Kebijakan WFH Jumat bagi ASN: Solusi Hemat Pengeluaran hingga Rp400 Ribu per Bulan

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ASN di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ilustrasi ASN di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

1TULAH.COM-Kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) setiap hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah berlaku sejak April lalu kini menjadi sorotan. Bukan hanya soal fleksibilitas, kebijakan ini terbukti memberikan dampak ekonomi nyata bagi para pegawai negara.

Salah satu ASN kementerian, Dini, mengungkapkan bahwa skema kerja ini sangat membantu dalam menekan biaya hidup harian di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Efisiensi Biaya: Hemat Hingga Rp100 Ribu Sehari

Bagi banyak ASN, biaya transportasi dan uang makan adalah dua komponen pengeluaran terbesar setiap harinya. Dengan adanya kebijakan WFH di hari Jumat, pos pengeluaran ini bisa ditekan secara signifikan.

“Bisa hemat kira-kira Rp50-100 ribu sehari. Kalau digabung sebulan jadi kira-kira Rp400 ribu. Lumayan banget,” ujar Dini saat diwawancarai pada Jumat (8/5/2026).

Angka Rp400 ribu per bulan tentu bukan jumlah yang sedikit. Dana tersebut bisa dialokasikan untuk tabungan, investasi, atau kebutuhan rumah tangga lainnya, yang secara tidak langsung meningkatkan kesejahteraan finansial ASN.

Baca Juga :  Kampus Tunggu Informasi Resmi usai KPK Segel Sejumlah Ruang Pimpinan Unsoed

Strategi Menjaga Profesionalitas dan Fokus di Rumah

Meskipun bekerja dari rumah memberikan kenyamanan, tantangan terbesarnya adalah menjaga batas antara urusan domestik dan profesionalitas kerja. Dini membagikan beberapa trik agar tetap produktif meski berada di lingkungan keluarga:

1. Isolasi Mandiri di Ruang Kerja Khusus

Dini memilih untuk mengisolasi diri di dalam ruangan tertentu selama jam kerja berlangsung. Hal ini dilakukan untuk memberi sinyal kepada anggota keluarga bahwa ia sedang bertugas.

“Masuk kamar atau ruangan lain yang aman sesuai jam kerja. Tutup pintu kamar kalau perlu. Jadi orang tua tahu kita beneran kerja,” jelasnya.

2. Disiplin Jam Kerja (Anti Overwork)

Salah satu kekhawatiran WFH adalah jam kerja yang menjadi tidak teratur atau bahkan bekerja berlebihan (overwork). Kuncinya adalah disiplin diri. Dini tetap menganggap suasana rumah sama seperti di kantor agar pekerjaan selesai tepat waktu.

Baca Juga :  Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ajukan Praperadilan: Minta Penetapan Tersangka Gugur dan Barang Disita Dikembalikan

3. Meminimalisir Distraksi

Gangguan dari anggota keluarga atau keinginan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga sering kali muncul. Tipsnya sederhana: jangan buang waktu untuk hal di luar pekerjaan selama jam kantor agar bisa “pulang” atau selesai tepat waktu.

Tantangan WFH bagi ASN yang Berkeluarga

Meski menguntungkan secara finansial, Dini tidak menampik adanya tantangan dalam hal fokus. Terutama bagi ASN yang sudah berkeluarga, kehadiran anak atau anggota keluarga lain bisa menjadi distraksi yang menguji produktivitas.

Kebijakan WFH Jumat ini menjadi sebuah eksperimen sosial dan profesional bagi birokrasi Indonesia. Jika dilakukan dengan kedisiplinan tinggi, skema ini tidak hanya menyejahterakan kantong ASN, tetapi juga menjaga performa pelayanan publik tetap prima.

Kesimpulan WFH setiap Jumat bagi ASN adalah langkah maju dalam adaptasi kerja modern. Dengan penghematan mencapai Rp400.000 per bulan, kebijakan ini menjadi angin segar bagi stabilitas ekonomi pribadi ASN tanpa harus mengorbankan tanggung jawab kepada negara. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Bebas Kerugian Negara dan Raih WTP, BPK Tetap Audit Kinerja Pelayanan Peradilan MK
Kampus Tunggu Informasi Resmi usai KPK Segel Sejumlah Ruang Pimpinan Unsoed
KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed
Atraksi Terjun Payung Rp305 Juta Disorot ICW: Dinilai Tak Sesuai Skala Prioritas
Karhutla 2026 Merekah Lagi: Ratusan Titik Asap Terdeteksi, Asap Kalimantan Sudah Capai Malaysia
Mengapa Pidato Presiden Kerap Selip Lidah? Pengamat Soroti Pentingnya Fact-Checking
Ratakan Distribusi Pengajar, DPRD Kalteng Minta Formasi ASN Guru Prioritaskan Daerah Terpencil
Bantah Masuk Islam, Roberto Carlos Ungkap Alasan Pernikahannya Gelar Tradisi Islami
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Bebas Kerugian Negara dan Raih WTP, BPK Tetap Audit Kinerja Pelayanan Peradilan MK

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Kampus Tunggu Informasi Resmi usai KPK Segel Sejumlah Ruang Pimpinan Unsoed

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:29 WIB

KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Atraksi Terjun Payung Rp305 Juta Disorot ICW: Dinilai Tak Sesuai Skala Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:14 WIB

Karhutla 2026 Merekah Lagi: Ratusan Titik Asap Terdeteksi, Asap Kalimantan Sudah Capai Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Mengapa Pidato Presiden Kerap Selip Lidah? Pengamat Soroti Pentingnya Fact-Checking

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Ratakan Distribusi Pengajar, DPRD Kalteng Minta Formasi ASN Guru Prioritaskan Daerah Terpencil

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Bantah Masuk Islam, Roberto Carlos Ungkap Alasan Pernikahannya Gelar Tradisi Islami

Berita Terbaru

Ilustrasi KPK. (KPK)

Berita

KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

Jumat, 21 Agu 2026 - 19:29 WIB