Pasien Suspek Asal Bontang Kaltim Meninggal Dunia di RSUD Muara Teweh

- Jurnalis

Selasa, 23 Maret 2021 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Mobil Ambulan saat keluar dari RSUD Muara Teweh. (Dok.1tulah.com)

Foto. Mobil Ambulan saat keluar dari RSUD Muara Teweh. (Dok.1tulah.com)

1tulah.com, MUARA TEWEH-Seorang pasien Suspek  dilaporkan meninggal dunia di RSUD Muara Teweh, Selasa (23/3/2021)  pagi. Pasien berinisial Tuan P (55),  jenis kelamin laki-laki merupakan warga Desa Bontang Baru, Kalimantan Timur (Kaltim).

Suspek, adalah seseorang yang memiliki  salah satu gejala infeksi saluran pernafasan (ISPA). Meski belum terkonfirmasi positif Covid-19, Tuan P, tetap dilakukan pemusalaran  di  pemakaman KM 7, dengan standar protokol kesehatan.

Baca Juga :  KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Direktur RSUD Muara Teweh, drg Dwi Agus Setidjowati dikonfirmasi 1tulah.com, Selasa (23/3/2021) membenarkan salah satu pasien suspek meninggal dunia tadi pagi di rumah sakit, dan sudah dimakamkan di pemakaman Km 7 dengan standar protokol kesehatan..

Dikatakannya, pasien asal Kaltim itu dirujuk ke rumah sakit, pada Kamis (18/3/2021) sekira pukul 22.00 WIB.  Riwayat umum pasien sedang dan aktivitas dibantu, sementara kesadaran Composmentis (sadar sepenuhnya).

Baca Juga :  Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

“Keluhan pasien tampak sesak dan lemah, ekstremitas kanan, dan bicara pelo.  Diagnosa kami, pasien Suspek  Pnemonia (RDT Nonreaktif), dan Afasia Motorik, Suspek Hepatitis. Pasien sudah dimakamkan di KM dengan standar protokol kesehatran,” ujar Dwi Agus Setidjowati, sembari mengatakan hasil Swab PCR belum keluar masih ditunggu hasilnya. (eni)

 

 

 

Berita Terkait

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun
Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng
Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Berita Terbaru

Berita

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:30 WIB