OPM di Papua Makin Berani, Konvoi Kendaraan TNI, Bupati dan Kapolres Diserang, Sebby Sambon: Berhasil Tembak 2 TNI

- Jurnalis

Rabu, 6 Desember 2023 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan TPNPB-OPM (foto:suara.com)

Pasukan TPNPB-OPM (foto:suara.com)

1TULAH.COM – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui bahwa pihaknya telah menyerang konvoi kendaraan TNI di wilayah Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur Kabupaten Maybrat-Papua pada Minggu (3/12/2023).

Sebby Sambom, selaku jubir TPNPB-OPM mengatakan penyerang tersebut dilakukan oleh pasukan wilayah IV yang dipimpin oleh Wakil Komandan Operasi Mamfred Fateem.

“Pimpinan Wakil Komandan Operasi Mamfred Fatem dan pasukannya telah serang konvoi kendaraan militer dan polisi Indonesia dan berhasil tembak 2 anggota TNI dan salah satunya tewas di tempat, dan yang satunya lagi mengalami luka tembak di Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur-Papua,” kata Sebby kepada Suara.com, Rabu (6/12/2023).

Baca Juga :  Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Menurut laporan yang diterimanya, pasukan TPNPB-OPM melakukan penyerangan terhadap dua unit kendaraan roda empat serta dua unit truk milik TNI. Rombongan tersebut ingin mengantarkan logistik berupa sembako kepada masyarakat yang berada di Kampung Ayata, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua.

Disampaikan oleh Sebby, bahwa dalam rombongan tersebut terdapat pejabat bupati, pangdam, dandim hingga kapolres.

Secara terpisah, TPNBP-OPM mengakui akan bertanggung jawab terhadap pembunuhan yang mereka lalukan kepada penjaga kios di pinggir Sungai Boto.

Baca Juga :  Dinilai Lembek ke Nusron Wahid, MAKI Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas

Pihaknya meyakini bahwa penjaga kios tersebut merupakan TNI yang bertugas sebagai seorang sniper.

“Dia itu benar-benar sudah dipastikan oleh PIS TPNPB dari tahun 2012, saat pembongkaran projek jalan Trans di Sungai Seng,” ungkapnya.

Diungkapkan oleh Sebby, bahwa anggota TNI tersebut sengaja membuka kios di depan rumahnya. Diklaim oleh TPNBP-OPM pria tersebut terbunuh saat perayaan kemerdekaan Papua pada 1 Desember 2023 lalu.

“Panglima TPNPB Wilayah XVI Yahukimo Bridjen Elkius Kobak dan pasukannya bertanggung jawab atas pembunuhan anggota TNI yang menyamar sebagai penjaga kios ini,” tuturnya

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel
Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan
Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati
Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?
Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Berita Terbaru