Menu

Mode Gelap

Berita ยท 29 Agu 2022 05:35 WIB

Ini Alasan Ilmiah Kenapa Minum Miras Dilarang, Efek Kesehatan Jangka Panjangnya Mengerikan


 Ilustrasi: Minum minuman keras/alkohol.pixabay Perbesar

Ilustrasi: Minum minuman keras/alkohol.pixabay

1TULAH.COM-Masih banyak orang yang menganggap remeh bahaya meminum alkohol atau minuman keras bagi kesehatan.

Alih-alih mematuhi bahwa minuman keras itu dilarang, bahkan diharamkan dalam agama Islam, ada yang beranggapan justru minuman keras itu baik bagi kesehatan, asalnya dikonsumsi dalam jumlah sedikit atau secukupnya.

Padahal, paling menggerikan dari dampak coba-coba minum alkohol atau miras ini adalah dampak jangka panjangnya, terutama bagi kesehatan.

Sebuah temuan baru dari para ilmuwan di Jerman menemukan bahwa minuman alkohol pertama yang diteguk sudah dapat mengubah otak selamanya, menyebabkan “perubahan sel permanen” dan membuang sinapsis.

Menurut peneliti Henrike Scholz dari Universitas Cologne, perubahan otak ini juga berisiko membuat orang menjadi kecanduan kelak.

Penelitian ini dilakukan pada tikus yang mabuk setelah diberi alkohol. Hasil pemindaian otak, menunjukkan adanya perubahan dalam cara neuron berkomunikasi, yakni dengan neganggu aluran energi yang diciptakan mitokondria.

Mitokondria merupakan organel penting yang berfungsi sebagai penghasil energi.

Perubahan serupa juga terlihat pada otak lalat buah, yang kedua hewan tersebut berisiko menjadi pecandu alkohol dari waktu ke waktu.

Pemahaman tentang mekanisme ini sangat penting, untuk menemukan pengobatan yang paling efektif, untuk memulihkan kecanduan alkohol dan jenis penyalahgunaan zat lainnya.

“Mengidentifikasi perubahan akibat alkohol adalah langkah pertama yang penting dalam memahami bagaimana minuman keras dapat berubah menjadi penyalahgunaan alkohol kronis,” ungkap Scholz, dikutip New York Post.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS telah menjelaskan bahwa mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, seperti:

Tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, penyakit hati, dan masalah pencernaan.

Kanker payudara, mulut, tenggorokan, kerongkongan, hati, usus besar, dan rektum.

Melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Masalah belajar dan memori, termasuk demensia serta kinerja yang buruk.

Masalah kesehatan mental, termasuk depresi dan kecemasan.

Gangguan penggunaan alkohol, atau ketergantungan alkohol. (Dikutip dari suara.com)

 

 

Artikel ini telah dibaca 89 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketua Caretaker DAD Barito Utara Audensi dengan Asisten dua Mewakili Bupati dan Kapolres Barut

3 Desember 2022 - 08:46 WIB

Ketua Caretaker DAD Barito Utara bersama pengurus lain, saat audensi dengan Asisten II, Rahmat MUratni dan dengan Kapolres Barut AKBP Gede Pasek Muliadnyana, Jumat (04/12/2022). Foto. Dellia Anisya Fitri/1tulah.com

Kabar Baik! Kompetisi Liga 1 Digulir 5 Desember

3 Desember 2022 - 08:39 WIB

Ilustrasi pertandingan Liga 1 2022/2023. [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S]

Berperan Dalam Kesehatan Ibu dan Anak, Pemkab Barut Dukung Rencana Aksi Pokja Posyandu

3 Desember 2022 - 08:38 WIB

Rp 1,794 Triliun, Pemkab Barut Terima Transferan Dana Provinsi Tahun Anggaran 2023

3 Desember 2022 - 08:30 WIB

Jokowi Buka Kembali Peluang Investor Masuk ke IKN, Setelah Kawasan 1A, Giliran Kawasan 1B dan 1C yang Ditawarkan

3 Desember 2022 - 07:48 WIB

Hasil Piala Dunia Grup G : Brasil dan Swiss ke Babak 16 Besar

3 Desember 2022 - 07:12 WIB

Para pemain Timnas Brasil memberikan aplaus pada suporter usai laga Piala Dunia 2022 kontra Kamerun di Stadion Lusail, Qatar, Sabtu (3/12/2022) dini hari WIB. [NELSON ALMEIDA / AFP]
Trending di Berita