Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sukoharjo, Ketua RT : Tidak Pernah Sosialisasi dengan Warga

- Jurnalis

Kamis, 10 Maret 2022 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah terduga teroris RT 03 RW 07 Dukuh Bangunsari Kelurahan Gayam, Sukoharjo. (Suara.com)

Rumah terduga teroris RT 03 RW 07 Dukuh Bangunsari Kelurahan Gayam, Sukoharjo. (Suara.com)

1tulah.com – Densus 88 Anti Teror menangkap warga berinisial S (54) terduga teroris di Dukuh Cendono, Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo.

Terduga pelaku diketahui seorang dokter, yang tinggal di RT 03 RW 07 Dukuh Bangunsari Kelurahan Gayam, Sukoharjo.

Namun dari Kartu Tanda Penduduk (KTP)nya itu warga RT 01 RW 07 Dukuh Bangunsari, Kelurahan Gayam.

“Yang saya tahu pekerjaannya itu dokter. Saya tidak tahu bertugas di mana, kelihatan dokter umum,” ujar
Ketua RT 03 RW 07 Dukuh Bangunsari Kelurahan Gayam, Bambang Pujiana E.W saat ditemui, Kamis (10/3/2022) dilansir 1tulah.com dari SuaraSurakarta.id (jaringan suara.com)

Baca Juga :  Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul

Bambang menjelaskan, sepanjang menjabat sebagai Ketua RT sejak 2019 lalu, saat ada pertemuan warga, S tidak pernah ada atau sosialisasi. Warga terduga teroris ini tinggal di wilayah RT 03 RW 07 sudah cukup lama.

“Tidak pernah datang, tidak pernah sosialisasi dengan warga lain. Saya tidak tahu alasannya apa. Orangnya itu tertutup dan diam,” katanya.

Diakuinya, tidak pernah ngobrol dan saling sapa dengan yang bersangkut. Ketemunya itu biasanya saat di masjid dan itupun tidak saling sapa, selesai shalat langsung pulang.

Baca Juga :  Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun

“Tidak pernah ngobrol, ketemunya malah di masjid dan memang rutin ke masjid. Biasanya saya ketemunya itu pas shalat maghrib dan isya,” ungkap dia.

Menurutnya, warga lain juga tidak pernah bersosialisasi dengan yang bersangkutan. Saat ada kegiatan kerja bakti pun sama sekali tidak pernah datang.

Ia juga tidak mengumpulkan KTP atau Kartu Keluarga (KK) ke RT. Karena harusnya itu setiap warga mengumpulkan data identitas diri.

Sumber : suara.com

Berita Terkait

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi
Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla
Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul
Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun
Menolak Fast Fashion: Mengapa Gen Z Lebih Memilih Thrifting dan Pakaian Bekas?
Kondisi Terbaru Andrie Yunus: Alami Kecemasan Berat dan Jalani Rawat Jalan Pasca-Penyiraman Air Keras
KPK Sita 3 Koper dari Rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu
Presiden Prabowo Targetkan 100.000 Sekolah Bakal Diperbaiki pada 2027

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:14 WIB

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:09 WIB

Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:01 WIB

Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Menolak Fast Fashion: Mengapa Gen Z Lebih Memilih Thrifting dan Pakaian Bekas?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:44 WIB

KPK Sita 3 Koper dari Rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:43 WIB

Presiden Prabowo Targetkan 100.000 Sekolah Bakal Diperbaiki pada 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:40 WIB

KPK Ungkap 27 Pihak dan 313 PIHK Terima Aliran Dana Kasus Kuota Haji

Berita Terbaru