Ironis, Wilayah Gumas Termasuk PSN Food Estate, tapi Harga Pupuk Tak Terkendali

- Jurnalis

Kamis, 10 Maret 2022 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kalteng, Siti Nafsiah

Anggota DPRD Kalteng, Siti Nafsiah

1tulah.com,PALANGKA RAYA-Temuan anggota DPRD Kalteng Hj Siti Nafsiah, saat reses perseorangan ke Kabupaten Gunung Mas ini sungguh ironis. Dalam hal ini, adalah keluhan warga setempat  terkait semakin mahalnya harga pupuk.

Padahal, wilayah Kabupaten Gunung merupakan salah satu bagian dari kawasan Food Estate yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Menurut pengakuan petani setempat, kalaupun pupuk itu ada dijual tapi harganya mahal, bisa mencapai Rp 800 ribu per saknya. Tentu ini memberatkan bagi para petani,” ujar Anggota DPRD Kalteng Hj Siti Nafsiah kepada 1tulah.com di Palangka  Raya, Rabu (9/3/2022).

Baca Juga :  Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di THM New Zone Medan

Dikatakannya, masalah kelangkaan dan mahalnya harga pupuk ini, disampaikan oleh para petani di Kelurahan Kurun.Mereka  juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan obat pembasmi hama atau pestisida yang sangat penting untuk menjaga tanaman dari serangan hama.

Oleh karena itu, ia meminta kepada pemerintah baik pusat, provinsi maupun Kabupaten Gunung Mas supaya dapat bersama-sama membantu para petani untuk mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau, termasuk pestisidanya.

Menurutnya, bantuan pemerintah tidak hanya akan meringankan beban para petani yang ada, namun juga akan berdampak besar terhadap produksi pangan.

Baca Juga :  Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya

Mengingat, lanjutnya, wilayah Kalteng yang salah satunya di Kabupaten Gunung Mas, menjadi salah satu yang dipercaya mengembangkan program strategis nasional (PSN) food estate.

Di kesempatan kegiatan reses tersebut, Anggota Fraksi Partai Golkar ini juga memberikan bantuan berupa perahu karet kepada masyarakat Kelurahan Kurun yang kerap kali terdampak banjir.

Dirinya berharap, bantuan yang diberikan itu bisa digunakan sebagai sarana untuk mengevakuasi warga ketika bencana banjir terjadi. Sedangkan, terkait aspirasi yang disampaikan, ia berjanji akan menyampaikannya kepada pihak-pihak terkait supaya bisa segera ditindaklanjuti.(Adi)

Berita Terkait

Berawal dari Video Viral, Konflik Ahmad Bahar dan GRIB Jaya Seret Komnas HAM
ASN Harus Menjadi Gardan Terdepan Pelayanan Masyarakat
Up Date Kasus CPO 2022: Eks Anggota Ombudsman Jadi Tersangka Obstruction of Justice
Prabowo Siapkan Strategi Nasional Guna Hadapi Ancaman El Nino 2026
Komisi III DPRD Barut Ikuti Upacara HUT ke-69 Kalteng dan Harkitnas ke-118
Haji Isam Investasi Rp6,3 Triliun Bangun Smelter Nikel Pertama di Kalsel
Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup
Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:02 WIB

Berawal dari Video Viral, Konflik Ahmad Bahar dan GRIB Jaya Seret Komnas HAM

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:51 WIB

ASN Harus Menjadi Gardan Terdepan Pelayanan Masyarakat

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:01 WIB

Up Date Kasus CPO 2022: Eks Anggota Ombudsman Jadi Tersangka Obstruction of Justice

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:50 WIB

Prabowo Siapkan Strategi Nasional Guna Hadapi Ancaman El Nino 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 17:20 WIB

Komisi III DPRD Barut Ikuti Upacara HUT ke-69 Kalteng dan Harkitnas ke-118

Senin, 25 Mei 2026 - 17:12 WIB

Haji Isam Investasi Rp6,3 Triliun Bangun Smelter Nikel Pertama di Kalsel

Senin, 25 Mei 2026 - 07:53 WIB

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup

Senin, 25 Mei 2026 - 07:17 WIB

Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya

Berita Terbaru

Pj Sekda Mura Sarwo Mintarjo

Berita

ASN Harus Menjadi Gardan Terdepan Pelayanan Masyarakat

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:51 WIB