Berikut Simak Sejarah Isra Miraj dan Apa Saja Tradisi Peringatannya

- Jurnalis

Sabtu, 28 Januari 2023 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Isra Miraj adalah. Sumber foto : suara.com

Ilustrasi Isra Miraj adalah. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Isra Miraj adalah dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja.

Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah beliau mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Isra Miraj diperingati setiap tanggal 27 Rajab tahun Hijriah.

Sebelum mengetahui sejarah dan tradisi Isra Miraj, mari simak terlebih dulu apa itu Isra Miraj.

Diketahui, Isra Miraj ini diambil dari bahasa Arab, yang mana Isra artinya perjalanan malam hari dan Miraj artinya kenaikan.

Jadi, Isra Miraj adalah perjalanan Nabi SAW dalam semalam dari Mekkah menuju Masjidil Aqsa (Yerussalem) hingga Sidratul Muntaha (Langit Ketujuh).

Sejarah Isra Miraj Nabi SAW

Dalam sejarah Islam, Isra Miraj adalah perjalanan spiritual yang dialami Nabi SAW.

Perjalanan spritual ini diberikan Allah SWT untuk menghibur Rasulullah SAW yang sedang bersedih dan berduka karena Khadijah istrinya dan Abi Thalib pamannya meninggal dunia.

Selain untuk menghibur Nabi SAW yang sedang sedih dan berduka, Isra Miraj yang diberikan Allah SWT ini juga sebagai pembuktian bahwa Nabi Muhammad SAW telah mengikuti jalur Nabi-Nabi terdahulu.

Pada peristiwa Isra Miraj inilah Nabi SAW mendapat perintah dari Allah SWT agar umatnya menjalankan shalat lima waktu.

Ini tertuang dalam hadis Nabi SAW seperti berikut ini:

“Allah SWT pada malam Isra’ mewajibkan atas umatku lima puluh solat, kemudian aku terus-menerus kembali kepada Allah SWT dan memohon keringan sehingga Allah SWT menjadikannya menjadi lima sholat sehari semalam.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Tradisi Peringatan Isra Miraj di Indonesia

Pada hari Isra Miraj, ada beberapa tradisi peringatan yang biasa dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia.

Melansir dari berbagai sumber, adapun beberapa tradisi Isra Miraj di Indonesia yakni sebagai berikut:

1. Ngurisan

Ngurisan merupakan tradisi Isra Miraj yang biasa dilakukab masyarakat Lombok, NTB (Nusa Tenggara Barat).

Ngurisan ini adalah tradisi potong rambut bayi usia kurang dari 6 bulan.

Pemotongan rambut umumnya tokoh agama/tokoh masyarakat.

2. Rajaban

Rajaban merupakan tradisi Isra Mirah yang biasa dilakukan masyarakat daerah Cirebon, Jawa Barat.

Rajaban ini adalah tradisi ziarah ke makam penyiar agama Islam yaitu pangeran Kejaksan serta Pangeran Panjunan Plangon.

Pada tradisi ini juga ada pembagaian nasi bogana.

3. Ambengan

Ambengan merupakan tradisi Isra Miraj yang dilakukan  masyarakat di beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa tengah.

Ambengan ini tradisi membawa ambeng (makanan berisi lauk dalam wadah besar) ke masjid atau tempat ibadah umat Muslim

4. Khatam Ktab Arjo

 Khataman Kitab Arjo merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat Wonoboyo, Temanggung, Jawa Tengah. Khataman Kitab Arjo ini tradisi membaca kitab berisi kisah Nabi SAW dari pukul 20.00 WIB yang diawali dengan tahlilan.

5. Yasa Peksi Burak

Yasa Peksi Burak merupakan tradisi Isra Miraj yang dilakukan masyarakat Kerataon Yogyakarta. Yasa Peksi Burak ini tradisi arak-arakan dari Masjid Gedhe yang didahului dengan doa bersama. Pada malam harinya dilaksanakan pembacaan kitab kisah Isra Miraj Nabi SAW oleh Kiai Pengulu.

Demikian ulasan mengenai apa itu isra miraj lengkap dengan sejarah dan tradisi perayaan Isra Miraj pada beberapa daerah di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat.(Nova Eliza Putri)

Artikel ini pertama kali tayang di suara.com, dengan judul Isra Miraj Adalah Peringatan Apa? Ini Penjelasan Sejarah dan Tradisinya

Berita Terkait

Mengubah Rumput Purun Kalimantan Selatan Jadi Produk Modern: Kisah Alexandra Christy dan Gaia Weave Jaga Gambut
Membaca Dinamika Gambut Indonesia: Mengapa Matematika dan Pemodelan Sains Menjadi Kunci Menjaga Keseimbangan Karbon Bumi
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Jaga Warisan Leluhur Dayak Bakumpai, IUB Barito Timur dan Perguruan Kuntau Putra Condo Latihan Bersama
Kagumi Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, Presiden Jerman Terharu Lihat Toleransi Indonesia
Malam 1 Suro 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal, Makna, dan Ragam Tradisi Sakralnya
Saat Umat Buddha Terinspirasi Tradisi Muslim dalam Merayakan Waisak Sebulan Penuh
5 Cara Menyimpan Daging Kurban Tanpa Kulkas, Tetap Awet dan Antibusuk!

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Mengubah Rumput Purun Kalimantan Selatan Jadi Produk Modern: Kisah Alexandra Christy dan Gaia Weave Jaga Gambut

Minggu, 27 September 2026 - 09:17 WIB

Membaca Dinamika Gambut Indonesia: Mengapa Matematika dan Pemodelan Sains Menjadi Kunci Menjaga Keseimbangan Karbon Bumi

Selasa, 1 September 2026 - 17:05 WIB

Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Senin, 22 Juni 2026 - 11:13 WIB

Jaga Warisan Leluhur Dayak Bakumpai, IUB Barito Timur dan Perguruan Kuntau Putra Condo Latihan Bersama

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:51 WIB

Kagumi Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, Presiden Jerman Terharu Lihat Toleransi Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:22 WIB

Malam 1 Suro 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal, Makna, dan Ragam Tradisi Sakralnya

Senin, 1 Juni 2026 - 08:03 WIB

Saat Umat Buddha Terinspirasi Tradisi Muslim dalam Merayakan Waisak Sebulan Penuh

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:19 WIB

5 Cara Menyimpan Daging Kurban Tanpa Kulkas, Tetap Awet dan Antibusuk!

Berita Terbaru