Polemik PT SLS di Bartim Melintasi Jalan Usaha Tani Milik Warga, Ini Tanggapan Kades Dorong

- Jurnalis

Senin, 24 Juli 2023 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi tambang PT SLS di Kabupaten Bartim yang berpolemik dengan warga setempat. Foto : 1tulah.com/zakirin

Lokasi tambang PT SLS di Kabupaten Bartim yang berpolemik dengan warga setempat. Foto : 1tulah.com/zakirin

1tulah.com, TAMIANG LAYANG-Kepala Desa Dorong, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Superson menyampaikan tanggapan, terkait adanya permasalahan aktivitas Perusahaan tambang batubara PT. Sejahtera Laju Sentosa (SLS) yang melintasi jalan usaha tani dan warga yang dilaporkan manajemen PT SLS, karena sempat memportal jalan usaha tani Ampeng di Desa Dorong.

“Kemarin mereka ada bersurat kepada saya tapi belum saya balas surat nya,”kata  Superson menjawab dikonfirmasi via Whatsapp, Sabtu (22/7/2023).

“Mungkin sudah ada komunikasi sama peguna jalan yangg melintasi,”tukas Kades Dorong tersebut singkat.

Sebelumnya disampaikan warga selaku pemilik kebun, Ucerman mantan Pj Kepala desa Dorong tahun 2016 – 2017 yang turut andil membuat jalan usaha tani sepanjang 700 meter dengan lebar kurang lebih 3 sampai 4 meter.

Kepada awak media, Ucerman menjelaskan bahwa jalan usaha tani yang diperuntukan untuk aktivitas berkebun warga, terdampak dan rusak akibat aktivitas PT SLS yang melintasi jalan tersebut.

Selain itu Ucerman juga merasa keberatan dengan dampak aktivitas perusahaan yang mengakibatkan kebun miliknya rusak, dan dikhawatirkan bisa longsor akibat galian tambang yang berjarak kurang lebih 3 meter dari perkebunannya.

“Ada satu 1 pohon Cempedak kemudian ada dahan Cempedak satu patah dan yang lainnya mungkin tanaman-tanamannya nggak terhitung lagi,” ucap Ucerman saat diwawancarai awak media di lokasi kebunnya, Jumat, 21 Juli 2023.

Menurut Ucerman, sebelumnya sudah melaporkan ke pihak perusahaan salah satu karyawan dan meminta pihak pimpinan datang memberikan keterangan, namun ditunggu tidak kunjung datang sehingga merasa kecewa dan spontan memortal jalan tani yang dilintasi perusahaan sehingga Dirinya dilaporkan dan terima surat panggilan kepada dua warga desa Dorong dengan nomor B/378/VII/2023/Reskrim prihal undangan klarifikasi.

Baca Juga :  Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

“Melihat jalan desa banyak yang rusak, jadi kita portal jalan tersebut. Kemarin kita juga dipanggil pihak Polres untuk klarifikasi terkait pemortalan jalan ternyata salah sudah melewati jalan usaha tani,” terang Ucerman.

Ia bersama adiknya datang ke sana dari jalan yang usaha tani Ampeng itu, sekira sejengkal masuk.

“Kita enggak tahu melihat di situ karena jalan tertutup oleh lumpur, maksud kita kemarin itu supaya perusahaan itu enggak bisa lewat,” ungkap Ucerman.

Selanjutnya dipasangi portal karena banyak cor beton yang rusak, dan akibat tersebut pihaknya merasa dirugikan dan ditakutkan kalau masyarakat lewat terkena alat berat.

Ucerman berharap jalan usaha tani tersebut yang rusak mohon diperbaiki dan kalau ada genangan-genangan air supaya ditimbun oleh perusahaan. Ia Ia juga mengingatkan sementara waktu kalau tidak ada perundingan dengan masyarakat dan orang-orang tua yang di desa Dorong, jangan lewat dulu perusahaan.

“Tapi tadi sudah ada yang lewat nyebrang jalan, dan kemarin saya sudah bilang jangan lewat sebelum ada perundingan. Harus ada perundingan perusahaan dengan masyarakat di situ, supaya kita tahu apa keuntungan masyarakat jangan kerugian yang banyak,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ucerman juga menyampaikan agar pihak perusahaan memperhatikan kebun miliknya seluas kurang lebih 0,7 hektare yang dikhawatirkan dapat longsor akibat aktivitas perusahaan.

“Harapan kami kalau perusahaan ini sudah tutup nanti ditimbun karena jarak dari kebun yang sebelumnya 20 meter dari pinggir batas ini sekarang sudah tinggal 3 meter.

Sebelumnya, dengan adanya surat panggilan kepada dua warga desa Dorong dengan nomor B/378/VII/2023/Reskrim prihal undangan klarifikasi. Selaku Wakil rakyat, Depe meminta kasus pemortalan jalan tambang PT Sejahtera Laju Sentosa (SLS) yang terjadi di Desa Dorong, Kecamatan Dusun Timur bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Baca Juga :  Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi

“Kasian masyarakat yang mencoba mempertahankan haknya kemudian karena hanya memortal lalu dilaporkan ke aparat hukum karena kasus pemortalan,” kata Wakil Ketua II DPRD Barito Timur, Andreas Depe di Tamiang Layang, Kamis (20/07/2023)

Menurutnya, aksi pemortalan terpaksa dilakukan warga karena masalah lahan dan ketika dilakukan pembersihan lahan (land clearing) menggunakan alat berat untuk membuat jalan tambang PT SLS.

Menurut Depe, masyarakat di Kabupaten Barito Timur yang mayoritas adalah orang dayak selalu mengedepankan musyawarah mufakat jika ada permasalahan yang terjadi di desa.

Adapun tanggapan dari Manager Operasional PT SLS, Martin kepada awak media saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus pemortalan yang dilakukan warga Desa Dorong, Kecamatan Dusun Timur dan kasus tersebut telah ditangani pihak kepolisian setempat.

“Yang melaporkan adalah KTT PT Bumi Barito, Pak Kadek Dwi Putrayadnya pada Selasa (18/7) kemarin. Untuk saat ini beliau sedang cuti,” katanya.

Dijelaskan Martin, pemortalan tersebut terjadi di jalan angkutan batubara PT SLS yang sudah dibebaskan. Namun jalan tersebut memotong jalan usaha tani milik Pemerintah Desa Dorong.

“Terkait dengan proses di Polres Bartim kita serahkan sepenuhnya ke Kepolisian,” kata Martin.

Terkait kasus pemortalan tersebut, Satreskrim Polres Barito Timur sedang menanganinya. Dua orang bernama Ucerman dan Krisno selaku warga Desa Dorong dipanggil untuk dimintai keterangan klarifikasi. (zek)

Berita Terkait

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan
Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan

Rabu, 4 November 2026 - 06:19 WIB

Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru