Kog Belum di Kerjakan? Padahal Jalan Benangin – Lampeong Sudah Tender Bulan Februari

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2020 - 04:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1tulah. Com, MUARA YEWEH– Wajar saja jika warga Benangin Kecamatan Teweh Timur dan Lampeong Kecamatan Gunung Purei, teriak mengenai kerusakan jalan di kampungnya, karena hingga kini belum diperbaiki. Sebab proyek perbaikan jalan Trans Kalimantan itu sudah tender  bulan Februari. Nilai proyek 42 miliar untuk penanganan jalan Benangin-lLampeong-Batas Kaltim.

Lamban di kerjakan, akibatnya para pemakai jalan sengsara, karena berbulan-bulan harus melewati kubangan lumpur.
Ruas tersebut merupakan jalan negara atau trans Kalimantan di wilayah Kabupaten Barito Utara menuju perbatasan Kaltim, yakni Kabupaten Kutai Barat.

Berdasarkan plang proyek yang ada di lapangan, proyek jalan ini berada di bawah Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Kalimantan Tengah. Paket pekerjaan berupa preservasi Jalan Benangin-Lampeong-Batas Provinsi Kaltim. Nilai kontrak Rp42,401 miliar. Waktu pelaksanaan 310 hari (10,3 bulan) kalender.

Baca Juga :  KPK Geledah Kantor Ditjen Pajak Terkait Kasus Suap Pajak

Waktu pemeliharaan 365 hari. Pelaksana proyek PT Liman Jaya. Konsultan supervisi PT Epadascom Permata KSO PT Herda Carter Indonesia.Sumber dana dari APBN murni. Rencana PHO 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2021.

Kepala Desa Lampeong II Sutnadi menegaskan, warga Kecamatan Gunung Purei mempertanyakan kegiatan kontraktor di lapangan dan pengawasan oleh Dinas Provinsi Kalteng. “Kok, sepertinya tidak mengakomodir kepentingan warga. Ruas jalan yang rusak sepanjang 45 km tidak dikerjakan, malah jalan yang sudah mulus ditimbun,” ujar Sutnadi, Kamis (2/7/2020) siang.

Baca Juga :  H. Shalahuddin dan Felix Resmikan Pemancangan Tiang Listrik Desa

Menurut Sutnadi, kerusakan jalan sangat merugikan warga, karena sepeda motor sering terjebak di kubangan lumpur. Begitu pula angkutan bus Damri ke Lampeong terpaksa dihentikan sejak dua bulan lalu.

“Biaya kalau hendak ke Benangin dan Muara Teweh jadi lebih mahal. Sekali jalan harus menyiapkan Rp400,sampai Rp500 ribu,” kata dia.

Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas PU Provinsi Kalimantan Tengah Shalahuddin beberapa kali dikontak ke nomor hpnya tidak aktif.(eni)

Berita Terkait

Prabowo Usulkan Keponakannya Jadi Deputi Gubernur BI Gantikan Juda Agung
Gelar Training ESQ, Bupati H Shalahuddin Ingin Cetak SDM Tangguh Bangun Barut
KPK Duga Eks Sekjen Kemenaker Beli Aset dari Uang Peras Agen TKA
Polisi Sulsel Siapkan Tim DVI Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500
Fadli Zon Serahkan SK Pengelola Cagar Budaya Keraton Solo, Ini Fakta-Fakta Kericuhannya
Senegal Juara Piala Afrika 2025! Bungkam Maroko Lewat Drama Penalti Gagal dan Gol Pape Gueye
Tim SAR Gabungan Diturunkan ke Gunung Bulusaraung Usai Temuan Serpihan ATR
Bandingkan dengan Negara Raksasa, Airlangga Hartarto Sebut Ekonomi RI Tetap Solid

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 17:10 WIB

Prabowo Usulkan Keponakannya Jadi Deputi Gubernur BI Gantikan Juda Agung

Senin, 19 Januari 2026 - 16:26 WIB

Gelar Training ESQ, Bupati H Shalahuddin Ingin Cetak SDM Tangguh Bangun Barut

Senin, 19 Januari 2026 - 12:11 WIB

KPK Duga Eks Sekjen Kemenaker Beli Aset dari Uang Peras Agen TKA

Senin, 19 Januari 2026 - 12:10 WIB

Polisi Sulsel Siapkan Tim DVI Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500

Senin, 19 Januari 2026 - 08:10 WIB

Fadli Zon Serahkan SK Pengelola Cagar Budaya Keraton Solo, Ini Fakta-Fakta Kericuhannya

Minggu, 18 Januari 2026 - 19:56 WIB

Tim SAR Gabungan Diturunkan ke Gunung Bulusaraung Usai Temuan Serpihan ATR

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:40 WIB

Bandingkan dengan Negara Raksasa, Airlangga Hartarto Sebut Ekonomi RI Tetap Solid

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:41 WIB

Mengenal Food Genomics: Rahasia Diet Presisi Berdasarkan DNA Anda

Berita Terbaru