Berperan Dalam Menjaga Kearifan Lokal, Kesejahteraan Mantir Adat Perlu Lebih Diperhatikan

- Jurnalis

Senin, 24 Oktober 2022 - 05:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Drs Duwel Rawing anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah.Foto.Ingkit/1tulah.com

Drs Duwel Rawing anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah.Foto.Ingkit/1tulah.com

1TULAH.COM-Keberdaan mantir adat di tengah masyarakat setara dengan tokoh agama maupun damang. Mereka sangat berperan dalam membina dan membimbing masyarakat dengan kearifan lokal.

Oleh karenanya, pemerintah harus pula memperhatikan kesejahteraan para mantir adat ini, terutama yang berada di wilayah pelosok perdesaan.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Duwel Rawing mendorong adanya perhatian pemda terhadap kesejahteraan mantir adat yang ada di wilayah Kalteng ini, khususnya di pelosok perdesaan.

Duwel mengungkapkan, terkait kesejahteraan mantir adat ini juga menjadi aspirasi yang disampaikan ketika pihaknya melaksanakan reses ke daerah-daerah di provinsi ini. Dan diharapkan hal itu bisa menjadi perhatian pemda.
“Mantir adat ini kan sebagai pembantu damang yang juga memiliki tugas dan fungsi serta peran, jadi kesejahteraannya juga penting untuk diperhatikan,” kata Duwel Rawing kepada 1tulah.com, Minggu (23/10/2022).

Baca Juga :  Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy'ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Dikatakan Duwel, seperti halnya di Desa Tumbang Malahoi, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) saat pelaksanaan reses pihaknya beberapa waktu lalu masyarakat mengusulkan agar mantir adat yang ada supaya keberadaannya diperhatikan.

Perhatian yang dimaksud yakni dengan memberikan bantuan berupa honor dari pemda dan juga baju seragam mantir adat. Terkait honor ini salah satu yang penting, sebab dengan mendapatkan honor maka mantir adat dapat bertugas dengan semangat dan maksimal.

Baca Juga :  Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

“Bukan berarti ketika tidak mendapatkan honor mantir adat tidak bekerja dengan baik, tapi honor ini diberikan agar mereka dalam bekerja bisa lebih semangat lagi dan ini juga sebagai bentuk penghargaan dari pemda, nah dengan begitu juga kesejahteraan mereka diperhatikan,” pungkas politisi senior PDIP ini.(Ingkit)

 

Berita Terkait

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis
Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU
Anggota DPRD Barito Utara Nilai APKASI Expo 2026 Buka Peluang Produk Lokal Dikenal Luas
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 17:05 WIB

Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Selasa, 1 September 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WIB

Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Anggota DPRD Barito Utara Nilai APKASI Expo 2026 Buka Peluang Produk Lokal Dikenal Luas

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Berita Terbaru