Tak Terima Gubernurnya Tidak Didukung Sebagai Capres, Sopir yang Mengaku Warga Jateng Ini Tebar Ancaman

- Jurnalis

Sabtu, 11 Februari 2023 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pria mengaku warga Jawa Tengah dan bagian dari komunitas sopir truk se-Indonesia tidak terima Ganjar Pranowo dicap jelek oleh Ketua Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer. (Twitter)

Seorang pria mengaku warga Jawa Tengah dan bagian dari komunitas sopir truk se-Indonesia tidak terima Ganjar Pranowo dicap jelek oleh Ketua Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer. (Twitter)

1TULAH.COM-Kecintaan warga Jawa Tengah (Jateng) terhadap Gubenur Ganjar Pranowo sangat besar. Tak heran, saat relawan Jokowi Mania (JoMan) tidak lagi mendukung Gubernur Jateng ini, sebagai calon presiden (Capres) 2024, reaksi keras pun bermunculan.

Salah satunya adalah sebagaimana yang diunggah di media sosial oleh salah seorang sopir asal Jawa Tengah. Ia mengaku tergabung ke dalam komunitas sopir truk se-Indonesia.

Dengan menabar ancaman bahwa komunitas sopir truk se-Indonesia ikut turun tangan, jika Ketua Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer, tidak mencabut pernyataannya soal Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Pernyataan Ketua Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer terkait Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mendapatkan perhatian seorang pria dari komunitas truk se-Indonesia.

Ia mengatakan bahwa seluruh sopir truk Indonesia bisa turun tangan, apabila Immanuel alias Noel tidak mencabut pernyataannya terkait Ganjar.

Itu berkaitan dengan pembatalan dukungan Noel untuk Ganjar, menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024.

Melalui pembubaran kelompok Ganjar Pranowo Mania, mereka enggan mendukung lagi karena menganggap Ganjar miskin gagasan, untuk bangsa Indonesia.

Pernyataan Noel itu lantas disorot oleh seorang pria yang mengaku sebagai warga Jawa Tengah. Ia juga mengaku bagian dari komunitas truk Indonesia.

Baca Juga :  Rekomendasi Film Barat Juni 2026: Dari Toy Story 5 hingga Horor Viral Backrooms

Dalam sebuah video, pria itu meminta kepada Noel untuk mencabut pernyataannya soal Ganjar.

“Saya warga Jawa Tengah, dari komunitas truk Indonesia. Yang mengatakan bahwa gubernur kami bapak Ganjar Pranowo adalah seorang yang tidak baik itu mohon untuk dicabut kembali,” kata pria itu dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Twitter @Aryprasetyo85 pada Jumat (11/2/2023).

Kalau misalkan Noel tidak mencabut pernyataannya terkait Ganjar, ia mengancam sopir truk se-Indonesia akan mengambil sikap.

“Apabila pernyataan saudara ini tidak dicabut kembali, kami sopir truk Indonesia akan membuat satu gerakan, untuk meluruskan dari pernyataan saudara Noel, camkan itu saudara Noel,” tuturnya.

Batal Dukung Ganjar

Relawan Ganjar Pranowo atau GP Mania urung mendukung Gubernur Jawa Tengah tersebut menjadi calon presiden (capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Banyak faktor yang menyebabkan mereka memutuskan untuk tidak lagi mendukung pria berambut putih itu.

Kamis (9/2/2023) menjadi hari yang dipilih Relawan GP Mania untuk mengumumkan soal pembubaran dan pembatalan dukungan untuk Ganjar. Sebelum memutuskan untuk membatalkan dukungan, Relawan GP Mania mengaku telah mengamati perkembangan dinamika politik Tanah Air.

Atas pengamatan itu, mereka lantas menganggap kalau Ganjar bukanlah sosok yang tepat untuk didukung sebagai capres. Mengapa?

  1. Dianggap Tak Bisa Teruskan Jokowi
Baca Juga :  Ribuan Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Disuspensi, Badan Gizi Nasional Perketat Standar Program MBG

Sekretaris Jenderal GP Mania, Akhmad Gojali Harahap mengungkapkan kalau Ganjar dianggap, bukan sosok yang tepat untuk melanjutkan pemerintahan yang sudah dijalankan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Alasan pembubaran GP Mania adalah, kami menyatakan Ganjar Pranowo diyakini bukan sosok yang tepat melanjutkan kepemimpinan pasca Presiden Joko Widodo,” kata Akhmad dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis.

  1. Ganjar Miskin Gagasan

Alasan lainnya ialah Ganjar dianggap tidak memiliki gagasan untuk memimpin Indonesia setelah Jokowi. Itu juga yang dianggap mereka tidak bisa meyakini masyarakat mampu menjadi presiden.

“Tidak adanya nilai lebih yang ditonjolkan oleh Ganjar Pranowo sebagai capres baik dalam hal gagasan maupun program untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan lebih baik di masa yang akan datang,” tuturnya.

  1. Pencitraan di Sosmed

Ganjar kerap meramaikan sosial media dengan konten-konten yang dibuat oleh timnya. Tingkah lakunya yang diabadikan melalui video, dianggap Relawan GP Mania berbeda dengan keseharian Ganjar sesungguhnya.

“Tampilan Ganjar Pranowo di publik atau medsos berbeda dengan tampilan keseharian selanjutnya,” ujarnya. (Sumber:suara.com)

 

 

Berita Terkait

3 Faktor Utama yang Bikin Pemerintahan Prabowo Sulit Digoyang Isu ’98 Jilid 2
Polisi Bubarkan Paksa Perkemahan Pemuda Ahmadiyah di Tawangmangu Usai Ditekan Massa
KPK Tetapkan Silmy sebagai Tersangka Pemerasan Izin Tinggal WNA
Tim Gabungan Tangkap Tiga Pria Diduga Pengguna Sabu di Jakarta Utara saat Patroli
Kerugian PAD Miliaran Rupiah! DPRD Kalteng Desak Pemerintah Pusat Percepat Operasional Pelabuhan Batanjung
Kuota Produksi Batubara 2026 Dipangkas Jadi 600 Juta Ton, Badai PHK Hantui Sektor Tambang
Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Bentuk Akuntabilitas Pemda dalam Mengelola Keuangan Daerah
Tegas! Istana Bantah Isu Reshuffle Kabinet Prabowo dan Rumor Mundurnya Menkeu Purbaya
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:42 WIB

3 Faktor Utama yang Bikin Pemerintahan Prabowo Sulit Digoyang Isu ’98 Jilid 2

Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:34 WIB

Polisi Bubarkan Paksa Perkemahan Pemuda Ahmadiyah di Tawangmangu Usai Ditekan Massa

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:56 WIB

KPK Tetapkan Silmy sebagai Tersangka Pemerasan Izin Tinggal WNA

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:55 WIB

Tim Gabungan Tangkap Tiga Pria Diduga Pengguna Sabu di Jakarta Utara saat Patroli

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:33 WIB

Kuota Produksi Batubara 2026 Dipangkas Jadi 600 Juta Ton, Badai PHK Hantui Sektor Tambang

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:09 WIB

Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Bentuk Akuntabilitas Pemda dalam Mengelola Keuangan Daerah

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:16 WIB

Tegas! Istana Bantah Isu Reshuffle Kabinet Prabowo dan Rumor Mundurnya Menkeu Purbaya

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:23 WIB

Dandim 1013/Mtw Gandeng Insan Pers Dukung Kondusifitas Murung Raya

Berita Terbaru