Begini Penjelasan PT BEK, Terkait Adanya Nama Oknum Pejabat di Kaltim Terima Dana Tali Asih

- Jurnalis

Selasa, 6 April 2021 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Haji tajeri (Anggota DPRD barito Utara) saat menunjukkan dokumen adanya nama-nama oknum pejabat menerima ganti rugi lahan di Kutai barat, kaltim, saat RDP Senin, kemarin. Foto.dok.1tulah.com

Foto. Haji tajeri (Anggota DPRD barito Utara) saat menunjukkan dokumen adanya nama-nama oknum pejabat menerima ganti rugi lahan di Kutai barat, kaltim, saat RDP Senin, kemarin. Foto.dok.1tulah.com

1tulah.com, MUARA TEWEH– Perjuangan warga Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur, mendapatkan hak ganti rugi lahan mereka, sama nilainya dengan harga di pembayaran di Kaltim, tak kenal menyerah.  saat RDP di antara managemen PT Bharinto Ekatama (BEK) dengan DPRD Barut, kemarin, warga bernama Arif Subhan mengungkapkan, adanya nama-nama oknum pejabat di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), menerima dana tali asih, Rp 60 juta per hektar.

hal disampaikan Arif Subhan, sama dengna dua warga sebelumnya,  Noralini dan Cuah yang mengadu ke DPRD Barito Utara, adanya nama-nama oknum pejabat Kutai Barat, Kaltim sebagai penerima ganti rugi lahan, yang masing-masing menerima Rp 60 juta per hektar.

Terkait itu, anggota DPRD Barito Utara, Haji Tajeri meminta, managemen PT BEK menjelaskan apa yang disampaikan warga Benangin, dan menjelaskan dokumen-dokumen yang mereka (DPRD,red) terima, terkait adanya nama oknum pejabat di Kaltim menerima ganti guri lahan.

Tidak itu saja, Dewan juga berjanji akan menyelidiki dokumen yang menyebutkan adanya nama oknum pejabat di Kutai Barat yang menerima tali asih Rp 60 juta per hektar.

usai RDP, wartawan sempat mempertanyakan adanya nama FX Yafan ada adalam dokumen, sebagai penerima ganti rugi lahan. Sayangnya pihak managemen PT BEK memilih bungkam dan enggna menjawab pertanyaan media.

Baca Juga :  KPK Tegaskan Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag Hasil Audit Resmi BPK

Namun saat RDP, Manager Ekternal PT BEK, Hirung, mengatakan, ada nama lain yang dicatut dan disampaikan oleh warga, terkait ada nama pejabat dan oknum dan sebagainya. Pihaknya, kata Hirung, sampai hari ini belum tau dokumen itu seperti apa.

“Setahu kami semua dokumen yang diterbitkan oleh kecamatan damai, itu dokumen sudah dicabut. Karena bertentangan dengan kewenangan yang ada di mereka. Karena kalau tidak salah sekarang camat, tidak boleh menetbirkan tanah didalam kawasan hutan, karena ada unsur pidananya itu. Setahu kami itu sudah dicabut karena ada pidana kalau itu dilanjutkan dan ada hak-hak negara yang harus merka penuhi disitu,” kata Hirung.

Hirung juga mengklarifikasi terkait tudingan kepada managemen PT BEK melakukan diskriminasi dilapangan. Tahun 2005/2006, banr waktu itu melakukan beberapa kebijakan terkait lahan seluas 2.600 ha. saat itu sudah dilakukan kebijakan 3,8 juta ha. dan sudah diterima warga Benangin I, II dan V.

2019, PT BEK dapat ijin IPPKH tahap pertama di Kalteng, SK 704. Kami melakukan beberapa pendekatan dengan masyarakat juga dengan tripika Kecamatan Teweh Timur. “NIlai kebijakan yang kami berikan 3,2 juta itu kami tidak mau disebut diskriminasi. Upaya kami lakukan upaya penyelesaian, dan melihat dari bisnis perusahaan. Tidak ada negosiasi, dan ini kebijakan dari perusahaan.

Baca Juga :  Orasi Mencekam Demo Mahasiswa UI di Thamrin: "Kita Merasa Dijajah!"

“Tahun 2020, telah diaudit oleh Gakkum Direktorat jendral Kementrian LHK ada laporan masyarakat. Desember tepatnya kami diberi surat resmi, untuk tidak boleh memberikan kebijakan atau kompensasi atau tali asih, atau ganti rugi ganti untung. Sehingga kami tidak berani memberikan diluar intruksi Gakkum LHK. Akhirnya kami menyesuaikan regulasi dari perusahaan dan ini yang kami komunikasikan dengan masyarkat,” beber Hirung saat RDP, Senin (5/4/2021) kemarin.

Seperti diberikan, RDP antara managemen PT BEK dan DPRD Barito Utara berjalan alot. Managemen PT BEK malah tau mau menangatangani kesimpulan rapat, karena usulan mereka agar PT BEK dilarang bekerja menunggu keputusan pengadilan. Sedang warga meminta, PT BEK dilarang beraktifitas di lahan yang disengketakan alias belum di bayar tali asih sesuai keinginan dan meminta persamaan pembayaran, seperti dilakukan PT BEK terhadap warga Kaltim sebesar Rp 60 juta per hektar, bukan seperti kebijakan diinginkan PT BEK hanya Rp 30 juta per hektar. (eni)

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Cegah Karhutla, H. Nurul Anwar Imbau Masyarakat Barito Utara Lebih Waspada
Program MBG Pakai Bahan Baku Lokal: DPRD Kalteng Dukung SPPG Belanja di Koperasi Desa Merah Putih
Kabut Asap Kalteng Makin Pekat, DPRD Minta Dana Darurat Segera Dicairkan!
Santri Pondok Pasantren Sambut PAN Murung Raya untuk Salurkan Bantuan Logistik dan Santunan
Mini Turnamen Domino Orado: 4 Tim Unggulan tersingkir, Kuda Hitam AS melejit
KPK Didesak Usut Hasil Kebun Sawit Sitaan PT Agrinas Palma Nusantara, Potensi Kerugian Negara Triliunan Rupiah
KPK Ungkap Orang Tua Bayar Rp650 Juta agar Anak Masuk FK Unsoed
KPK Ungkap Rektor Unsoed Beli Tiga Bidang Tanah dari Uang Gratifikasi

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:18 WIB

Cegah Karhutla, H. Nurul Anwar Imbau Masyarakat Barito Utara Lebih Waspada

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:34 WIB

Program MBG Pakai Bahan Baku Lokal: DPRD Kalteng Dukung SPPG Belanja di Koperasi Desa Merah Putih

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Santri Pondok Pasantren Sambut PAN Murung Raya untuk Salurkan Bantuan Logistik dan Santunan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Mini Turnamen Domino Orado: 4 Tim Unggulan tersingkir, Kuda Hitam AS melejit

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:41 WIB

KPK Didesak Usut Hasil Kebun Sawit Sitaan PT Agrinas Palma Nusantara, Potensi Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:10 WIB

KPK Ungkap Orang Tua Bayar Rp650 Juta agar Anak Masuk FK Unsoed

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:09 WIB

KPK Ungkap Rektor Unsoed Beli Tiga Bidang Tanah dari Uang Gratifikasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:11 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Sanksi Pidana Pembakar Lahan: 4 Korporasi di Kalbar Mulai Diselidiki

Berita Terbaru