Sejumlah Ulama di Iran Jadi Sasaran Pembunuhan, Pemerintah Setempat Menyebut Bukan Aksi Terorisme

- Jurnalis

Jumat, 28 April 2023 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ayatollah Abbas Ali Soleimani, ulama berpengaruh di Iran, tewas dalam serangan bersenjata Rabu pagi (26/4) di provinsi Mazandaran, Iran utara (foto: dok).

Ayatollah Abbas Ali Soleimani, ulama berpengaruh di Iran, tewas dalam serangan bersenjata Rabu pagi (26/4) di provinsi Mazandaran, Iran utara (foto: dok).

1TULAH.COM-Aksi penyerangan dan pembunuhan di Negara Iran menyasar sejumlah ulama. Sejauh ini, pemerintah setempat menyebutkan bahwa aksi teror yang terjadi dengan para ulama ini, bukan kejahatan terorisme.

Dilaporkan sudah ada beberapa ulama atau pemuka agama Islam yang menjadi korban pembunuhan. Terbaru adalah Ayatollah Abbas Ali Soleimani.

Ulama berpengaruh di Iran uang juga anggota Majelis Pakar yang memilih pemimpin tertinggi negara itu, tewas dalam serangan bersenjata, kata para pejabat Rabu (26/4/2023).

“Ayatollah Abbas Ali Soleimani tewas pagi ini dalam serangan bersenjata. Penyerang juga ditangkap dan sekarang sedang diinterogasi,” lapor kantor berita IRNA, mengutip pejabat politik dan keamanan provinsi Mazandaran di Iran Utara tempat serangan itu terjadi.

Serangan itu terjadi di sebuah bank di kota Babolsar, kata pejabat itu.“Motif penyerang belum jelas dan akan diumumkan setelah diklarifikasi,” tambah pejabat itu.

Gubernur provinsi Mazandaran Mahmoud Hosseinipour mengatakan penyerang adalah petugas keamanan bank lokal.

Baca Juga :  Golkar Menargetkan Capai 60% Suara pada Pilkada 2024

“Sejauh ini, informasi dan dokumen kami menunjukkan bahwa ini bukan aksi (yang mengancam) keamanan atau teroris,” kata Hosseinipour kepada televisi pemerintah.

Soleimani, 75, sebelumnya adalah wakil dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Ia juga pernah menjadi imam yang memimpin salat Jumat di kota Kashan, di provinsi Isfahan, Iran Tengah, dan kota Zahedan di provinsi Sistan-Baluchistan, Iran Tenggara.

Menurut konstitusi, Majelis Ahli yang beranggotakan 88 orang diberi mandat untuk mengawasi, memberhentikan, dan memilih Pemimpin Tertinggi Iran.

Badan musyawarah yang sangat kuat itu sekarang dipimpin oleh ulama ultrakonservatif Ahmad Jannati yang berusia 96 tahun.

Anggotanya dipilih dalam pemilihan rakyat untuk masa jabatan delapan tahun dari sejumlah kandidat setelah lolos dari penilaian Dewan Wali negara.

Serangan itu diyakini sebagai yang paling signifikan terhadap seorang ulama selama bertahun-tahun di Iran.

Baca Juga :  DPD PAN Barsel Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, Catat Jadwalnya!

Pada April 2022, serangan menggunakan pisau yang diduga dilakukan oleh seorang jihadi di kota suci Mashhad di Provinsi Razavi Khorasan, di timur laut Iran menyebabkan kematian dua ulama dan melukai seorang lainnya.

Tersangka utama, yang diidentifikasi sebagai Abdolatif Moradi, 21, adalah seorang etnis Uzbekistan yang memasuki Iran secara ilegal melalui perbatasan Pakistan setahun sebelumnya, kata kantor berita Tasnim saat itu.

Moradi digantung pada bulan Juni di kota yang sama atas tuduhan “moharebeh,” atau “perang melawan Tuhan.”

Penyerang beraksi pada hari ketiga bulan suci Ramadan saat kerumunan besar jamaah berkumpul di makam Imam Reza, salah seorang tokoh paling dihormati dalam Islam Syiah.

Serangan di Mashhad Rabu ini terjadi beberapa hari setelah dua ulama Sunni ditembak mati di luar sebuah sekolah agama di kota Gonbad-e Kavus di Iran utara. (Sumber:voaindonesia.com)

 

Berita Terkait

Legislator Barsel ini Minta Raperda STOK Perlu Dibahas Lebih Lanjut
Denny Indrayana Prediksi Putusan MK Soal Sengketa Pilpres 2024, Petitum Soal Gibran Paling Dilematis
Ketua DPRD Kalteng Apresiasi Jasa Para Habaib dalam Penyebaran Dakwah Islam
DPD PAN Barsel Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, Catat Jadwalnya!
Usai ‘Dirty Vote’, Film Dokumenter ‘Dirty Election’ Siap Ungkap Kecurangan Teknologi Pemilu 2024
Rika Tolentino Kato, Istri Kedua Yusril Ihza Mahendra Ini Bak Gadis Usia 20-an
Usai Lebaran, Pertamina Pastikan Stok Gas 3Kg di Seluruh Indonesia Tak Akan Langka
Bongkar Habis Sengketa Pilpres 2024; Pengamat: Presiden Jokowi dan 8 Menteri Ini Seharusnya Bersaksi di Sidang MK
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 08:30 WIB

Legislator Barsel ini Minta Raperda STOK Perlu Dibahas Lebih Lanjut

Selasa, 16 April 2024 - 06:41 WIB

Denny Indrayana Prediksi Putusan MK Soal Sengketa Pilpres 2024, Petitum Soal Gibran Paling Dilematis

Selasa, 16 April 2024 - 06:00 WIB

Ketua DPRD Kalteng Apresiasi Jasa Para Habaib dalam Penyebaran Dakwah Islam

Selasa, 16 April 2024 - 05:41 WIB

DPD PAN Barsel Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, Catat Jadwalnya!

Senin, 15 April 2024 - 16:13 WIB

Usai ‘Dirty Vote’, Film Dokumenter ‘Dirty Election’ Siap Ungkap Kecurangan Teknologi Pemilu 2024

Senin, 15 April 2024 - 13:27 WIB

Rika Tolentino Kato, Istri Kedua Yusril Ihza Mahendra Ini Bak Gadis Usia 20-an

Senin, 15 April 2024 - 13:11 WIB

Usai Lebaran, Pertamina Pastikan Stok Gas 3Kg di Seluruh Indonesia Tak Akan Langka

Senin, 15 April 2024 - 12:51 WIB

Bongkar Habis Sengketa Pilpres 2024; Pengamat: Presiden Jokowi dan 8 Menteri Ini Seharusnya Bersaksi di Sidang MK

Berita Terbaru

Ilustrasi puasa syawal (sumber: suara.com)

Khazanah

Ingin Puasa Syawal Enam Hari Tapi Tak Berurutan, Bolehkah?

Selasa, 16 Apr 2024 - 17:15 WIB