Mengubah Rumput Purun Kalimantan Selatan Jadi Produk Modern: Kisah Alexandra Christy dan Gaia Weave Jaga Gambut

- Jurnalis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak Muda Indonesia Kembangkan Purun untuk Jaga Gambut. (Dok. Ist)

Anak Muda Indonesia Kembangkan Purun untuk Jaga Gambut. (Dok. Ist)

1TULAH.COM-Selama ini, rumput purun mungkin lebih dikenal masyarakat sebagai bahan anyaman tradisional khas Kalimantan Selatan. Namun, di tangan generasi muda, tanaman yang tumbuh subur di lahan basah ini terbukti menyimpan potensi yang jauh lebih besar: dari menjaga kelestarian lanskap gambut hingga membuka peluang ekonomi baru bagi para perajin lokal.

Peluang tersebut ditangkap oleh Alexandra Christy Untono, seorang siswi kelas 12 ACS Jakarta. Melalui wirausaha sosial bertajuk Gaia Weave, ia mengolah purun (Lepironia articulata) menjadi aneka produk fungsional modern—mulai dari tas, aksesori, tech organizer, document pouch, hingga pernak-pernik kebutuhan rumah tangga.

Berawal dari Kunjungan ke Kalimantan Selatan

Alexandra mulai memprakarsai Gaia Weave pada tahun 2025 usai melakukan kunjungan langsung ke Kalimantan Selatan. Saat itu, ia mengamati bahwa para perajin lokal sebenarnya memiliki keterampilan menganyam purun yang sangat mumpuni. Sayangnya, mereka masih menghadapi tantangan besar dalam hal akses pasar yang konsisten serta penciptaan nilai tambah (added value) pada produk.

Melihat kondisi tersebut, Alexandra berinisiatif membangun rantai usaha yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Tanaman purun dipanen, diproses, dan dianyam langsung oleh perajin lokal di desa, lalu dirancang menjadi produk modern yang relevan dengan kebutuhan gaya hidup sehari-hari.

“Purun tumbuh subur di lingkungan yang basah. Dengan menciptakan nilai ekonomi dari purun, kami ingin membantu membangun insentif agar masyarakat tetap melihat nilai dari lanskap tempat purun tumbuh,” ujar Alexandra.

Baca Juga :  Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Menjaga Ekosistem Gambut Lewat Nilai Ekonomi Purun

Secara ekologis, purun tumbuh secara alami di lingkungan lahan basah, termasuk kawasan rawa dan gambut. Karakteristik ini membuat pemanfaatan purun erat kaitannya dengan upaya perlindungan lanskap gambut agar tetap basah dan terjaga.

Lahan gambut memegang peranan penting sebagai penyerap karbon alami dan pengatur tata air. Ketika gambut dikeringkan, dibakar, atau dialihfungsikan secara masif, fungsi ekologisnya akan rusak. Oleh karena itu, melestarikan ekosistem gambut tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga bagi keberlangsungan hidup masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari alam sekitar.

Di titik inilah purun menawarkan solusi yang prospektif. Tanaman liar lahan basah ini dapat menjadi sumber material berkelanjutan sekaligus penyokong ekonomi lokal ketika diolah dan dipasarkan dengan nilai jual yang lebih tinggi.

Dampak Nyata: Pemberdayaan 126 Perajin dan Peningkatan Pendapatan

Saat ini, Gaia Weave telah bermitra dengan sedikitnya 126 perajin yang tersebar di 15 desa di Kalimantan Selatan. Kapasitas produksi mereka telah mencapai sekitar 6.000 unit per bulan, dengan jangkauan pemasaran mencakup lebih dari 100 gerai ritel.

Baca Juga :  KPK Atur Ulang Jadwal Pemeriksaan Nia Kania dalam Kasus Bank BJB

Kemitraan ini memberikan dampak finansial yang signifikan bagi masyarakat lokal. Inisiatif ini tercatat berhasil meningkatkan pendapatan para perajin hingga 100–150 persen—dari yang sebelumnya berpenghasilan Rp1 juta–Rp1,5 juta per bulan, kini naik menjadi sekitar Rp2,7 juta–Rp3 juta per bulan.

Bagi sebagian perajin yang berprofesi utama sebagai petani, aktivitas menganyam purun dapat dilakukan dari rumah sebagai sumber penghasilan tambahan yang fleksibel.

“Ekonomi sirkular bukan hanya tentang material yang dapat digunakan kembali atau terurai. Yang tidak kalah penting adalah memastikan orang-orang dalam rantai pasok mendapatkan manfaat yang adil,” kata Alexandra.

Visi 2030: Target Ekspor dan Pemberdayaan 1.000 Perajin

Dari sehelai rumput di lahan basah Kalimantan, narasi purun kini berkembang menjadi gerakan sosial-ekonomi yang berdampak luas. Ada keterampilan tradisional yang berhasil dipertahankan, taraf hidup yang meningkat, serta kesadaran ekologis yang terbangun di tengah masyarakat.

Ke depan, Gaia Weave menargetkan dapat memperluas kemitraan hingga mencakup lebih dari 1.000 perajin pada tahun 2030, sekaligus menembus pasar ekspor internasional.

Melalui langkah ini, Alexandra berharap dapat membuktikan bahwa produk kebutuhan sehari-hari mampu menjadi bagian dari solusi lingkungan ketika material, desain, dan rantai pasoknya dibangun dengan memperhitungkan kesejahteraan manusia dan kelestarian alam. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla
Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas
Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?
Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Berita Terbaru