Harga TBS Sawit di Tingkat Petani Anjlok, Ini yang Seharusnya Dilakukan Pemerintah di Tingkat Daerah

- Jurnalis

Jumat, 8 Juli 2022 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Yohanes Freddy Ering

Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Yohanes Freddy Ering

1tulah.com, PALANGKA RAYA-Anjloknya harga tanda buas segar (TBS) kelapa sawit, sudah sangat meresahkan para petani. Padahal, saat ini pemerintah pusat telah membuka kembali kran ekspor CPO.

Namun, tetap saja harga TBS di tingkat petani belum bisa stabil atau bagus seperti sebelumnya. Kondisi ini, perlu adanya intervensi kebijakan dalam penetapan harga TBS oleh pemerintah di tingkat daerah.

Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Yohannes Freddy Ering meminta kepada pemerintah di tingkat daerah, supaya dapat membuat kebijakan tepat terkait harga standar tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Hingga saat ini banyak masyarakat khususnya petani sawit yang mengeluhkan harga TBS kelapa sawit yang tidak memenuhi standar, meskipun sudah ditetapkan harga yang semestinya. Namun, hal itu tetap tidak diterapkan.

Baca Juga :  Pemkab Murung Raya Perkuat Sinergi dengan BNN untuk Berantas Narkoba

“Kita harap pemerintah bijaksana dalam menyikapi hal ini agar dapat menerapkan atau membuat standar harga TBS kelapa sawit sebagai rujukan dan standar harga itu juga harus ada kebijakan yang diberlakukan supaya tidak dimainkan,” kata Yohannes Freddy Ering kepada 1tulah.com, Rabu (6/7/2022).

Ia mengatakan, anjloknya harga TBS kelapa sawit dan banyak pembeli yang menghargai murah sangat merugikan bagi masyarakat petani sawit terutama di Kalteng, sebab hal itu tidak sebanding dengan biaya perawatan kebun kelapa sawit yang dimiliki masyarakat.

Baca Juga :  Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat

Menurutnya di dalam pemasaran TBS kelapa sawit masalah harga salah satu yang sangat penting, mengingat dari harga itu setidaknya petani sawit dapat mengembalikan modal perawatan yang selama ini dilakukan, serta juga dari situ bisa mengembangkan usaha yang digeluti tersebut.

“Apalagi saat ini harga pupuk, pembibitan dan perawatannya cukup tinggi. Jadi, jika harga jauh dari standar yang diinginkan pastinya petani sawit merugi, sehingga perlu ada standar harga yang mampu mengakomodasi konsumen dan petani agar sama-sama menguntungkan,” ujar Freddy. (Ingkid)

 

Berita Terkait

Sri Neni Trianawati: Car Free Day Wujud Komitmen Pemkab untuk Masyarakat
Tak Sampai 2 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Ojol di Tanjung Priok
Komisi I DPRD Kalteng Puji Kinerja Bank Kalteng yang Kian Positif dan Sehat
Isu Gerindra Awasi Pergerakan Wapres Gibran Dipastikan Hoaks, Fraksi Bakal Layangkan Somasi
DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah
Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah
Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?
Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Neni Trianawati: Car Free Day Wujud Komitmen Pemkab untuk Masyarakat

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:49 WIB

Tak Sampai 2 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Ojol di Tanjung Priok

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:24 WIB

Komisi I DPRD Kalteng Puji Kinerja Bank Kalteng yang Kian Positif dan Sehat

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:11 WIB

Isu Gerindra Awasi Pergerakan Wapres Gibran Dipastikan Hoaks, Fraksi Bakal Layangkan Somasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:05 WIB

DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:43 WIB

Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:17 WIB

Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:42 WIB

Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak

Berita Terbaru