Pengamat Intelijen : Serangan KKB Adalah Ultimatum Perang

- Jurnalis

Selasa, 18 April 2023 - 23:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengumumkan status siaga tempur di beberapa daerah rawan di Papua pada Selasa (18/4/2023). (Antara)

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengumumkan status siaga tempur di beberapa daerah rawan di Papua pada Selasa (18/4/2023). (Antara)

1tulah.com – Beberapa daerah di Papua dianggap sangat rawan terhadap aksi teror kelompok kriminal bersenjata.

Pengamat intelijen dan pertahanan Ngasiman Djoyonegoro pun menegaskan bahwa mereka sepakat dengan kebijakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menerapkan siaga tempur pada daerah+daerah tersebut.

“Status siaga tempur sudah seharusnya dilakukan oleh TNI mengingat tim gabungan TNI diserang bukan dalam keadaan siaga perang,” ujar Simon, sapaan akrab Ngasiman, pada Selasa (18/04/2023)

Simon menerangkan bahwa penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap pasukan TNI berlangsung ketika pasukan TNI sedang menyisir daerah Mugi, Nduga, Papua, untuk mencari pilot Susi Air Phillip Mehrtens yang disandera KKB sejak Februari 2023.

“Melihat situasi tersebut, penyerangan ini direncanakan oleh KKB. Dalam konteks pertahanan TNI, itu dapat diartikan sebagai ultimatum perang,” imbuhnya.

Simon melanjutkan, dalam konteks terorisme maka tindakan penyerangan oleh KKB telah menimbulkan rasa tidak aman dan ancaman. Oleh karena itu, ia sepakat apabila TNI menerapkan siaga tempur.

Baca Juga :  Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati

“TNI harus benar-benar mempersiapkan diri dan memperhitungkan dengan matang setelah menetapkan status siaga tempur,” kata Simon.

Ia menambahkan TNI juga harus memperhatikan konsekuensi terhadap geopolitik dan pendekatan lain yang telah dilakukan oleh pemerintah.

“Artinya, TNI harus terus berkoordinasi dengan stakeholders (pemangku kepentingan) lainnya dalam rangka melakukan operasi dalam status siaga tempur ini,” kata Simon.

Sebelumnya, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono pada Selasa, menyatakan bahwa TNI meningkatkan operasi militer yang mulanya menggunakan pendekatan halus menjadi operasi siaga tempur pada beberapa daerah di Papua yang dianggap rawan aksi teror kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Yudo menjelaskan peningkatan operasi militer itu bertujuan memperkuat naluri tempur para prajurit sehingga mereka selalu siaga saat berhadapan dengan KKB.

Baca Juga :  Selamat, Pecatur Muda Murung Raya Raih Juara 3 Nasional

“Di daerah-daerah tertentu, kami ubah menjadi operasi siaga tempur. Di Natuna itu ada operasi siaga tempur laut, di sini ada operasi siaga tempur darat,” ucap Yudo.

Status siaga tempur dilatarbelakangi oleh tindakan KKB yang menghadang dan menyerang pasukan TNI saat mereka sedang menyisir daerah Mugi, Nduga, Papua, untuk mencari pilot Susi Air Phillip Mehrtens pada 15 April lalu.

“Di jalan, (prajurit) kami dihadang oleh KST (kelompok separatis teroris) dan terjadi kontak tembak. Dari 36 pasukan (di lokasi), ada satu yang meninggal, yaitu Pratu Miftahul Arifin,” kata Yudo.

Dari insiden itu, Yudo menyampaikan tiga orang prajurit terkena luka tembak dan seorang prajurit lainnya terluka akibat terjatuh. Empat prajurit yang terluka saat ini telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. [suara.com)

Berita Terkait

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan
Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo
Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar
Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?
Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan

Selasa, 3 November 2026 - 14:44 WIB

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:04 WIB

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Selasa, 3 November 2026 - 05:33 WIB

Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur

Senin, 2 November 2026 - 18:32 WIB

Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!

Berita Terbaru