Inflasi Mencapai 0,38% di November 2023, Disebabkan Harga Cabai yang Semakin Memanas

- Jurnalis

Sabtu, 2 Desember 2023 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inflasi yang capai 0,38% di November 2023, menyebabkan harga cabai semakin meninggi. (foto: freepik)

Inflasi yang capai 0,38% di November 2023, menyebabkan harga cabai semakin meninggi. (foto: freepik)

1TULAH.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan catatan inflasi sebesar 0,38% pada bulan November 2023 yang mengakibatkan laju inflasi tahunan menjadi 2.86%.

Moh Edy Mahmud, selaku Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS mengungkapkan inflasi saat ini disebabkan oleh kenaikan harga cabai rawit dan cabai rawit merah.

“Ada tiga faktor penyebab inflasi cabai merah dan cabai rawit pada November tahun ini. Pertama karena cuaca yang tidak menentu, kemudian faktor pasokan yang kurang dan faktor kelancaran distribusi,” kata Edy dalam konferensi pers, Jumat (1/12/2023).

Baca Juga :  Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Ia menjelaskan, secara bulanan kedua jenis cabai ini turut memberikan andil utama terjadinya inflasi masing-masing sebesar 0,16% dan 0.8%. Secara tahunan, keduanya memberi andil sebesar 0,19% dan 0,10%.

“Kalau melihat dari catatan kami di BPS, inflasi cabai merah tertinggi terjadi di Bulukumba. Mungkin ini dikarenakan petani cabai di Kabupaten Bulukumba tengah menghadapi dampak serius dari musim kemarau sebagai fenomena El Nino,” jelas Edy.

Baca Juga :  Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten

“Sementara di Sumenep tercatat inflasi cabai rawit tertinggi. Penyebabnya adalah diduga karena stok yang menipis. Ini karena tidak lancarnya pasokan cabai rawit ke Sumenep,” tambahnya.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara
Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI
Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16
Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island
Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:48 WIB

Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Berita Terbaru