1TULAH.COM, Muara Teweh – Firmansyah (31) yang mengamuk brutal tidak saja membuat keponakannya Rita dan cucunya A(2 tahun), cacat pada bagian tubuh.
Ulah Firmansyah juga membuat susah keluarga kakaknya Parianto alias Ewe. Mereka harus menanggung biaya rumah sakit pengobatan Rita dan cucunya A.
“Kami ini sangat binggung mencari dana untuk biaya perawatan operasi menantu saya Rita dan cucu di rumah sakit. kemana kami harus mencari uang. Untuk biaya hidup sehari-hari saja susah, apalagi untuk biaya operasi yang dijelaskan pihak rumah sakit mencapai puluhan juta,” kata Aryati dan suaminya Parianto, bertutur kepada 1tulah.com, Senin 25 April 2023.
Dikatakan Ariyati, keluarganya tidak memiliki BPJS kesehatan. Ini mau mencoba urus surat keterangan tidak mampu (SKTM) tapi, KTP dan KK, mereka tidak punya.
“KTP ada tapi kami belum memindahkan domisili yang dulu masih di Puruk Cahu. Sekarang masih hari libur untuk berurusan ke kantor kelurahan dan Dukcapil belum bisa,” timpal Parianto pasrah.
Namun kata keduanya, mereka berterima kasih karena pihak rumah sakit, tetap melayani perawatan menantu dan cucunya kemarin.
“Tapi kami tetap saja gelisah karena kedepan akan banyak lagi biaya perawatan lanjutan. Semoga saja ada pihak yang bisa membantu kami,” kata Ariyati.
Dia juga bersyukur, jika menantunya Rita yang mengalami luka bacok pada bagian tangan dan kaki kiri, sudah melewati masa kritis. Begitupun dengan cucunya A, yang sudah sudah selesai operasi, dan harus rela kehilangan tangan kirinya akibat tebasan parang yang dilakukan Firmansyah.
Parianto menambahkan, bahwa hal terjadi dikeluarganya adalah musibah. Satu sisi, dua korban merupakan menantu dan cucu sendiri. Satu sisi lagi pelaku Firmansyah, merupakan adik.
“Kalau Firmansyah sudah jalannya harus begitu dan ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dan kami hadapi sekarng mencari biaya untuk pengobatan menantu serta cucu saya,” kata Parianto dengan ratu muka sedih.
Seperti diberitakan sebelumnya, Firmansyah(31), mengamuk dan melukai keponakannya sendiri bernama Rita dan cucunya berinisial A, Minggu 23 April 2023 sore.
Peristiwanya terjadi di Jalan Pangeran Antasari (bukan panglima batur), di sebuah rumah lanting, sekira pukul 14.30 WIB.
Pria yang bekerja mencari emas di kawasan marindu, Puruk Cahu ini mengamuk dan melukai keponakan serta cucunya, karena sakit hati tidak dikasih pinjam sepeda motor, ketika hendak mengantar istri ke kampung.
Kini Firmasnyah(pelaku,red) sudah diamankan pihak kepolisian. Ia diancam penjara kurungan 8 tahun, dijerat pelanggaran Pasal 354 ayat (1) KUH Pidana dan DAN Pasal 80 ayat (2) Jo Pas 76 C UU nomor 17/2016 tentang Penetapan Perlu nomor 1 / 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23/2022.(*)







![Ilustrasi dampak kabut asap karhutla pada kesehatan tubuh. [Suara.com/Syahda]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/karhutla-ispa-225x129.jpg)



![Ilustrasi - Sejumlah aktivis menggelar Aksi Kamisan ke-902 di depan Istana Merdeka, Kamis (2/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/andrie-yunus-cemas-225x129.jpg)




![Ilustrasi dampak kabut asap karhutla pada kesehatan tubuh. [Suara.com/Syahda]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/karhutla-ispa-360x200.jpg)







![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

