Satgas Pangan Beri Tips Agar Terhindar dari Penipuan Penjual Minyak Goreng Oplosan!

- Jurnalis

Jumat, 4 Maret 2022 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto minyak goreng di salah satu mini market (foto : Suroso/1tulah.com)

Foto minyak goreng di salah satu mini market (foto : Suroso/1tulah.com)

1tulah.com – Di tengah harga minyak goreng yang sedang melonjak naik, banyak pedagang nakal yang memanfaatkan kondisi ini dengan menjual minyak goreng oplosan.

Dilansir dari suara.com (jaringan 1tulah.com) Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol Eka Mulyana, menjelaskan, mahalnya minyak goreng tidak lepas dari aksi panic buying yang banyak dilakukan masyarakat.

“Jadi harus waspada, sebenarnya yang diantisipasi ada panic buying. Sebenarnya minyak tidak langka, karena banyak pemberitaan harga naik, mereka berduyun-duyun membeli,” ujar Eka saat dihubungi suara.com, Kamis (3/3/2022).

Baca Juga :  Respons Aksi "Reformasi Militer", DPRD Kalteng Gelar Koordinasi Intensif Bersama TNI dan Polri

Eka juga mengatakan bahwa panic buying membuat masyarakat tidak teliti saat membeli minyak, alhasil mudah termakan bujuk rayu dan iming-iming minyak goreng murah.

Hal ini sebagaimana kejadian yang terjadi di Jawa Tengah, ditemukan beberapa penjual nakal minyak goreng oplosan yang modusnya dijual door to door (rumah ke rumah) atau dijual online, dengan dalih minyak goreng murni premium.

Minyak goreng industri rumahan diakui sebagai premium, setelah itu diberi kemasan dan dikasih label. Jadi kena izin edar undang-undang perlindungan konsumen,” ungkap Eka.

Baca Juga :  Tok! Presiden Prabowo Teken PP Gaji Ke-13 2026: Cair Juni, Ini Rincian Nominal PNS, PPPK, & Pejabat

Sehingga ia menegaskan tips terhindar dari penipuan minyak oplosan, yaitu tidak panic buying dan lebih waspada untuk mengetahui modus penjualan minyak goreng pedagang nakal yang biasanya tidak dari supplier resmi.

Pokoknya ketetapan harga dari pemerintah yaitu minyak goreng curah Rp 11.500, dan Rp 14.500 untuk minyak kemasan atau pemium,” tutup Eka.

(sumber : suara.com)

Berita Terkait

GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan
Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS
BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara
Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat
Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak
Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi
Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!
Harga BBM & LPG Nonsubsidi Naik: Strategi Efisiensi Pengusaha hingga Fenomena Porsi Makan yang ‘Menciut’

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 19:04 WIB

GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan

Selasa, 21 April 2026 - 18:35 WIB

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 April 2026 - 13:55 WIB

BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara

Selasa, 21 April 2026 - 13:40 WIB

Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat

Selasa, 21 April 2026 - 12:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak

Selasa, 21 April 2026 - 09:41 WIB

Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi

Selasa, 21 April 2026 - 05:57 WIB

Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!

Selasa, 21 April 2026 - 05:47 WIB

Harga BBM & LPG Nonsubsidi Naik: Strategi Efisiensi Pengusaha hingga Fenomena Porsi Makan yang ‘Menciut’

Berita Terbaru

Perwakilan karyawan PT AKT usai audiensi dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Murung Raya di Puruk Cahu, Senin (20/4/2026).

Berita

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 Apr 2026 - 18:35 WIB