Kunjungan Kaisar Jepang Hironomiya Naruhito ke Yogyakarta, Tapak Tilas Jejak Sang Ayahnda Kaisar Akihito ‘

- Jurnalis

Jumat, 23 Juni 2023 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sri Sultan HB X menyambut Kaisar Naruhito dengan ageman takwa atau baju khas Keraton Yogyakarta. (Foto media pool Humas Jogja)

Sri Sultan HB X menyambut Kaisar Naruhito dengan ageman takwa atau baju khas Keraton Yogyakarta. (Foto media pool Humas Jogja)

1TULAH.COM-Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta menjadi salah satu kota yang dikunjungi Kaisar Jepang Hironomiya Naruhito selama berada di Indonesia.

Kunjungannya ke Yogyakarta merupakan tapak tilas saat Kaisar Akihito, sang ayahnda pada tahun 1991 silam. Saat itu Kaisar Akihito juga disambut dengan sangat istimewa oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Kaisar Jepang, Hironomiya Naruhito berkunjung ke Indonesia pada 17-23 Juni 2023. Selain ke Jakarta, dia juga secara khusus berkunjung ke Yogyakarta.

Sebagai tamu dia disambut penuh hormat, seolah tidak ada sejarah kelam yang patut diingat dari kedua negara.Sri Sultan Hamengkubuwono X memakai ageman takwa, atau pakaian jawa khas keluarga Keraton Yogyakarta ketika menyambut Kaisar Naruhito, Rabu (21/6/2023) malam.

Pakaian ini selalu dikenakan ketika Sultan menghormati tamu dari kalangan monarki, seperti kunjungan Raja Kerajaan Belanda Willem-Alexander, pada Maret 2020 lalu.

GKR Mangkubumi, putri sulung Sri Sultan Hamengkubuwono X, sedikit bercerita tentang bagaimana mereka menyambut kedatangan Naruhito.

“Ada tarian, seperti biasa tarianya Beksan Lawung, kemudian beliau melihat batik, keris, wayang kulit. Intinya beliau senang sekali dan melanjutkan visit dari orang tuanya sebelumnya, ke sini,” ujar Mangkubumi.

Naruhito juga menikmati sajian khas Kraton kali ini. Setup jambu dipilih sebagai minuman pembuka, diikuti sop ayam, nasi pandan wangi, empal sapi, hingga es teler sebagai penutup.

Pada 1991, Kaisar Akihito yang merupakan ayah Naruhito, berkunjung ke Keraton Yogyakarta, dan juga diterima oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Karena itu, Mangkubumi juga menyebut kunjungan ini sebagai silaturahmi antargenerasi bagi kedua monarki.

Baca Juga :  Temukan Ibu dengan 13 Anak, Veronica Tan Ingatkan Bahaya Kemiskinan Struktural

Saudara Tua Sampai Kini

Jepang bukan negeri asing bagi rakyat Indonesia. Dalam sejarah, kata sejarawan Universitas Sanata Dharma Yogyakara, Aji Cahyo Baskoro, hubungan dagang warga dua negara sudah terjadin sejak abad ke-16.

“Sudah ada lalu lintas orang Jepang ke Nusantara dan juga pedagang dari Indonesia ke Jepang. Terus kemudian sebelum periode perang, awal abad 20 sampai meletusnya Perang Dunia, juga sudah banyak orang-orang Jepang yang berdagang di Indonesia,” tambah Aji.

Namun, sejarah kedua negara paling banyak dibicarakan, termasuk menjadi bagian dari pelajaran di sekolah adalah pada periode penjajahan 1942-1945.

Tahun 1958, melalui perjanjian San Fransisco, Jepang bersedia membayar pampasan atau dana ganti rugi perang. Indonesia termasuk salah satu negara yang menerimanya, dan dimulailah program-program bantuan pembangunan dari negara itu.

Tahun itu pula, Colomba Plan ditetapkan sebagai kesepakatan negara-negara di wilayah Selatan yang miskin. Jepang turut berbaik hati menggelontorkan dana bantuan. Salah satunya terwujud dalam proyek sabo dam di Gunung Merapi Yogyakarta dan Semeru Jawa Timur.

Tidak heran, jika Kaisar Naruhito menyempatkan diri menengok Balai Teknik Sabo, milik Kementerian PUPR di Yogyakarta.

“Karena sama, Indonesia dan Jepang. Jepang punya 111 gunung berapi, kita mempunyai 129 gunung berapi. Jadi pengendalian laharnya dengan menggunakan sabo,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.

Baca Juga :  KPK Dampingi Direksi WNA Garuda Indonesia Isi Laporan Harta Kekayaan

Sabo adalah bahasa Jepang untuk pasir. Teknologi ini dibawa Jepang untuk menangani amukan gunung Merapi dan Semeru, yang bisa mengirim jutaan kubik material ketika meletus. Dam sabo di bangun di aliran sungai, bukan untuk membendung air tetapi menahan laju pasir dan batu.

Sementara air leluasa mengalir hingga bawah. Bentuknya seperti tangga, jika sabo di bagian atas telah penuh pasir dan batu, maka material akan mengalir ke bawah dan ditampung di dam kedua. Begitu seterusnya hingga material letusan diharapkan tidak menjadi ancaman di kawasan pemukiman.

“Merapi menurut master plan butuh 367 dam sabo, sekarang baru 227, masih butuh 90 lagi, untuk kapasitas 11 juta meter kubik pasir,” lanjut Basuki.

Sepanjang kunjungannya, Kaisar terlihat begitu senang bahwa bantuan negaranya dapat dipakai sejak 1958 hingga saat ini. Sejak 1970, para tenaga ahli dari Jepang silih berganti datang dalam proyek dam sabo, begitupun ratusan ahli Indonesia belajar ke Jepang.

Dari sisi sejarah, kata Aji, Indonesia memang sangat mudah memaafkan. Hanya beberapa tahun setelah pemberian pampasan perang melalui bantuan pembangunan infrastruktur, Indonesia menjadi pasar besar bagi produk otomotif Jepang, sampai saat ini.

Begitupun, kekejian terkait romusha, jugun ianfu atau bentuk kekejaman tentara Jepang sepanjang perang kemerdekaan, seolah hilang tanpa bekas, dan sekadar menjadi perbincangan. (Sumber:voaindonesia.com)

Berita Terkait

Dongkrak PAD, Pemkab Murung Rayaa Siapkan Perseroda
Tetap Sejuk dan Eksis! Goojodoq GFS025 Jadi Pendamping Wajib Saat Cuaca Panas Ekstrem
Gugat Legitimasi Paus Leo XIV, Donald Trump Picu Kemarahan Internasional dan Kecaman Iran
KPK Dampingi Direksi WNA Garuda Indonesia Isi Laporan Harta Kekayaan
Waspada! Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, DPRD Kalteng Ingatkan Potensi Karhutla di Kotim
Seimbangkan Kekuatan Timur dan Barat, Prabowo Temui Macron Usai Diskusi Panjang dengan Putin
Mengenal Motif Tato Dayak: Simbol Identitas dan Status Sosial Masyarakat Kalimantan
Anggaran Cekak, DPRD Kalteng Beri Sinyal Formasi CPNS 2026 Tak Ada Lowongan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:59 WIB

Dongkrak PAD, Pemkab Murung Rayaa Siapkan Perseroda

Rabu, 15 April 2026 - 08:33 WIB

Gugat Legitimasi Paus Leo XIV, Donald Trump Picu Kemarahan Internasional dan Kecaman Iran

Selasa, 14 April 2026 - 21:01 WIB

KPK Dampingi Direksi WNA Garuda Indonesia Isi Laporan Harta Kekayaan

Selasa, 14 April 2026 - 10:30 WIB

Waspada! Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, DPRD Kalteng Ingatkan Potensi Karhutla di Kotim

Selasa, 14 April 2026 - 08:54 WIB

Seimbangkan Kekuatan Timur dan Barat, Prabowo Temui Macron Usai Diskusi Panjang dengan Putin

Selasa, 14 April 2026 - 06:08 WIB

Mengenal Motif Tato Dayak: Simbol Identitas dan Status Sosial Masyarakat Kalimantan

Senin, 13 April 2026 - 20:52 WIB

Anggaran Cekak, DPRD Kalteng Beri Sinyal Formasi CPNS 2026 Tak Ada Lowongan

Senin, 13 April 2026 - 20:40 WIB

Target Produksi Batu Bara 2026 Turun 24%, Daerah Penghasil Terancam Krisis APBD: Waspada Barito Utara dan Murung Raya!

Berita Terbaru

Dongkrak PAD, Pemkab Mura Siapkan Perseroda

Berita

Dongkrak PAD, Pemkab Murung Rayaa Siapkan Perseroda

Rabu, 15 Apr 2026 - 15:59 WIB