Cara Menghadapi Orang Silent Treatment, Yuk Simak

- Jurnalis

Kamis, 26 Januari 2023 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cara menghadapi silent treatment. (Foto: freepik)

Cara menghadapi silent treatment. (Foto: freepik)

1TULAH.COM – Pernah di diamkan teman atau pasangan? Bisa jadi kamu di silent treatment. Silent treatmen ini adalah sikap diam dan mengabaikan yang dilakukan seseorang kepada orang lain dengan tujuan tertentu.

Silent treatment ini biasanya dilakukan oleh seseorang karena ingin dimengerti keadaannya atau agar orang lain merasa bersalah.

Sikap silent treatment ini membuat bingung, karena tidak semua orang bisa menyadari kesalahannya.

Berikut adalah cara menghadapi sikap silent treatment:

  1. Mendiamkan kembali

Cara ini sebenarnya adalah cara terakhir yang digunakan jika cara-cara lainnya tidak berhasil mendapatkan respon.

Dengan mendiam kembali, orang tersebut akan bingung dan merasa tidak enaknya dengan sikap silent treatment.

  1. Validasi perasaannya

Ajak bicara mengenai hal yang dirasakannya. Cara ini digunakan dengan harapan orang tersebut mau berbicara karena merasa ada yang pedulu dengan dirinya.

Baca Juga :  Raisa Komentar "Kue Putu" di Unggahan Mathis Molinie, Sinyal Kedekatan Makin Kuat?

Di saat tersebut, jadi lah pendengar yang baik, jangan coba mengkritik atau memberi saran. Cukup jadi pendengar yang baik.

  1. Menjelaskan dan menyadarkan situasi

Berusaha untuk menyadarkan jika orang tersebut melakukan silent treatment. Karena terkadang orang yang melakukan silent treatment ini tidak sadar sedang bersikap seperti itu.

Coba untuk membuka komunikasi dengan mengatakan seperti “Aku merasa kamu lagi diam sekaligus mengabaikan aku, jadi kalau ada masalah coba kita bicara baik-baik.” Akan tetapi, perlu  diingat harus dengan mengontrol diri dan emosi supaya permasalahan tidak semakin melebar.

  1. Biarkan dia tenang

Kita tidak tahu pasti penyebab dari seseorang melakukan silent treatment, namun bisa jadi karena terlalu marah, terluka atau punya masalah pribadi lainnya, sehingga takut jika berbicara tidak bisa mengontrol apa yang keluar dari mulutnya dapat membuat orang lain sakit hati.

  1. Gunakan “aku atau saya” ketika berbicara
Baca Juga :  Raisa Komentar "Kue Putu" di Unggahan Mathis Molinie, Sinyal Kedekatan Makin Kuat?

Ketika mengajak berbicara orang yang melakukan sikap silent treatment, gunakan kata “Aku atau Saya”.

Mengajak berbicara menggunakan kata “Aku atau Saya” menjadi salah satu ketegasan sehingga diharapkan orang tersebut dapat terbuka dengan apa yang menjadi penyebab silent treatment.

Agar semakin meyakinkan gunakanlah kalimat persuasif dan jelaskan perasaan dengan terus terang, contohnya dengan mengatakan “Aku gak tau kenapa kamu diemin aku, coba kamu bicara supaya aku tau apa masalahnya biar gak berlarut-larut.” (Delia Anisya Fitri)

Sumber: yoursay.suara.com

Berita Terkait

Raisa Komentar “Kue Putu” di Unggahan Mathis Molinie, Sinyal Kedekatan Makin Kuat?
Awas Modus Penipuan Customer Service Palsu! Orderkuota Ingatkan Pentingnya Jaga OTP dan PIN Akun
8 Ide Lomba 17 Agustus Anak-Anak di Perumahan: Lucu, Seru, dan Edukatif!
Mitos “Agent of Change” dan Fenomena KKN Influencer: Saat Pengabdian Mahasiswa Bertumbal Algoritma
Menguak Fenomena “Just Friend”: Cuma Teman tapi Rasa Pacar, Kok Bisa?
Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Raisa Komentar “Kue Putu” di Unggahan Mathis Molinie, Sinyal Kedekatan Makin Kuat?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 04:49 WIB

Awas Modus Penipuan Customer Service Palsu! Orderkuota Ingatkan Pentingnya Jaga OTP dan PIN Akun

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:18 WIB

8 Ide Lomba 17 Agustus Anak-Anak di Perumahan: Lucu, Seru, dan Edukatif!

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:14 WIB

Mitos “Agent of Change” dan Fenomena KKN Influencer: Saat Pengabdian Mahasiswa Bertumbal Algoritma

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:07 WIB

Menguak Fenomena “Just Friend”: Cuma Teman tapi Rasa Pacar, Kok Bisa?

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WIB

Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WIB

Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?

Berita Terbaru