Warga Desa Rubei Resah, Menangkap Ikan Pakai Alat Setrum Marak di DAS Barito

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2020 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto setrum ikan ilustrasi, diambil dari internet.

foto setrum ikan ilustrasi, diambil dari internet.

1tulah.com,MUARA TEWEH-Penangkapan ikan menggunakan alat setrum di aliran Sungai Barito, tepatnya di wilayah perairan Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara(Barut), Kalimantan Tengah, marak terjadi. Warga desa di pinggiran sungai resah dengan aktifitas illegal fishing ini. Mereka ingin para pelaku di tangkap.

Atma Lelo Fgz, salah warga Desa Rubei Kecamatan Montallat kepada 1tulah.com,Minggu(12/7) malam, meminta aktifitas menangkap ikan secara ilegal ini dipublikasi, sehingga bisa diketahui dan diamankan aktifitas para pelaku. Karena menurutnya, warga desa mereka resah. Dalam seminggu, katanya, aktifitas para pelaku bisa tiga kali beroperasi. Mereka mencari ikan dengan alat setrum dilakukan malam hari.

Baca Juga :  Roy Suryo dan dr Tifa Dijemput Paksa Polisi, Istri Ungkap Detik-Detik Penangkapan

“Biasanya sekitar jam sepuluh malam, disitulah mereka mulai menangkap ikan menggunakan alat setrum. Sekali beroperasi bisa empat sampai lima kelotok,” katanya bercerita.

Wilayah pencarian ikan, tidak saja di daerah Desa Rubei, malah ke desa tetangga seperti Kamawen dan Sikan. Bisa jadi sampai ke perairan sungai desa lainnya di Kecamatan Montallat.

“Kalau pelaku kami tidak tau karena malam hari sulit mengenali mereka. Intinya dalam satu kelotok, biasanya ada dua orang. kami resahj dengan aktifitas mereak, tapi bagaimana lagi tak dapat berbuat banyak. Semoga keluahn kami bisa ada tindaklanjut,” terangnya.

Baca Juga :  Air Mata di Sidang Korupsi Abdul Wahid: Momen UAS Bergetar Ucap ‘Aku Akan Tetap Membelamu’

Sepengetahuannya, alat setrum ikan itu  koneksi dari mesin Genzet, lalu disambung ke besi yang sudah diberi pengaman kayu. Kegiatan mereka, sampai mendekati rumah lanting penduduk, apalagi jika sudah tengah malam.

“Yang dicari semua jenis ikan, karena kalau alat setrum itu apa saja ikan bisa mati. Kami resah dengan aktifitas mereka,” katanya lagi.

Penyetruman ikan ternyata membahayakan ekosistem dan manusia. Selain itu, membahayakan juga bagi lingkungan. Menyetrum ikan juga berbahaya langsung bagi manusia. (eni)

 

 

 

Berita Terkait

Air Mata di Sidang Korupsi Abdul Wahid: Momen UAS Bergetar Ucap ‘Aku Akan Tetap Membelamu’
Roy Suryo dan dr Tifa Dijemput Paksa Polisi, Istri Ungkap Detik-Detik Penangkapan
Oknum Perwira Ditresnarkoba Polda Jatim Diduga Terseret Jaringan Narkoba Internasional Malaysia
Kejagung Usut Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Grup Salim: Mengapa Bankir Maybank Ikut Diperiksa?
Menguak Gurita Kasus Suap BPK Sumsel dan Pemkab Muara Enim: Siapa Saja Tersangkanya?
Buntut Liputan Film ‘Pesta Babi’, Jurnalis Floresa di Labuan Bajo Alami Teror Fisik dan Doxing
Kontroversi Satgas PKH: 4 Juta Hektare Lahan Sitaan Jatuh ke Tangan PT Agrinas Palma Nusantara
Sidang Kasus Air Keras Aktivis KontraS: Dua Anggota BAIS TNI Dipecat, Hakim Perintahkan Pemusnahan Video Rekaman Kejadian

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:29 WIB

Air Mata di Sidang Korupsi Abdul Wahid: Momen UAS Bergetar Ucap ‘Aku Akan Tetap Membelamu’

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:07 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Dijemput Paksa Polisi, Istri Ungkap Detik-Detik Penangkapan

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:55 WIB

Oknum Perwira Ditresnarkoba Polda Jatim Diduga Terseret Jaringan Narkoba Internasional Malaysia

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:46 WIB

Kejagung Usut Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Grup Salim: Mengapa Bankir Maybank Ikut Diperiksa?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:18 WIB

Menguak Gurita Kasus Suap BPK Sumsel dan Pemkab Muara Enim: Siapa Saja Tersangkanya?

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:33 WIB

Buntut Liputan Film ‘Pesta Babi’, Jurnalis Floresa di Labuan Bajo Alami Teror Fisik dan Doxing

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:11 WIB

Kontroversi Satgas PKH: 4 Juta Hektare Lahan Sitaan Jatuh ke Tangan PT Agrinas Palma Nusantara

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:57 WIB

Sidang Kasus Air Keras Aktivis KontraS: Dua Anggota BAIS TNI Dipecat, Hakim Perintahkan Pemusnahan Video Rekaman Kejadian

Berita Terbaru