Pencoblosan Tinggal Beberapa Hari, KontraS Luncurkan Buku Tragedi Penculikan 1998, Ada apa?

- Jurnalis

Jumat, 2 Februari 2024 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhidin M Dahlan, atau yang akrap disapa Gus Muh meluncurkan buku terbarunya berjudul 'Kronik Penculikan Aktivis dan Kekerasan Negara 1998.' (Suara.com/Yaumal)

Muhidin M Dahlan, atau yang akrap disapa Gus Muh meluncurkan buku terbarunya berjudul 'Kronik Penculikan Aktivis dan Kekerasan Negara 1998.' (Suara.com/Yaumal)

1TULAH.COM-Tragedi Penculikan aktivis 1998 saat memperjuangkan reformasi kembali mencuat menjelang Pemilu 2024, terlebih salah satu Capres yang berasaing dalam Pencapresan terdapat nama Prabowo Subianto.

Nama Prabowo Subianto selalu saja dikaitkan dengan penculikan aktivis reformasi. Terlepas dari masih pro-kontranya isu ini, narasi soal penculikan ini dianggap sangat menganggu paslon Capres/Cawapres nomor urut 2 Prabowo-Gibran.

Muhidin M Dahlan, atau yang akrap disapa Gus Muh meluncurkan buku terbarunya berjudul ‘Kronik Penculikan Aktivis dan Kekerasan Negara 1998.’ Buku ini diluncurkan bersama Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) di M Bloc Space, Jakarta pada Kamis (1/2/2024).

Gus Muh menyampaikan bukunya kali ini setebal 518 halaman dan berisi kliping-kliping koran yang mengisahkan kronologi 1998. Dia tidak menganggap bukunya sebagai perlawanan, namun sebagai penjaga akan peristiwa tragis 1998 tetap diingat.

Baca Juga :  KPK Terbitkan Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Fadia Arafiq

“Jadi ini bukan melawan, menahan paling bawa supaya peristiwa masa lalu itu, jika pun ada yang berusaha menghilangkannya ada yang jaga. Buku ini adalah untuk menjaga masa lalu, supaya kita tidak kehilangan memori (ingatan), ” kata Gus Muh saat ditemui di lokasi.

Gus Muh bilang, bukunya sederhana. Dirinya hanya membutuhkan waktu 14 hari atau dua pekan untuk menyusunnya. “Buku model ini adalah sifatnya kronikal, untuk kita bisa tahu kronologis peristiwanya (1998),” ujarnya.

Meski sederhana, berisi potong-potongan koran yang mengisahkan kejadian 1998, namun buku ini menurutnya bisa menjadi batu sandungan.

“Para propagandis hitam, yang punya kepentingan untuk kita tidak akan diingat, buku ini akan menjadi batu sandungan buat mereka. Isinya adalah kronologis lengkap. Karena itu data yang kita dapat apa sih yang sebenarnya yang terjadi 98 itu?” kata Gus Muh.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Minta Pelayanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Diprioritaskan, Jarak Jangan Jadi Penghalang

Terkahir, Gus Muh berharap bukunya ini dibaca semua kalangan, tidak hanya bagi generasi muda, namun mereka yang ingin tahu kronologi peristiwa 1998.

“Bukan cuma hanya untuk generasi yang sekarang, generasi yang lama sama juga. Sama juga dis-informasinya. Bukan generasi sekarang loh ya, bahkan generasi kita tidak dikenalkan untuk pada 65, tidak dikenalkan untuk ini dan itu, karena enggak ada,” tuturnya.

“Jadi hal-hal yang seperti ini oleh negara, ada yang disembunyikan ada yang dibolehkan. Nah, pilahan-pilahan itu yang coba buku ini melawan itu. ‘Ini loh sejarah bangsa mu, mau cerita duka, mau cerita suka, ini adalah bangsa kita’,” sambungnya. (Sumber:Suara.com)

 

 

Berita Terkait

Heriyus: MTQ XI Harus Jadi Momentum Mengamalkan Nilai Al-Qur’an
Diduga Peras Indomaret hingga Minta Diskon Rumah 70 Persen, Bupati Gowa Jadi Tersangka Korupsi
DPRD Kalteng Minta Pelayanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Diprioritaskan, Jarak Jangan Jadi Penghalang
Komdigi Pastikan Surat Pemadaman Internet Nasional 25–27 September 2026 Adalah Hoaks
Usut Pungli Rp150 Ribu dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar Turunkan Tim Khusus
Gandeng BRIN dan Ilmuwan, BPGMN Siapkan AI dan Teknologi Water Injection Cegah Karhutla
KPK Terbitkan Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Fadia Arafiq
Prabowo Siapkan Anggaran dan Alat Berat untuk Cegah Karhutla
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 16:30 WIB

Heriyus: MTQ XI Harus Jadi Momentum Mengamalkan Nilai Al-Qur’an

Jumat, 25 September 2026 - 16:10 WIB

Diduga Peras Indomaret hingga Minta Diskon Rumah 70 Persen, Bupati Gowa Jadi Tersangka Korupsi

Jumat, 25 September 2026 - 13:45 WIB

DPRD Kalteng Minta Pelayanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Diprioritaskan, Jarak Jangan Jadi Penghalang

Jumat, 25 September 2026 - 06:10 WIB

Usut Pungli Rp150 Ribu dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar Turunkan Tim Khusus

Jumat, 25 September 2026 - 05:40 WIB

Gandeng BRIN dan Ilmuwan, BPGMN Siapkan AI dan Teknologi Water Injection Cegah Karhutla

Kamis, 24 September 2026 - 20:17 WIB

KPK Terbitkan Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Fadia Arafiq

Kamis, 24 September 2026 - 20:16 WIB

Prabowo Siapkan Anggaran dan Alat Berat untuk Cegah Karhutla

Kamis, 24 September 2026 - 05:54 WIB

Presiden Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Wujudkan Kuliah Gratis di PTN

Berita Terbaru

DPRD Seruyan memberi perhatian terhadap krisis air bersih yang dialami masyarakat akibat musim kemarau di sejumlah wilayah. Wakil Ketua I DPRD Seruyan, Harsandi, mengapresiasi langkah Pemkab Seruyan yang dinilai masif menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa terdampak.

Seruyan

DPRD Apresiasi Bantuan Air Bersih

Jumat, 25 Sep 2026 - 15:10 WIB