Viral, Kisah Haru Gadis Cantik Penjual Makanan dan Sayur Keliling

  • Bagikan
Jiah saat menjual dagangan keliling nya.

Jiah Nor Pajarya(19), tengah ramai dibicarakan di media sosial. Gadis berparas cantik ini, tak merasa risi berjualan es, makanan cepat saji dan sayur-mayur keliling. Hal dilakoni karena keterbatasan ekonomi kelurga. Ia malah terpaksa tak melanjutkan kuliahnya usai tamat sekolah menegah atas.

Hal patut dicontoh, meski berjualan keliling ia tak malu. Malah sosok gadis yang lahir 22 Februari 2002 ini dikenal ulet, ramah dan cekatan dalam memasarkan dagangannya kepada pembeli.

 Advertisement Here

Jiah merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.  menurut pengakuan Jiah, kakak tertuanya kuliah di UPR Palangkaraya dan adiknya paling bungsu masih duduk di bangku SD. Karena faktor ekonomi terpaksa dia dan ibunya secara terpisah berkeliling jualan es dan makanan cepat saji, seperti resoles, dadar gulung, pay susu, sosis jumbo, pento udang.

Kadang ia juga berjualan sayur mayur, berkeliling menjajakannya ke rumah-rumah warga dan di jalan raya. Semua dilakoni ikhlas, tak lain membantu perekonomian keluarga.

“Sejak kecil saya sudah berjualan ikut membantu ekonomi keluarga. Saya juga tak melanjutkan kuliah, biar kakak dan adik yang bersekolah. Saya sudah putuskan membantu ekonomi keluarga. Ini bakti saya terhadap orangtua dan pekerjaan inipun halal,” kata Jiah, dibincangi 1tulah.com, Sabtu (1/5/2021) sore.

Saat diwawancarai terkait omset yang peroleh, dia mengatakan keuntungan yang dia dapat dalam sebulan bisa mencapai Rp 400.000.

Walaupun omzet yang dia dapatkan setiap bulannya tidak terlalu banyak, tapi gadis berusia 19 tahun ini selalu bersyukur, tidak patah arang untuk mencapai cita-cita yang dia impikan.

“Saya tetap yakin dengan doa dan kerja keras, kedepan pasti akan ada keajaiban untuk kami dan keluarga. Kalu citat-cita tentu sama dengan orang lain menjadi pengusaha sukses, sehingga ibuku yang sudah tua ini, tidak bekerja keras lagi” ungkap Jiah.

Dia malam menyemangati generasi Milenial sekarang, untuk menjadi pemuda dan pemudi mandiri serta mampu menghasilkan uang sendiri.

“Kita sebagai generasi muda harus bisa menghasilkan uang sendiri, khususnya juga untuk para wanita, harus bisa mencari uang sendiri. Pekerjaan ini lebih mulai dari pada meminta-minta,” tutupnya.(Rif/Mag)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *