus ALS di Muratara: Berawal Hindari Lubang Hingga Tabrak Truk Tangki, 16 Orang Tewas di TKP

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:28 WIB

Indonesia Walk For Peace 2026: Perjalanan Spiritual 50 Biksu dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak 2570 BE

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:37 WIB

76% Dosen Digaji di Bawah UMR, UU Guru dan Dosen Digugat!

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:38 WIB

Oknum Polisi Viral Merokok Saat Berkendara, Polda Kalsel Turun Tangan

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:31 WIB

KPK Usut Penukaran Uang Asing Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:55 WIB

Terungkap! Fakta-fakta Mengerikan di Balik Ponpes Pati, Doktrin Kiai Cabul Halalkan Istri Orang

Berita Terbaru